Bolehkah konsumsi kolak setiap berbuka puasa? Pertanyaan ini mungkin terbesit dalam pikiranmu. Sebagian besar masyarakat menyukai kolak. Rasanya, tanpa kolak, rasanya seperti ada yang kurang pada momen tertentu.
Kolak pada dasarnya adalah campuran buah-buahan yang tersaji bersama santan dan gula merah. Selain kelezatan dan rasa kenyang yang tertawarkan, perlu kita tahu bahwa kolak juga mengandung kalori yang cukup tinggi.
Kalori dalam Semangkuk Kolak Setara dengan 200 Gram Nasi

Taukah kamu, kalori dalam semangkuk kolak setara dengan nasi berukuran 200 gram. Dalam semangkuk kolak itu terdiri dari 200 gram pisang tanduk, 40 gram gula merah, 20 gram labu kuning, 20 gram ubi, dan 80 ml santan. Lalu, bagaimana dengan nilai gizi dari semangkuk kolak itu? Berdasarkan isian yang telah dipaparkan, tercatat terdapat 10,9 lemak, 55,34 karbohidrat, 0,98 protein, dan 306,42 energi.
Bolehkah Konsumsi Kolak Setiap Berbuka Puasa?

Siapa yang suka kalap makan saat berbuka puasa? Semua makanan dibabat habis tanpa sisa, tidak terkecuali kolak. Bicara soal menu buka puasa, bolehkah mengonsumsi kolak setiap hari? Tidak sedikit orang beranggapan bahwa tidak baik mengonsumsi kolak setiap hari. Namun, kalau suka sekali dengan kolak, bagaimana?
Dokter gizi bernama Inge Permadhi mengatakan, tidak ada larangan mengonsumsi kolak setiap hari. Menurutnya, boleh saja mengonsumsinya setiap hari asalkan… dalam jumlah sedikit dan terimbangi dengan olahraga, mengutip CNN Indonesia.
Kenapa harus dalam jumlah sedikit? Kandungan nutrisi yang ada dalam semangkuk kolak terdominasi karbohidrat. Terbayang bukan, jika terlalu banyak mengonsumsinya bisa memicu kenaikan berat badan. Apalagi jika sehabis makan kolak lanjut makan berat. Selain itu, kolak juga bercita rasa manis. Jika berlebihan mengonsumsinya bisa memicu naiknya kadar gula berlebih.
Jadi, kunci dari mengonsumsi kolak adalah porsi makannya. Jika porsinya tidak berlebihan, imbangi dengan pemenuhan nutrisi lainnya serta olahraga. Maka tidak akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
