By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Suku Cia-Cia di Pulau Buton Indonesia Gunakan Aksara Korea
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Suku Cia-Cia di Pulau Buton Indonesia Gunakan Aksara Korea

Nisrina
Last updated: 2024/06/07 at 1:17 PM
Nisrina
Share
3 Min Read
Suku Cia-Cia di Pulau Buton Indonesia Gunakan Aksara Korea
Credit: sampaijauh
SHARE

Suku Cia-Cia di Pulau Buton gunakan aksara Korea dalam kehidupan sehari-hari. Di antara 1.340 suku bangsa di Tanah Air, terdapat satu suku unik bernama Cia-Cia yang mendiami Pulau Buton, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Sekitar 80 ribu jiwa dari suku Cia-Cia tinggal di Kelurahan Karya Baru, yang berjarak sekitar 20 kilometer ke arah timur Kota Baubau.

Contents
Suku Cia-Cia di Pulau Buton Indonesia Gunakan Aksara KoreaNiat Awal Ingin Melestarikan Bahasa Cia-CiaPelafalan Bahasa Cia-Cia Mirip dengan Huruf KoreaJadi Mata Pelajaran di Sekolah

Keunikan suku Cia-Cia terletak pada kemampuan mereka menulis menggunakan huruf-huruf Korea, atau Hangeul, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa! Namun, ini bukan karena mereka gemar menonton K-Drama. Warga kampung di sana menggunakan aksara Hangeul untuk komunikasi tertulis, tetapi bahasa yang mereka gunakan tetaplah bahasa asli suku mereka, yaitu Bahasa Cia-Cia.

Bahasa Cia-Cia di Pulau Buton merupakan bahasa lisan yang suku Cia-Cia gunakan. Namun, bahasa tersebut tidak memiliki aksara untuk sistem penulisannya. Untuk melestarikan bahasa suku Cia-Cia, mereka mengadopsi aksara Hangeul sebagai bentuk tulisan dari bahasa Cia-Cia. Aksara ini juga berguna  untuk penunjuk tempat-tempat umum, seperti nama jalan, halte, dan sekolah.

Jadi, bagaimana aksara Hangeul yang berasal dari Korea bisa sampai ke Pulau Buton? Berikut beberapa fakta unik tentang bahasa Cia-Cia.

Suku Cia-Cia di Pulau Buton Indonesia Gunakan Aksara Korea

Niat Awal Ingin Melestarikan Bahasa Cia-Cia

Awal mula Suku Cia-Cia mengenal aksara dari Negeri Ginseng itu terjadi sekitar awal tahun 2000-an. Walikota Baubau saat itu, Amirul Tamin ingin melestarikan bahasa Cia-Cia di Buton yang bisa terancam punah. Pasalnya, Bahasa Cia-Cia merupakan bahasa tutur yang digunakan untuk berkomunikasi secara lisan oleh orang Cia-Cia. Mereka tidak memiliki sistem aksara sendiri untuk mengabadikan pelafalan bahasa mereka. Bahasa Cia-Cia sempat dipertimbangkan untuk ditulis dalam aksara Arab gundul. Namun, rupanya tidak semua bunyi konsonan bahasa Cia-Cia bisa ditulis dengan huruf Arab.

Pelafalan Bahasa Cia-Cia Mirip dengan Huruf Korea

Suku Cia-Cia di Pulau Buton Indonesia Gunakan Aksara Korea

Pada tahun 2005, seorang guru besar asal Korea Selatan, Profesor Chun Thay Hyun, meneliti kepulauan Buton dan tertarik dengan bahasa Cia-Cia. Alasannya, bahasa tersebut ternyata memiliki kemiripan pelafalan dengan bahasa Korea dan cocok dengan bunyi aksara Hangeul. Sebab, entakan ketika berbicara bahasa Cia-Cia hampir mirip dengan bahasa tutur Korea.

Organisasi kemasyarakatan dari Korea, Hunminjeongeum Research Institute datang ke Buton pada tahun 2008 atas saran dari Prof. Chun Thay Hyun. Institut ini telah bertahun-tahun menyebarkan penggunaan abjad Korea di seluruh Asia. Akhirnya, penggunaan huruf Hangeul untuk menulis bahasa Cia-Cia mulai dikenalkan ke banyak orang.

 

Jadi Mata Pelajaran di Sekolah

Pemerintah Kota Baubau juga bekerja sama dengan Hunminjeongeum Research Institute untuk menyusun bahan ajar kurikulum muatan lokal tentang bahasa Cia-Cia dengan huruf Hangeul. Para pelajar setiap tingkat pun mulai belajar  cara menulis huruf Hangeul sebagai upaya melestarikan bahasa Cia-Cia.

Berkat aksara Hangeul itu, kini pemerintah setempat telah membuat naskah bahasa Cia-Cia dalam tiga terjemahan, yakni Indonesia, Inggris, dan Korea. Keunikan ini sekaligus membuat nama Cia-Cia terkenal hingga ke mancanegara

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: beautinesia
Nisrina Juni 7, 2024 Juni 7, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Alasan Jangan Tandai Koper dengan Pita Berwarna Cerah Alasan Jangan Tandai Koper dengan Pita Berwarna Cerah
Next Article Penyebab Bau Mulut Saat Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya Penyebab Bau Mulut Saat Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?