Antiperspirant adalah produk yang memiliki manfaat penting dalam mengendalikan atau mengurangi produksi keringat di tubuh, terutama di daerah ketiak. Cara kerja antiperspirant adalah dengan menghambat sementara kelenjar keringat, mengurangi jumlah keringat yang diproduksi. Salah satu komponen umum yang terdapat dalam antiperspirant adalah senyawa aluminium.
Contohnya, seperti aluminium klorohidrat yang berperan dalam menutup pori-pori kulit sehingga keringat tidak dapat keluar dengan bebas. Melalui aksi ini, antiperspirant membantu mengurangi kelembaban dan membuat daerah ketiak terasa lebih kering.
Seringkali, orang menganggap antiperspirant dan deodoran adalah produk yang sama. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam tujuan dan cara kerjanya. Untuk memahami perbedaan antara antiperspirant dan deodoran dengan lebih baik, mari kita telaah bersama.
Antiperspirant Kerap Disamakan sama Deodoran, Ini Perbedaannya
Berikut ini adalah perbedaan kedua produk anti-bau badan ini:
1. Deodoran masuk golongan kosmetik, antiperspirant adalah obat
Perbedaan yang paling signifikan antara deodoran dan antiperspiran adalah klasifikasi produknya. Deodoran termasuk sebagai produk kosmetik, sementara antiperspiran terklasifikasi sebagai obat.
Artinya, produksi dan penggunaan antiperspiran harus mematuhi kebijakan dan prosedur lembaga pengawasan obat suatu negara. Salah satu contohnya adalah kewajiban untuk mencantumkan tanggal kadaluarsa pada label kemasan.
2. Cara kerja produk
Deodoran memberikan dua jenis perlindungan terhadap bau tubuh. Pertama, produk ini memiliki sifat antimikroba yang bertujuan untuk mengurangi jumlah bakteri yang dapat menyebabkan bau tidak sedap. Kedua, deodoran juga mengandung wewangian yang digunakan untuk menyamarkan bau tubuh.
Di sisi lain, antiperspirant berfungsi dengan cara yang berbeda. Produk ini bekerja dengan menghambat kelenjar ekrin yang bertanggung jawab untuk menghasilkan keringat.
3. Kontrol keringat
Deodoran tidak memiliki bahan aktif yang dapat mencegah keringat. Sementara itu, antiperspiran membantu mencegah keringat. Salah satunya karena senyawa ini mengandung aluminium sebagai bahan aktif.
Mengingat antiperspiran memiliki bahan aktif untuk membantu mencegah keringat, produk ini dapat menjadi rekomendasi bagi anak remaja yang mengalami pubertas.
4. Menutup atau membuka pori-pori
Deodoran bekerja tidak tidak menyumbat pori-pori, sehingga tidak mengurangi produksi keringat. Inilah yang membuat sebagian orang merasa ketiaknya basah saat menggunakan produk anti bau badan ini. Sedangkan produk perawatan tubuh seperti antiperspirant memang bekerja menutup pori-pori sehingga membatasi produksi keluarnya keringat.
Deodorant vs Antiperspirant, Mana yang Lebih Baik?
Deodoran berfungsi melindungi dari bau, sedangkan antiperspirant melindungi dari keringat dan bau. Deodoran akan membantu kamu tetap segar sepanjang hari, sedangkan antiperspiran lebih kepada kontrol keringat.
Jika kamu cenderung cepat berkeringat, antiperspiran adalah produk yang lebih baik untuk digunakan. Selain penggunaan deodoran, kamu bisa menerapkan beberapa tips untuk mengatasi keringat berlebih.
Bila kamu tidak memiliki masalah dengan produksi keringat berlebih, kamu bisa memilih produk deodoran dengan 0 persen aluminium untuk kesegaran sepanjang hari. Meski nampak serupa, kedua produk tersebut memiliki fungsi yang berbeda pada tubuh.
Namun, ingatlah bahwa berkeringat dan memiliki bau yang tidak sedap di waktu tertentu merupakan hal yang bersifat alamiah.
Itulah penjelasan lengkap mengenai deodoran dan perbedaannya dengan antiperspiran. Nah, jika ibu memiliki anak remaja yang sedang pubertas, mungkin ibu dapat memberikannya produk perawatan seperti deodoran atau antiperspirant untuk mengatasi perubahan bau badan anak remaja.
