By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Mengenal Pola Asuh Otoriter dan Dampaknya Bagi Anak
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Mengenal Pola Asuh Otoriter dan Dampaknya Bagi Anak

Nisrina
Last updated: 2023/10/24 at 9:16 AM
Nisrina
Share
5 Min Read
Credit: Find Your Mom Tribe
SHARE

Ada beragam gaya pengasuhan anak yang dapat diterapkan oleh orang tua, dan salah satu yang seringkali menjadi sumber kontroversi adalah pola asuh otoriter. Meskipun tujuannya mungkin untuk memberikan pendidikan kepada anak, pola asuh ini juga seringkali berdampak negatif. Orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter cenderung bersikap ketat, menuntut ketaatan dari anak-anak, dan mengharapkan mereka untuk selalu menuruti keinginan orang tua. Pertanyaannya adalah, apa dampak dari pola asuh otoriter terhadap kesehatan fisik dan mental anak?

Contents
Mengenal Pola Asuh OtoriterCiri-Ciri Pola Asuh Otoriter1. Banyak aturan2. Komunikasi satu arah3. Bersikap dingin4. Mempermalukan anak5. Tidak bisa dibantah6. Menuntut tapi tidak responsif7. Jarang memberikan pujianDampak Pola Asuh Otoriter pada Anak

Mengenal Pola Asuh Otoriter

Menurut jurnal ilmiah berjudul The psychological causes and societal consequences of authoritarianism yang dipublikasikan di Nature Reviews Psychology, pada akhir tahun 2021 hanya 20,03 persen manusia yang hidup dalam kehendak bebas. Sedang sisanya dikuasai oleh rezim otoriter.

Lantas, seperti apa sikap otoriter dalam lingkup keluarga dan pola asuh? Seperti namanya, pola asuh otoriter merupakan model pengasuhan anak, di mana orang tua menuntut anak seperti keinginannya. Tanpa memberi pujian atau penghargaan pada anak. Tujuan dari pola asuh anak ini adalah melatih anak memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi serta disiplin. Karena hanya fokus mengontrol anak, pola asuh otoriter akan memberi tekanan pada anak.

Ciri-Ciri Pola Asuh Otoriter

Pola asuh otoriter diterapkan dengan aturan ketat dan keras. Pola asuh ini berasal dari keyakinan orang tua bahwa perilaku dan sikap anak harus dibentuk oleh aturan-aturan yang diterapkan. Selain memiliki kendali penuh terhadap anak, berikut ciri-ciri orang tua dengan pola asuh otoriter:

1. Banyak aturan

Orang tua dengan pola asuh ini memiliki banyak aturan yang harus ditaati anak. Aturan yang diberikan ada di setiap aspek kehidupan dan perilaku anak. Bahkan, anak tidak mendapat penjelasan mengapa aturan-aturan tersebut perlu ditaati.

2. Komunikasi satu arah

Pola asuh ini tidak melibatkan anak dalam mengambil keputusan. Orang tua cenderung enggan menjelaskan mengenai alasan keputusan tersebut diambil dan hanya ingin anak menaatinya saja. Orang tua dengan pola asuh otoriter sangat jarang berbicara dari hati ke hati dengan anak, karena akan berujung pada pertengkaran.

3. Bersikap dingin

Orang tua dengan pola asuh ini umumnya bersikap dingin dan kasar. Alih-alih memuji dan memberikan dukungan, mereka cenderung lebih banyak mengomel dan meneriaki anak. Mereka juga cenderung tidak ingin mendengarkan keluh kesah anak dan hanya mengedepankan kedisiplinan.

4. Mempermalukan anak

Orang tua dengan pola asuh otoriter percaya bahwa mempermalukan anak akan memotivasinya untuk berbuat lebih baik. Mereka akan menggunakan rasa malu sebagai senjata untuk memaksa anak mengikuti aturannya. Orang tua bahkan tidak segan untuk meneriaki anak dan mempermalukannya di depan umum jika aturannya tidak dipatuhi.

5. Tidak bisa dibantah

Orang tua tidak membiarkan anak membuat pilihannya sendiri. Mereka akan bersikap dominan, sehingga anak tidak memiliki kesempatan untuk mengutarakan pendapatnya dengan dalih bahwa orang tua tahu apa yang terbaik untuk anak.

6. Menuntut tapi tidak responsif

Orang tua yang otoriter memiliki banyak aturan (micro management), tetapi tidak mau menjelaskan secara jelas pada anak mengapa aturan tersebut harus ada.

7. Jarang memberikan pujian

Orang tua yang menerapkan pola asuh ini umumnya versifat dingin, senang mengomel, dan lebih menghargai disiplin dan kepatuhan ketimbang bertindak sebagai pengayom. Orang tua yang menerapkan pola asuh ini menggunakan rasa takut anak sebagai sumber kontrol utama. Saat anak melanggar aturan yang telah dibuat, orang tua akan bereaksi dengan amarah dan kasar. Orang tua akan memberi hukuman agar anak selalu patuh, bahkan hukuman fisik dengan pukulan. Itulah pembahasan mengenai dampak pola asuh otoriter pada anak. Sebaiknya hindari model pengasuhan seperti ini agar anak bisa tumbuh dengan baik.

Dampak Pola Asuh Otoriter pada Anak

Alih-alih memiliki dampak positif, pola asuh ini lebih banyak membawa dampak negatif. Berikut sejumlah dampak pola asuh otoriter bagi anak:

  • Anak memiliki tingkat depresi yang tinggi.
  • Anak tidak memiliki keterampilan sosial.
  • Anak takut untuk berpendapat.
  • Anak tidak bisa membuat keputusan sendiri.
  • Anak memiliki tingkat percaya diri yang rendah.
  • Anak tidak merasakan aman.
  • Anak tidak mendapatkan kasih sayang seharusnya.
  • Anak tidak merasa bahagia.
  • Anak akan menganggap kekerasan adalah hal yang normal.
  • Anak melampiaskan kemarahannya di luar rumah.

Beberapa dampak tersebut dapat memengaruhi tumbuh kembang anak di kemudian hari. Karena orang tua otoriter mengharapkan kepatuhan mutlak, anak-anak yang dibesarkan dengan gaya ini biasanya sangat baik dalam mengikuti aturan. Namun, mereka mungkin kurang disiplin diri.

Anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua juga otoriter tidak didorong untuk mengeksplorasi dan bertindak secara mandiri. Jadi, mereka tidak pernah benar-benar belajar bagaimana menetapkan batasan dan standar pribadi mereka sendiri. Kurangnya disiplin diri ini pada akhirnya dapat menyebabkan masalah ketika orang tua atau figur otoritas tidak ada untuk memantau perilaku.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Oktober 24, 2023 Oktober 24, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Sering Disamakan, Ini Perbedaan Xenophobia dan Rasisme
Next Article Inilah Ciri dan Contoh Sifat Pesimis yang Bisa Terjadi Kapan Saja
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?