By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Benarkah Pseudobulbar Affect Berbeda dengan Depresi?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Benarkah Pseudobulbar Affect Berbeda dengan Depresi?

Nisrina
Last updated: 2023/11/16 at 9:22 AM
Nisrina
Share
5 Min Read
Benarkah Pseudobulbar Affect Berbeda dengan Depresi?
Credit: Pinterest
SHARE

Benarkah Pseudobulbar affect berbeda dengan depresi?. Pseudobulbar affect merupakan kondisi yang dicirikan oleh episode tak terkendali seperti tertawa dan menangis secara tiba-tiba. Biasanya, kondisi ini terjadi pada individu dengan kondisi atau cedera neurologis tertentu, yang dapat memengaruhi pengendalian emosi oleh otak.

Contents
Benarkah Pseudobulbar Affect Berbeda dengan Depresi?Diagnosis dan Penanganan Pseudobulbar affect1. Antidepresan2. Kombinasi obat 3. Penggunaan obat lain

Bagi yang mengalaminya, mereka mungkin merasakan emosi secara normal namun terkadang mengekspresikannya secara berlebihan. Misalnya, dalam suatu episode mendadak, mereka bisa tertawa dan menangis tanpa sebab yang jelas. Dampaknya, orang di sekitar mungkin salah mengartikan kondisi ini sebagai tanda depresi, padahal sebenarnya pseudobulbar affect merupakan suatu kondisi yang berbeda dengan depresi. Apa perbedaannya?

Benarkah Pseudobulbar Affect Berbeda dengan Depresi?

Pseudobulbar affect seringnya tidak terdiagnosis atau banyak orang salah artikan sebagai gangguan mood. Orang dengan kondisi ini kerap tertawa tak terkendali dalam menanggapi komentar yang agak lucu.

Pengidapnya juga bisa saja tiba-tiba tertawa sambil menangis dalam situasi yang menurut orang lain tidak lucu atau menyedihkan. Respons emosional ini biasanya mewakili perubahan dari cara pengidap merespons sebelumnya.

Karena kondisi ini seringnya melibatkan tangisan sehingga kerap banyak orang anggap sebagai gejala depresi. Namun, Pseudobulbar affect cenderung berdurasi pendek, sementara depresi menyebabkan perasaan sedih yang terus-menerus.

Orang-orang dengan kondisi depresi juga mengalami gejala lain seperti gangguan tidur atau kehilangan nafsu makan. Tak hanya itu, ada sejumlah gejala depresi yang butuh penanganan psikolog namun kerap diabaikan. Meski begitu terkadang depresi juga dialami oleh mereka yang mengidapnya. Selain itu, kondisi ini juga biasanya terjadi pada orang dengan kondisi atau cedera neurologis, termasuk:

  • Stroke.
  • Sklerosis lateral amiotrofik.
  • Sklerosis multipel.
  • Cedera otak traumatis.
  • Penyakit Alzheimer.
  • Penyakit Parkinson.
  • Cedera pada jalur neurologis yang mengatur ekspresi eksternal emosi.

Gejala parah dapat menyebabkan rasa malu, isolasi sosial, kecemasan, hingga depresi. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan pengidapnya untuk bekerja dan melakukan tugas sehari-hari. Khususnya ketika pengidapnya sudah mengalami kondisi neurologis. Demi meningkatkan kesadaran, masih ada sejumlah kondisi mental yang membutuhkan khusus, selain PBA.

Diagnosis dan Penanganan Pseudobulbar affect

Pseudobulbar affect didiagnosis oleh dokter selama evaluasi neurologis. Biasanya dokter akan menggunakan kriteria berikut untuk membantu menentukan diagnosis:

  • Apakah respons emosional (menangis atau tertawa) terjadi tanpa disengaja, tiba-tiba, dan tanpa kendali orang tersebut?
  • Apakah respons emosional tidak konsisten dengan suasana hati orang tersebut?
  • Apakah ekspresi emosi tersebut memberikan perasaan lega?
  • Apakah respons emosional menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan atau membatasi kemampuan untuk bekerja atau berinteraksi secara sosial?
  • Apakah respons emosional disebabkan oleh gangguan psikiatri atau neurologis lain?
  • Apakah respons emosional karena obat?

Metode lainnya untuk mendiagnosis kondisi tersebut dapat menggunakan skala standar (kuesioner). Apabila skor menunjukkan hasil yang tinggi, itu menunjukkan adanya pseudobulbar affect.

Kuesioner ini adalah serangkaian pertanyaan berbasis wawancara dokter yang menanyakan tentang episode tawa dan tangis seseorang. Terkait pengobatannya, sebenarnya tidak ada obat yang dapat menyembuhkan kondisi kesehatan ini.

Tujuan pengobatan hanya bermanfaat untuk mengurangi frekuensi dan keparahan episode tertawa atau menangis. Namun, pilihan obat tergantung pada toleransi pasien dan potensi efek samping atau efek samping obat. Beberapa obat dapat berinteraksi dengan obat yang diresepkan untuk kondisi lainnya.

Berikut obat yang dapat dokter resepkan:

1. Antidepresan

Dosis antidepresan untuk kondisi ini lebih rendah daripada dosis untuk mengobati depresi. Selain itu, respons pengobatan kondisi ini lebih cepat dibandingkan untuk mengatasi depresi. Sebagian orang berpikiran bahwa antidepresan dapat meningkatkan berat badan.

2. Kombinasi obat 

Dokter juga dapat meresepkan kombinasi dekstrometorfan, penekan batuk, dan quinidine sulfat dosis sangat rendah. Obat ini dulunya digunakan untuk mengobati aritmia jantung. Akan tetapi, kini kombinasi tersebut menjadi obat pertama untuk mengatasi pseudobulbar affect. Meskipun perbaikan gejala biasanya terjadi dalam minggu pertama memulai pengobatan (jika hanya mengambil satu kapsul setiap hari), manfaat yang lebih besar terjadi ketika mengambil dosis penuh (dua kapsul setiap hari).

3. Penggunaan obat lain

Obat lain dapat menjadi pilihan dokter apabila pasien tidak menanggapi pengobatan sebelumnya.

Itulah fakta mengenai pseudobulbar affect yang berbeda dengan depresi. Jika ada anggota keluargamu yang menunjukkan gejala dari kondisi ini, segera periksakan kondisinya ke psikolog.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina November 16, 2023 November 16, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Zodiak yang Memiliki Kecantikan Hati Zodiak yang Memiliki Kecantikan Hati
Next Article Cara Ampuh Mengendalikan Emosi Diri saat Marah Cara Ampuh Mengendalikan Emosi Diri saat Marah
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?