By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: 5 Jenis Skrining untuk Mendeteksi Penyakit Menular Seksual
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

5 Jenis Skrining untuk Mendeteksi Penyakit Menular Seksual

Nisrina
Last updated: 2024/03/13 at 8:49 AM
Nisrina
Share
6 Min Read
5 Jenis Skrining untuk Mendeteksi Penyakit Menular Seksual
Credit: Pinterest
SHARE

5 jenis skrining untuk mendeteksi penyakit menular seksual ini penting bagi kita mengatahuinya. Berbicara tentang kesehatan seks masih teranggap sebagai topik tabu bagi sebagian besar orang. Padahal, penting untuk memberikan edukasi tentang Penyakit Menular Seksual (PMS) dan mendeteksinya sejak dini. Tidak kah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Contents
Pentingnya Melakukan Skrining STD5 Jenis Skrining untuk Mendeteksi Penyakit Menular Seksual1. Tes HPV2. Tes klamidia dan gonore3. Tes hiv, sifilis, dan hepatitis4. Tes genital herpes5. Tes Trikomoniasis

PMS atau Penyakit Menular Seksual adalah infeksi yang dapat menular melalui hubungan seksual dan dapat menyebar saat melakukan hubungan seks secara oral, vaginal, dan anal. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka mungkin sedang mengidap penyakit menular seksual. Akibatnya, kondisinya baru terdeteksi ketika sudah mencapai tingkat parah.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai jenis skrining yang dapat kamu lakukan untuk mendeteksi PMS? Silakan baca ulasannya di sini!

Pentingnya Melakukan Skrining STD

Siapa pun bisa terinfeksi penyakit menular seksual, termasuk wanita perawan yang belum pernah melakukan hubungan seks. Penyebaran PMS dapat terjadi melalui kontak kulit atau cairan tubuh. Bahkan, pasangan yang sudah menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom pun bisa berisiko tertular PMS. Sebab, kondom memang tidak sepenuhnya memberikan perlindungan terhadap PMS. Meskipun penyakit ini dapat mengobati dengan antibiotik, tapi organ reproduksi yang sudah rusak tidak mungkin bisa diperbaiki. Contohnya, klamidia sebagai salah satu penyebab utama infertilitas.

Banyak orang beranggapan bahwa klamidia mudah diobati, sehingga mereka lebih memilih untuk menunda pengobatan. Apalagi, kadang penyakit ini muncul tanpa gejala, tapi sebenarnya sudah merusakan sistem reproduksi. Lebih bahayanya, PMS akibat virus sulit untuk diobati. Jadi, begitu seseorang tertular penyakit ini, maka akan sulit untuk sembuh.

5 Jenis Skrining untuk Mendeteksi Penyakit Menular Seksual

Ada beberapa jenis skrining STD yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Tes HPV

Tes human papillomavirus (HPV) digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus yang menyebabkan berkembangnya kanker serviks, kutil kelamin, dan sel serviks abnormal. Namun, tes ini sebenarnya tidak memberitahu secara langsung jenis PMS yang diidap, melainkan hanya mendeteksi ada atau tidaknya HPV.

Pelaksanaan tes HPV dapat dilakukan bersamaan dengan tes pap smear. Tes pap smear merupakan tes yang dilakukan untuk menemukan perubahan sel abnormal pada leher rahim akibat kanker serviks. Jadi, sel tersebut akan dilihat di laboratorium untuk melihat normal atau tidaknya. Kamu bisa mencegah terjadinya infeksi HPV ini dengan beberapa cara. Seperti melakukan vaksin HPV, menggunakan kondom, dan membatasi jumlah pasangan seks.

2. Tes klamidia dan gonore

Klamidia dan gonore termasuk salah satu PMS yang umum terjadi, Sayangnya, kondisi klamidia sangat sulit didiagnosis apabila kamu belum melakukan skrining STD. Alasannya, jenis PMS ini sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun. Akan tetapi, pada wanita yang terinfeksi tanpa gejala, biasanya akan merasakan radang di bagian panggul hingga infertilitas. Bayi baru lahir dari wanita yang terinfeksi klamidia berisiko tinggi mengidap pneumonia klamidia neonatal

Sedangkan untuk gonore lebih sering menunjukkan gejala pada pria. Meskipun demikian, keduanya sama-sama bisa menjadi fasilitator untuk penularan HIV. Itulah kenapa harus segera mengecek skrining STD. Untuk skriningnya dilakukan lewat tes urine dan swab pada bagian dalam penis atau serviks.

Lalu, siapa sajakah yang sebaiknya melakukan skrining STD ini? Ini beberapa kriterianya:

  • Wanita berusia kurang dari 25 tahun yang aktif secara seksual.
  • Wanita berusia lebih 25 tahun yang berisiko lebih tinggi mengidap PMS.
  • Pria yang berhubungan seks dengan sesama pria.
  • Pengidap human immunodeficiency virus (HIV).
  • Wanita transgender yang melakukan hubungan seks dengan pria.
  • Orang yang dipaksa berhubungan intim.

3. Tes hiv, sifilis, dan hepatitis

Jika berisiko tinggi tertular PMS, setidaknya sekali seumur hidup kamu harus melakukan tes HIV. Sedangkan, skrining hepatitis direkomendasikan untuk yang berusia 18 tahun ke atas. Sementara itu, untuk tes sifilis dapat melakukannya apabila seseorang menunjukkan gejala atau memiliki pasangan seks yang menderita sifilis. Gejalanya akan muncul sekitar 2-3 minggu setelah terinfeksi. Contohnya seperti ruam kemerahan, luka kecil (bisa di kelamin, anus, rektum), demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga kelelahan.

Untuk mengetahui siapa saja yang harus melakukan tes ini, ini beberapa kriterianya:

  • Menunjukkan gejala infeksi.
  • Pria yang berhubungan intim dengan pria.
  • Sedang atau berencana untuk hamil.
  • Hasil tes STD lainnya positif.
  • Mempunyai lebih dari satu pasangan seks.

4. Tes genital herpes

Herpes genital karena adanya infeksi dari virus herpes simplex tipe 1 atau virus herpes simplex tipe 2. Sama seperti klamidia, pengidap genital herpes juga tidak menunjukkan gejala. Namun, jika muncul gejala, biasanya tertandai dengan luka melepuh di bagian kelamin, rektum, atau mulut. Luka ini biasanya memerlukan waktu hingga seminggu untuk bisa sembuh. Saat seseorang terkena penyakit ini, butuh waktu hingga 16 minggu setelah terpapar untuk mendapatkan hasil tes yang akurat.

5. Tes Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual yang penyebabnya oleh jamur. Infeksi ini biasanya melibatkan organ genital. Contohnya, untuk wanita terjadi pada vagina, sedangkan pria terjadi pada uretra (saluran di penis). Penularan trikomoniasis biasanya terjadi melalui hubungan seks tanpa pengaman dengan pasangan yang mengidap infeksi tersebut.

Kebanyakan pengidap trikomoniasis tidak menunjukkan gejala apa pun, sehingga sulit untuk dideteksi. Meskipun tidak terlalu serius, jika membiarkannya juga bisa meningkatkan risiko tertular PMS lainnya. Termasuk HIV. Frekuensi skrining STD setiap orang berbeda-beda, tergantung gejala dan kondisi yang teralaminya.

 

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Maret 13, 2024 Maret 13, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 4 Zodiak yang Miliki Work-Life Balance Terbaik 4 Zodiak yang Miliki Work-Life Balance Terbaik
Next Article Hal yang Memicu Sakit Tenggorokan di Bulan Puasa Hal yang Memicu Sakit Tenggorokan di Bulan Puasa
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?