By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Penyakit Langka dan Mematikan Melanda Jepang, Ini Gejalanya!
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Penyakit Langka dan Mematikan Melanda Jepang, Ini Gejalanya!

Nisrina
Last updated: 2024/03/19 at 9:53 AM
Nisrina
Share
3 Min Read
Penyakit Langka dan Mematikan Melanda Jepang, Ini Gejalanya!
Credit: AP Photo
SHARE

Penyakit langka dan mematikan melanda Jepang ini penting bagi kita mengetahuinya agar lebih waspada. Jepang saat ini sedang terkena sebuah wabah penyakit langka dan mematikan. Bahkan, angka infeksinya telah mencapai rekor tertinggi baru-baru ini.

Contents
Penyakit Langka dan Mematikan Melanda JepangRekor Baru Wabah STSS: 378 Kasus Tercatat!Gejala Wabah STSS

Wabah tersebut penyebabnya oleh penyakit streptokokus grup A, yang terkenal sebagai Streptococcal Toxic Shock Syndrome (STSS). Penyakit ini terbukti sangat menular, yang mengakibatkan lonjakan kasus di Jepang.

Penyakit Langka dan Mematikan Melanda Jepang

Rekor Baru Wabah STSS: 378 Kasus Tercatat!

Jumlah korban jiwa imbas virus corona terus bertambah. Hingga hari ini, Rabu (19/2) korban tewas akibat virus itu mencapai lebih dari 2 ribu orang secara global

Angka sementara yang Intitut Penyakit Menular Nasional Jepang (NIID) keluarkan mencatat 941 kasus STSS, pada 2023. Lalu, dalam dua bulan pertama tahun 2024, 378 kasus telah tercatat, dengan infeksi teridentifikasi di semua prefektur kecuali dua dari 47 prefektur di Jepang. NIID menyampaikan, penyakit ini lebih banyak menyerang orang lanjut usia. Namun, angka kematiannya lebih besar di golongan penduduk di bawah 50 tahun. Surat kabar Asahi Shimbun melaporkan ada 65 orang berusia di bawah 50 tahun yang terdiagnosis wabah ini pada Juli dan Desember 2023. Lalu, 21 orang di antaranya meninggal dunia.

“Masih banyak faktor yang tidak diketahui mengenai mekanisme di balik bentuk streptokokus fulminan (parah dan tiba-tiba), dan kami belum berada pada tahap untuk menjelaskannya,” kata NIID sebagaimana media Inggris The Guardian menulis, Jumat (15/3/2024).

Gejala Wabah STSS

Penyakit Langka dan Mematikan Melanda Jepang, Ini Gejalanya!

Beauties, sebagian besar kasus STSS disebabkan oleh bakteri yang disebut streptococcus pyogenes. Lebih dikenal sebagai radang A, yang mana dapat menyebabkan sakit tenggorokan, terutama pada anak-anak. Banyak orang juga, yang mengidap penyakit ini tanpa menyadarinya dan tidak menjadi sakit. Dalam beberapa kasus, bakteri ini dapat menimbulkan penyakit serius, komplikasi kesehatan dan kematian, terutama pada orang dewasa di atas 30 tahun. Sekitar 30% kasus STSS berakibat fatal.

Orang lanjut usia dapat mengalami gejala seperti pilek, namun dalam kasus yang jarang terjadi, gejalanya dapat memburuk hingga mencakup radang tenggorokan, radang amandel, pneumonia, dan meningitis. Dalam kasus yang paling serius, hal ini dapat menyebabkan kegagalan organ dan nekrosis.

Beberapa ahli percaya peningkatan pesat kasus pada tahun lalu terkait dengan pencabutan pembatasan yang berlaku selama pandemi virus corona. Pada bulan Mei 2023, Tokyo menurunkan status Covid-19 dari kelas dua menjadi kelas lima, sehingga secara hukum setara dengan flu musiman.

Langkah ini juga mendorong masyarakat untuk menurunkan kewaspadaan mereka. Pemerintah juga tidak dapat lagi memerintahkan orang yang terinfeksi untuk tidak bekerja atau merekomendasikan rawat inap.

Ken Kikuchi, seorang profesor penyakit menular di Universitas Kedokteran Wanita Tokyo. Mengatakan dia “sangat prihatin” dengan peningkatan dramatis jumlah pasien dengan infeksi streptokokus invasif yang parah tahun ini. Ia yakin reklasifikasi Covid-19 adalah faktor terpenting di balik peningkatan infeksi streptokokus pyogenes, yang telah menyebabkan lebih banyak orang mengabaikan langkah-langkah dasar untuk mencegah infeksi, seperti disinfeksi tangan secara rutin.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: CNBC
Nisrina Maret 19, 2024 Maret 19, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Kulit Kering Lebih Mudah Terkena Infeksi, Benarkah? Kulit Kering Lebih Mudah Terkena Infeksi, Benarkah?
Next Article 7 Manfaat Jalan Kaki Sore Bagi Kesehatan, Yuk Mulai Lakukan! 7 Manfaat Jalan Kaki Sore Bagi Kesehatan, Yuk Mulai Lakukan!
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?