By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: 5 Fase Rawan dalam Pernikahan, Antisipasi dari Sekarang!
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

5 Fase Rawan dalam Pernikahan, Antisipasi dari Sekarang!

Nisrina
Last updated: 2024/05/10 at 8:53 AM
Nisrina
Share
5 Min Read
5 Fase Rawan dalam Pernikahan, Antisipasi dari Sekarang!
Credit: Pinterest/Bridgette Wuest Photography
SHARE

5 fase rawan dalam pernikahan ini penting bagi kita ketahui untuk mengantisipasinya dari sekarang. Pernikahan adalah komitmen seumur hidup yang diharapkan bertahan selamanya. Namun, seperti halnya dalam kehidupan, perjalanan menuju pernikahan yang bahagia bisa menghadapi berbagai tantangan.

Contents
5 Fase Rawan dalam PernikahanTahun Pertama Pernikahan: Tahap Realisasi3-4 Tahun Menikah: “Zona Nyaman” yang Berbahaya5-7 Tahun Menikah: Fenomena 7 Tahun Pernikahan10-15 Tahun Menikah: Masa yang Sulit20-30 Tahun Menikah: Krisis Paruh Baya dan “Perceraian Abu-Abu”

Saat membangun rumah tangga, wajar jika pasangan mengalami fase-fase yang rawan. Namun, menghadapi krisis pernikahan adalah bagian alami dari pertumbuhan hubungan. Jadi, jika kamu masih baru menikah, tak perlu khawatir jika menghadapi tantangan. Sebaliknya, hal itu menandakan bahwa hubunganmu sedang berkembang.

Lalu, apa saja fase-fase rawan tersebut? Berikut ini kami merangkumnya berdasarkan informasi dari laman Bright Side.

5 Fase Rawan dalam Pernikahan

Tahun Pertama Pernikahan: Tahap Realisasi

Tahap realisasi

Tahap realisasi umum terjadi setelah 6-12 bulan hidup bersama, ungkap Rita DeMaria, seorang terapis pernikahan dan keluarga kepada Bright Side. Di fase tersebut kamu mulai melihat kekurangan pasangan diluar kebiasaannya yang bagimu kurang menyenangkan. Kekurangan pasangan tersebut jangan dijadikan alasan untuk saling menggugat, karena di fase tersebut kamu dan pasangan perlu belajar bekerjasama sebagai sebuah tim.

Kamu dan pasangan perlu saling berbicara jujur tentang kekurangan masing-masing untuk bisa saling menerima. Ingat, tidak ada pasangan yang sempurna sehingga kalian perlu belajar bahwa alih-alih mendebatkan kelemahan masing-masing, fokuslah dengan kelebihan yang dimiliki. Capailah kesepakatan dan kompromi apabila kekurangan dari masing-masing pribadi ternyata bisa dirubah secara perlahan-lahan. Pada poin ini, komunikasi merupakan hal yang penting diterapkan.

 

3-4 Tahun Menikah: “Zona Nyaman” yang Berbahaya

5 Fase Rawan dalam Pernikahan, Antisipasi dari Sekarang!

Fase rawan yang satu ini mungkin menjadi salah satu penyebab mengapa banyak pasangan bercerai di usia pernikahan sekitar 3 tahun. Penelitian yang dilakukan terhadap 2.000 pasangan menikah di Inggris menunjukkan bahwa dalam 3 setengah tahun, pasangan mulai menganggap remeh satu sama lain, dan berhenti mengatakan kalimat sayang satu sama lain.

Di masa ini setiap pasangan menemukan “zona nyaman” masing-masing. Di satu sisi, hal tersebut merupakan perasaan aman dan rileks yang luar biasa, namun di sisi lain, hal-hal tidak menyenangkan menjadi hal biasa dalam hidup mereka sehingga bisa menjadi hal yang berbahaya bagi hubungan.

Untuk itu, pasangan perlu saling mengesampingkan perasaan cuek mereka dan kembali membiasakan untuk saling memuji. Tumbuhkan lagi perasaan romantis dengan mengungkapkan rasa cinta atau memberikan kejutan-kejutan kecil.

 

5-7 Tahun Menikah: Fenomena 7 Tahun Pernikahan

Dalam psikologi barat, usia pernikahan 7 tahun adalah salah satu masa paling kritis dalam setiap pernikahan. Di waktu tersebut, pasangan sudah memiliki kehidupan yang baik, hubungan yang mapan, dan pasangan memperlakukan satu sama lain seolah-olah mereka sedang melakoni peran suami istri secara otomatis, yang merupakan kesalahan besar. Dampaknya, ketertarikan terhadap satu sama lain berkurang karena rutinitas. Untuk itu, pasangan perlu mempertahankan berlangsungnya komunikasi yang lebih tulus dan emosional.

Masalah kecil yang ada juga perlu diselesaikan secepat mungkin dan tidak membiarkannya berlarut-larut. Agar hubungan lebih fresh, kamu dan pasangan juga bisa merencanakan sesuatu yang bisa direalisasikan di masa depan, seperti berlibur, berencana membeli perabot baru, atau bahkan merenovasi rumah.

 

10-15 Tahun Menikah: Masa yang Sulit

5 Fase Rawan dalam Pernikahan, Antisipasi dari Sekarang!

Usia pernikahan ke-10 tahun menjadi ambang batas tersulit dalam hubungan. Pada periode waktu tersebut, perempuan mempunyai tanggung jawab yang sangat besar karena perlu mengurus anak, mengurus rumah, dan bahkan juga harus bekerja. Kurangnya waktu istirahat dari tanggungjawab tersebut membuat kualitas hubungan juga ikut menurun. Bahkan di masa tersebut suami mulai menganggap istrinya kurang menarik.

Jangan kalah dengan ego ya, Beauties. Di fase ini, kamu disarankan untuk lebih sering bercanda dengan pasangan serta fokus pada sisi positif pernikahan dan kelebihan yang dimiliki pasangan. Tidak perlu membandingkan kondisi pernikahanmu dengan kisah cinta orang lain karena setiap rumah tangga memiliki standar kebahagiaannya masing-masing.

 

20-30 Tahun Menikah: Krisis Paruh Baya dan “Perceraian Abu-Abu”

Berita tentang seseorang yang bercerai setelah 20 tahun pernikahan mungkin cukup mengejutkan banyak orang. Orang-orang berpikir jika pasangan bisa bertahan selama 20 tahun pernikahan, bukankah cukup mudah untuk mempertahankannya 10 tahun kedepan? Nyatanya, fase rawan juga terjadi di usia 20 – 30 tahun setelah menikah. Krisis 20 tahun pernikahan terjadi karena krisis paruh baya pribadi kedua pasangan.

Efeknya bertambah buruk dengan menyebutnya sindrom sarang kosong, yaitu ketika anak-anak tumbuh besar. Kebanyakan meninggalkan rumah keluarga sementara pasangannya tinggal sendirian, seperti pada awal hubungan mereka. Pasangan mungkin merasa pernikahan mereka telah habis karena misi utamanya telah selesai atau mengalami “perceraian abu-abu”.

Untuk mencegahnya, pasangan bisa mencari makna dari keberadaan satu sama lain. Jika hanya tinggal berdua saja sementara anak-anak sudah mandiri, maka kamu dan pasangan bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Seperti melakukan olahraga bersama, membuat tujuan baru atau bahkan berlibur bersama.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: beautinesia
Nisrina Mei 10, 2024 Mei 9, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Tips untuk Mendapatkan Igari Makeup Look, Fresh dan Cute! Tips untuk Mendapatkan Igari Makeup Look, Fresh dan Cute!
Next Article 4 Penyebab Sulit Fokus dan Konsentrasi, Yuk Ubah Sekarang! 4 Penyebab Sulit Fokus dan Konsentrasi, Yuk Ubah Sekarang!
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?