Dalam dunia bisnis, langkah untuk mengembangkan perusahaan sering kali melibatkan keputusan untuk menjadi perusahaan publik. Pada tahun 2021 ini, banyak startup yang bersiap untuk melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. IPO merupakan langkah penting bagi perusahaan untuk mendapatkan modal besar dan menarik minat investor. Berikut adalah rincian mengenai tiga startup yang siap untuk melangkah ke dunia bursa saham.
1. GoTo (Gojek – Tokopedia)
GoTo Group merupakan hasil gabungan antara dua raksasa startup Asia Tenggara, Gojek dan Tokopedia. Dengan total 650 juta perusahaan rintisan di bawah naungan mereka, GoTo Group tengah mempersiapkan diri untuk IPO di Bursa Efek Indonesia. Mereka berencana menggalang dana melalui penawaran umum perdana senilai USD$ 2 miliar. Keputusan mereka untuk memulai dengan bursa saham lokal sebelum melangkah ke bursa AS di Wall Street menunjukkan komitmen untuk perkembangan bisnis dalam negeri. Perkiraan valuasi GoTo Group mencapai USD$ 25 miliar hingga USD$ 30 miliar, dan mereka akan menggunakan skema tanpa lock up saham untuk memberikan fleksibilitas bagi pemegang saham.
2. Traveloka
Startup Traveloka, yang telah berhasil menjadi unicorn dengan total valuasi sekitar Rp 311,75 triliun, bersiap untuk go public. Mereka akan mencatatkan sahamnya melalui merger dengan special purpose acquisition company (SPAC), Bridgetown Holdings Ltd., di bursa Amerika Serikat. Traveloka akan bersaing dengan Grab yang juga telah melakukan IPO melalui SPAC. Meskipun pandemi berlangsung, Traveloka berhasil mengumpulkan dana sekitar USD$ 250 juta, menambah layanan, dan melakukan ekspansi ke tujuh negara serta mengakuisisi beberapa pesaingnya.
3. J&T Express
J&T Express, yang berfokus pada ekspedisi logistik, adalah perusahaan rintisan Indonesia lainnya yang siap untuk IPO. Meskipun relatif baru, J&T Express telah mendapatkan status unicorn di Indonesia dengan nilai valuasi di atas US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,5 triliun. Perusahaan ini rencananya akan melakukan IPO di Wall Street, AS, untuk memperluas basis investor dan mendapatkan modal lebih besar. Diperkirakan nilai kapitalisasi perusahaan mencapai US$ 7,8 miliar.
Dengan semakin banyaknya startup yang bergerak menuju dunia bursa saham, ini menunjukkan perkembangan ekosistem bisnis dan teknologi di Indonesia. IPO menjadi pintu gerbang untuk mendapatkan dana segar, memperluas jangkauan, serta menunjukkan potensi dan keberlanjutan bisnis. Para investor dan masyarakat pun akan menyaksikan bagaimana startup yang telah tumbuh menjadi raksasa dalam ekonomi digital, melangkah ke panggung global dalam bentuk IPO.
