Sepatu Bata mulai tutup pabrik dan PHK karyawan belakangan ini karena beberapa alasan. Siapa yang tidak mengenal brand sepatu Bata yang dahulu memiliki outlet di mana-mana? Sepatu Bata dulu sangat populer di kalangan masyarakat karena menawarkan berbagai desain sepatu dan sandal dengan harga yang terjangkau.
Namun, belakangan ini, toko sepatu Bata mulai sepi pengunjung di tengah kehadiran berbagai brand sepatu lokal lainnya yang semakin marak. Kabar terbaru adalah penutupan pabrik mereka di Purwakarta, Jawa Barat, per tanggal 30 April 2024.
Alin Kosasih, Ketua Pimpinan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), menyampaikan kepada CNBC Indonesia pada tanggal 6 Mei bahwa setidaknya ada 230 buruh yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat penutupan pabrik milik PT. Sepatu Bata Tbk.
Sepatu Bata Mulai Tutup Pabrik dan PHK Karyawan
Alasan Pabrik Sepatu Bata Tutup

Adapun alasan tutupnya pabrik Sepatu Bata di Purwakarta itu karena telah merugi akibat menurunnya permintaan. Mengutip CNN Indonesia, Corporate Secretary Sepatu Bata, Hatta Tutuko, menyampaikan Bata telah melakukan berbagai upaya selama 4 tahun terakhir di tengah kerugian dan tantangan industri akibat pandemi Covid-19. Namun kendala juga ditemukan dari segi perilaku konsumen yang berubah begitu cepat.
Terkait kerugian, Hatta menutur kapasitas produksi pabrik jauh melebihi kebutuhan yang diperoleh secara berkelanjutan dari pemasok lokal di Indonesia. Sebab itu, mereka pun menutup operasional pabrik.
Namun melansir DetikFinance yang mengutip laporan keuangan konsolidasian yang diunggah PT. Sepatu Bata Tbk di Keterbukaan Informasi BEI, Bata mengalami kerugian sebesar Rp188,41 miliar di tahun 2023. Angka kerugian itu naik 75,83% dari tahun 2022 yang mencapai Rp 107,15 miliar. Laporan keuangan juga mencatat penurunan penjualan total sebesar 5,2% menjadi Rp609,61 miliar di tahun 2023.
Berkiprah Puluhan Tahun sampai Dikira Brand Indonesia

Perusahaan Sepatu Bata sendiri sering kali teranggap brand lokal, Beauties. Padahal, Bata merupakan perusahaan dari Republik Ceko. Pendirinya, yaitu Tomáš Bata dan saudara-saudaranya pun berasal dari Republik Ceko, mendirikan perusahaan Bata pada tahun 1894.
Kesuksesan mereka pertama kali yaitu saat mendapat orderan sepatu tentara Austro-Hongaria hingga mencapai 50 ribu buah. Bata pun mengembangkan bisnisnya secara global, memasuki lebih dari 70 negara dengan 21 negara sebagai tempat produksi termasuk Indonesia.
Di Indonesia sendiri, PT. Sepatu Bata Tbk baru tercatat beroperasi tahun 1939 dan tercatat sebagai perusahaan asing hingga 1978 sehingga tidak bisa menjual langsung ke pasar, melainkan hanya sebagai importir. Namun karena keseriusannya ingin mengembangkan bisnis di Indonesia, PT. Sepatu Bata Tbk melantai di Bursa Efek Jakarta. Tahun 1982, kode saham BATA resmi terdaftar sebagai emiten.
