By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: 4 Alasan Perempuan Menjadi Korban Kekerasan Sulit Speak Up
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

4 Alasan Perempuan Menjadi Korban Kekerasan Sulit Speak Up

Nisrina
Last updated: 2024/01/09 at 1:33 PM
Nisrina
Share
3 Min Read
4 Alasan Perempuan Menjadi Korban Kekerasan Sulit Speak Up
Credit: Pinterest
SHARE

4 alasan perempuan menjadi korban kekerasan dan sulit untuk speak up ini penting bagi kita ketahui. Kejadian kekerasan sering kali menghiasi lingkungan sekitar kita, khususnya dalam bentuk kekerasan dalam hubungan yang sering menimpa perempuan. Menanggapi fenomena ini, respons yang paling masuk akal bagi korban adalah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang atau orang terdekat.

Contents
4 Alasan Perempuan Menjadi Korban Kekerasan Sulit Speak UpRisiko yang Mengancam NyawaProses Hukum yang RumitTraumatisTerisolasi

Namun, sayangnya, sebagian besar perempuan yang menjadi korban kekerasan cenderung memilih untuk menjaga keheningan dan enggan melapor. Menurut informasi dari Glamour, terdapat beberapa alasan yang mendasari ketidakberanian korban kekerasan untuk bersuara meskipun telah mengalami kekerasan dalam hubungan.

4 Alasan Perempuan Menjadi Korban Kekerasan Sulit Speak Up

Risiko yang Mengancam Nyawa

4 Alasan Perempuan Menjadi Korban Kekerasan Sulit Speak Up

Dalam kebanyakan kasus kekerasan, waktu paling berbahaya bagi korban adalah ketika mereka memilih untuk pergi. Hal ini mungkin bisa menjelaskan mengapa rata-rata korban membutuhkan hingga 7 kali percobaan sebelum bisa benar-benar meninggalkan pelaku.

Sayangnya, ketika korban memutuskan untuk pergi atau melaporkan kasus kekerasan tersebut, pelaku akan merasa kehilangan kuasa dan kemampuan untuk mengontrol korban. Hasilnya, pada tahun 2018, dilaporkan bahwa sebanyak 41 persen perempuan yang terbunuh oleh pasangan atau mantan pasangannya di Inggris, Wales, dan Irlandia Utara telah berpisah atau sedang mengambil langkah untuk mempersiapkan perpisahan tersebut.

 

Proses Hukum yang Rumit

4 Alasan Perempuan Menjadi Korban Kekerasan Sulit Speak Up

Selain berisiko, melaporkan tindakan kekerasan kepada polisi hampir tidak pernah menjadi pilihan pertama dari korban karena hilangnya rasa percaya terhadap institusi tersebut. Proses yang panjang untuk menuju persidangan dan penangkapan yang berpotensi membangkitkan trauma juga menjadi alasan keengganan untuk melapor.

Bahkan jika seorang anak terlibat dalam kasus ini, maka korban akan diarahkan ke pengadilan keluarga. Padahal, beberapa juru kampanye feminis menganggap pengadilan ini kerap digunakan oleh pelaku untuk terus berusaha mengontrol mantan pasangannya.

 

Traumatis

Kekerasan dalam hubungan meninggalkan trauma yang membuat korban bisa saja mengalami gangguan stres pasca-trauma.  Perempuan yang mengalami kekerasan dua kali lebih berisiko untuk mengalami depresi. Bahkan, perkiraan dalam 1 minggu ada sekitar 3 perempuan meninggal karena bunuh diri akibat kekerasan dalam hubungan.

Hal ini senada dengan yang terungkap dalam blog Women’s Aid yang menyatakan bahwa korban memiliki kebebasan yang terbatas untuk membuat keputusan dalam hubungan yang sarat kekerasan. Mereka mengalami trauma dan selalu mendengar bahwa mereka tidak bisa sendirian dan membutuhkan pasangannya.

Ketakutan yang terus-menerus dialami ini membuat mereka hidup setiap hari dalam sebuah teror. Tidak mengherankan jika bagi sebagian besar korban, fokus untuk sembuh dari trauma serius ini lebih penting daripada harus mengejar keadilan dari pihak lain meskipun sebenarnya kedua hal ini seringkali berhubungan.

Terisolasi

Kebanyakan pelaku kekerasan dalam hubungan secara sengaja mengisolasi pasangannya dari keluarga, teman, dan orang yang bisa memberikan dukungan apa pun. Isolasi membuat korban menjadi sangat bergantung pada pasangannya tersebut. Sayangnya, hal ini membuat korban tidak punya tempat untuk meminta bantuan dan bercerita tentang hal yang mereka alami. Inilah yang menyebabkan korban sulit untuk meninggalkan hubungan itu.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: beautinesia
Nisrina Januari 9, 2024 Januari 9, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 5 Artis Perempuan Paling Anti Pamer dan Flexing Harta Kekayaan 5 Artis Perempuan Paling Anti Pamer dan Flexing Harta Kekayaan
Next Article Kisah Perempuan Jutawan 36 Tahun, dari FOMO Jadi Kaya Raya Kisah Perempuan Jutawan 36 Tahun, dari FOMO Jadi Kaya Raya
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?