Fluktuasi penjualan adalah hal yang lumrah dalam bisnis, termasuk restoran. Pada awalnya, beberapa restoran mungkin berhasil menguasai pasar dan menjadi favorit masyarakat.
Namun, seiring berjalannya waktu, restoran-restoran ini mungkin mulai kesulitan bertahan atau bersaing dengan merek-merek baru, yang menyebabkan penurunan minat pelanggan, penurunan pendapatan, dan bahkan penutupan gerai.
Berikut ini adalah beberapa restoran yang pernah viral dan memiliki banyak penggemar, tetapi sekarang mulai mengurangi jumlah gerainya.
1. Pecel Lele Lela

Brand ini memiliki misi membuat comfort food sederhana berupa lele goreng dan sambal menjadi lebih modern dan nge-hits. Menu-menu yang tersedia di setiap gerainya yakni lele original, lele goreng tepung, lele fillet kriuk, lele saos padang, ayam bakar madu, lele mayones, ayam penyet sambal Lela, ayam cabe ijo, hingga ayam suwir bumbu Bali. Adapun minuman andalannya di sini adalah sop buah yogurt dan es kedondong kiamboy.
Dulunya, Pecel Lele Lela tersebar di beberapa daerah Jabodetabek, dari Depok hingga Rawamangun. Namun, sekarang cabangnya hanya tersisa di Tebet. Tepatnya di Jalan KH Abdullah Syafei No.30, Tebet, Jakarta Selatan. Buka pukul 10:00-20:00. Untuk kamu yang ingin bernostalgia dengan citarasa pecel Lela, kamu bisa mendatangi gerainya di Tebet ya.
2. Ayam Bakar Wong Solo

Restoran bermenu spesial ayam bakar dan ayam goreng ini dulu viral dan mengundang kontroversi karena pemiliknya, Puspo Wardoyo, mengklaim bahwa dirinya adalah presiden poligami. Kini, gerai Ayam Bakar Wong Solo hanya tersisa di Jalan Pemuda, Jalan Letjen Suprapto, dan Lapangan Ros Utara.
Beberapa sumber menyatakan bahwa ditutupnya beberapa cabang Ayam Bakar Wong Solo adalah karena adanya sentimen terhadap perilaku poligami oleh masyarakat.
3. Fish & Co.

Dilansir dari CNN Indonesia, seluruh gerai Fish & Co. ditutup per 31 Desember 2022 setelah 19 tahun beroperasi. Ditutupnya gerai restoran fish and chips yang sudah tersebar hampir di seluruh Indonesia ini mengikuti berhentinya GF Culinary sebagai pemegang lisensi merk restoran itu di Indonesia.
4. Warunk Upnormal

Terbaru, franchise restoran yang mulai gerainya mulai berguguran adalah Warunk Upnormal. Selain terkena dampak pandemi Covid-19, sajian menu yang mahal namun dibanderol dengan harga murah sehingga tidak dapat menutupi biaya penjualan merupakan sebagian dari penyebab mulai ditutupnya gerai restoran yang biasanya dipenuhi oleh anak-anak muda ini. Demikianlah informasi yang dilansir dari detikFinance.
