By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Mengenal Kelenjar Pituitari dan Fungsinya pada Tubuh
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Mengenal Kelenjar Pituitari dan Fungsinya pada Tubuh

Nisrina
Last updated: 2024/01/30 at 8:53 AM
Nisrina
Share
5 Min Read
Mengenal Kelenjar Pituitari dan Fungsinya pada Tubuh
Credit: Ohsu edu
SHARE

Mengenal kelenjar pituitari dan fungsinya pada tubuh penting untuk kita tahu untuk menjaga kesehatannya. Kelenjar pituitari, yang terletak di dasar otak, memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan hormonal tubuh. Kelenjar ini bertanggung jawab atas pelepasan sejumlah hormon yang berpengaruh pada berbagai fungsi tubuh.

Contents
Mengenal Kelenjar Pituitari dan Fungsinya pada TubuhApa Itu Kelenjar Pituitari?Fungsi Kelenjar Pituitari untuk Tubuh1. Hormon pertumbuhan2. Prolaktin3. Hormon stimulasi tiroid 4. Hormon kortikotropin5. Gonadotropin6. Oksitosin dan vasopresin

Mengetahui fungsi utama kelenjar pituitari sangatlah penting untuk lebih memperhatikan kesehatannya. Karena jika kelenjar ini mengalami gangguan, fungsi-fungsi tubuh tidak dapat bekerja dengan optimal. Oleh karena itu, pemahaman terhadap peran kelenjar pituitari dapat membantu dalam menjaga keseimbangan hormonal dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Mengenal Kelenjar Pituitari dan Fungsinya pada Tubuh

Apa Itu Kelenjar Pituitari?

Kelenjar pituitari atau lebih dikenal dengan hipofisis adalah kelenjar endokrin kecil yang terletak di dasar otak, tepatnya di dalam fossa sella, sebuah rongga di tengkorak. Meskipun ukurannya kecil, kelenjar ini punya peranan yang sangat krusial dalam mengendalikan sejumlah hormon penting. Misalnya, seperti hormon yang mengatur pertumbuhan, perkembangan, metabolisme, dan reproduksi. Struktur kelenjar pituitari terdiri dari dua bagian utama, yaitu lobus anterior (adenohypophysis) dan lobus posterior (neurohypophysis). Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam melepaskan hormon ke dalam peredaran darah.

Lobus anterior menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon pertumbuhan, prolaktin, hormon stimulasi tiroid, kortikotropin, dan gonadotropin. Sementara itu, lobus posterior melepaskan hormon oksitosin dan vasopresin yang diproduksi di hipotalamus dan disimpan di kelenjar pituitari. Kelenjar ini juga berkoordinasi dengan hipotalamus, bagian otak lain yang berperan dalam mengatur kelenjar pituitari. Keduanya membentuk sistem yang dikenal sebagai sumbu hipotalamus-hipofisis, yang mengendalikan pelepasan hormon dan menjaga keseimbangan hormonal dalam tubuh.

Fungsi Kelenjar Pituitari untuk Tubuh

Lantas, apa saja fungsi dari hipofisis? Fungsinya sangat bervariasi dan melibatkan sejumlah hormon yang memengaruhi berbagai sistem tubuh. Berikut fungsi kelenjar pituitari untuk tubuh yang perlu kamu ketahui:

1. Hormon pertumbuhan

Kelenjar ini memproduksi hormon pertumbuhan atau growth hormone (GH) yang dihasilkan oleh lobus anterior. Nah, hormon ini memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan dan pertumbuhan jaringan tubuh. Selain meningkatkan tinggi badan dengan merangsang pertumbuhan tulang dan otot, GH juga berperan dalam regulasi metabolisme. Hormon ini merangsang penggunaan lemak sebagai sumber energi, sehingga membantu mengatur berat badan. Selain itu, GH juga memainkan peran dalam pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh yang rusak.

2. Prolaktin

Ibu menyusui pasti sudah tidak asing mendengar istilah ini. Prolaktin juga diproduksi oleh hipofisis dan berperan dalam proses kehamilan dan menyusui. Selama kehamilan, prolaktin merangsang perkembangan kelenjar susu dan persiapan tubuh untuk menyusui. Setelah persalinan, tingkat prolaktin meningkat untuk merangsang produksi dan pengeluaran susu. Tidak sebatas itu, prolaktin juga memengaruhi siklus menstruasi pada wanita. Apabila kadarnya terlalu tinggi atau rendah, kondisi ini bisa memengaruhi kesuburan dan memicu gangguan reproduksi.

3. Hormon stimulasi tiroid 

Thyroid stimulating hormone (TSH) memegang kendali atas aktivitas kelenjar tiroid yang terletak di leher. Produksi hormon ini sangat penting untuk mengatur metabolisme tubuh secara keseluruhan. Dengan merangsang kelenjar tiroid, TSH memastikan produksi hormon tiroid yang cukup untuk menjaga keseimbangan energi, suhu tubuh, dan fungsi organ vital.

4. Hormon kortikotropin

Sementara itu, hormon ini bertanggung jawab atas merangsang kelenjar adrenal, yang terletak di atas ginjal, untuk memproduksi kortisol. Kortisol adalah hormon stres yang terlibat dalam respons tubuh terhadap situasi stres. Hormon ini membantu tubuh mengatasi situasi stres dengan meningkatkan tekanan darah, mengatur kadar gula darah, dan meredakan peradangan.

Aktivitas hormon kortikotropin bisa dibilang adalah kunci dalam menjaga keseimbangan hormonal dan respons tubuh terhadap tekanan eksternal.

5. Gonadotropin

Gonadotropin mencakup hormon luteinizing (LH) dan hormon folikel-stimulasi (FSH), yang keduanya berperan penting dalam sistem reproduksi. LH dan FSH merangsang gonad (ovarium pada wanita dan testis pada pria) untuk menghasilkan hormon seks, seperti estrogen pada wanita dan testosteron pada pria. Proses ini mengatur siklus menstruasi, produksi sel telur, dan keseimbangan hormon seks, yang semuanya sangat penting untuk kesuburan dan fungsi reproduksi.

6. Oksitosin dan vasopresin

Lobus posterior pada hipofisis juga menghasilkan oksitosin, dan vasopresin. Oksitosin, dikenal sebagai “hormon cinta” atau “hormon kasih sayang.” Hormon tersebut merangsang kontraksi otot rahim selama persalinan dan juga berkontribusi pada ikatan emosional antara ibu dan anak maupun antara pasangan. Sementara itu, vasopresin, juga dikenal sebagai hormon antidiuretik, mengatur retensi air oleh ginjal dan memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Jadi, sudah jelas bahwa kelenjar pituitari punya peranan besar dalam berbagai fungsi tubuh.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Januari 30, 2024 Januari 30, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Urutan 4 Zodiak Paling Pemaaf yang Anti Menyimpan Dendam Urutan 4 Zodiak Paling Pemaaf yang Anti Menyimpan Dendam
Next Article 6 Gejala Kemunculan Jamur Kuku yang Harus Diperhatikan 6 Gejala Kemunculan Jamur Kuku yang Harus Diperhatikan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?