6 fakta unik sidik jari ini tidak banyak orang yang mengetahuinya. Kamu mungkin sering mendengar bahwa setiap sidik jari adalah unik, karena tidak ada orang lain di dunia ini yang memiliki pola yang sama persis seperti milikmu.
Sidik jari mulai terbentuk sebelum kelahiranmu dan polanya berkembang seiring dengan pertumbuhanmu. Namun, ada beberapa fakta menarik tentang sidik jari yang mungkin belum banyak orang ketahui!
6 Fakta Unik Tentang Sidik Jari yang Jarang Diketahui
1. Sidik Jari telah Ada Sebelum Kamu Lahir

Melansir dari Reader’s Digest, tonjolan di ujung jari kita dibentuk sejak kita dalam kandungan ibu. Tepatnya bermula dari usia kandungan sekitar 10 minggu. Kemudian pada usia 17 minggu, pola-pola aneh, acak, dan unik ini sudah mulai terbentuk sepenuhnya. Gen yang mengontrol perkembangan lapisan dermal di bagian tubuh ini tampaknya menentukan ukuran, bentuk, dan pola yang menonjol.
2. Penting untuk Indra Peraba
Penelitian telah menunjukkan bahwa, tonjolan pada sidik jari kita meningkatkan sensitivitas sentuhan kita. Menurut penelitian dalam Journal of Neuroscience, bagian tepi sidik jari kita memiliki bidang reseptif yang berguna untuk membantu menunjukkan sensitivitas sentuhan manusia.
3. Sidik Jari Awalnya seperti Folikel Rambut

Menurut penelitian Headon, sidik jari awalnya tampak seperti potongan sel yang sama yang kemudian membentuk folikel rambut. Namun, bukannya berubah menjadi folikel rambut, sel-sel ini membentuk tonjolan yang berpola lingkaran. Lingkaran yang kecil yang bertanggungjawab untuk membentuk struktur kulit.
4. Ada Orang yang Terlahir Tanpa Sidik Jari
Orang yang terlahir tanpa sidik jari disebut adermaloglyphia. Kelainan ini sangat jarang terjadi dan menyebabkan kegagalan pembentukan punggung bukit sebelum lahir. Bantalan jari penderita adermatoglyphia seluruhnya rata. Kelainan genetik ini hanya ditemukan pada beberapa orang saja.
5. Sidik Jari Mencegah Luka

Pernahkah kamu memperhatikan, bahwa untuk melepuh di ujung jari tangan atau kaki lebih sulit daripada bagian tubuh lainnya? Hal ini terjadi karena tonjolan kulit yang membentuk sidik jari membantu mencegah lecet. Tonjolan kulit tersebut yang membuat kita lebih mudah meregang dan berubah bentuk, sehingga dapat melindungi kita dari lecet atau melepuh.
6. Sidik Jari Hewan
Tak hanya manusia yang memiliki sidik jari, hewan monyet dan kera memiliki sidik jari yang fungsinya mirip dengan manusia. Namun, ada lagi hewan yang sidik jarinya lebih mirip dengan manusia, yaitu koala. Koala mempunyai tonjolan di jari-jarinya yang mampu menghasilkan sidik jari hampir mirip dengan sidik jari manusia.
