7 cara menghindari phising modus penipuan baru penting untuk kita ingat dan waspadai. Apakah kamu sering menerima tautan dari orang yang tidak dikenal? Jangan cepat-cepat mengklik tautan tersebut karena bisa jadi itu adalah salah satu bentuk phishing.
Phishing adalah salah satu jenis penipuan yang melibatkan penipu yang berkomunikasi melalui email, panggilan telepon, atau SMS. Penipu menyamar sebagai pengirim tepercaya untuk mencuri informasi rahasiamu.
Mengutip McAfee, phishing dapat melalui email dan chat di aplikasi seperti SMS atau WhatsApp. Melalui pesan-pesan ini, penipu bisa menyamar sebagai orang dari perusahaan, lembaga keuangan, lembaga pemerintah, atau bahkan seseorang yang kamu kenal atau yang terkait dengan kepentinganmu.
Contoh pertama, ada pesan bahwa paket yang dikirimkan padamu mengalami masalah atau ada kesalahan dalam pengiriman. Lalu, kamu diminta untuk mengklik tautan yang diberikan untuk melacak pengiriman paketmu.
Contoh kedua, kamu diinformasikan bahwa ada aktivitas yang tidak biasa di kartu kreditmu. Kamu pun diarahkan untuk mengklik tautan yang dikirimkan untuk mengurusnya.
Contoh ketiga, kamu diberitahu bahwa kamu memiliki utang yang harus segera dibayar melalui nomor atau tautan yang diberikan oleh oknum tersebut.
Contoh-contoh di atas efektif karena mengandung urgensi dan terkait dengan kewajiban sehari-harimu, terutama di bidang transaksi keuangan. Mereka menggunakan kalimat yang meyakinkan sehingga kamu bisa langsung percaya dan terpengaruh untuk mengikuti langkah-langkah yang diinstruksikan.
Nah, di titik inilah kamu harus berhati-hati dan mencegah diri untuk segera mengklik tautan atau lampiran yang dikirimkan. Sebab, di tautan itulah penipu mencoba mencuri data pribadimu. Berikut adalah beberapa cara menghindari phishing.
7 Cara Menghindari Phising Modus Baru Penipuan
1. Teliti Sumber Informasi Terlebih Dahulu
Berhenti sejenak sebelum memutuskan untuk menindaklanjuti pesan yang kamu terima dari orang yang tidak kamu kenal. Waspadalah terhadap pesan yang mengarahkanmu untuk memberitahukan informasi pribadimu. Misalnya, alamat rumah, nomor rekening, nomor identitas, dan sebagainya.
Beberapa serangan phishing terlihat cukup meyakinkan sehingga kamu bisa saja langsung percaya bahwa ini memang dari sumber terpercaya. Namun, jangan langsung mengklik tautan dalam pesan itu. Segeralah buka website resmi organisasi atau perusahaan yang disebutnya dan tanyakan langsung mengenai klaim dari penipu itu kepada nomor layanan pelanggan atau email resmi perusahaan itu tentang keabsahannya.
2. Jangan Langsung Men-download Lampiran dan Link

Seperti yang telah dibahas di awal, beberapa serangan phishing menyertakan lampiran (misalnya yang berformat .pdf atau .doc) atau link yang mengandung ransomware, virus, dan keylogger. Jika kamu menerima pesan dengan lampiran yang aneh dan tidak biasa, sekalipun dari orang yang kamu kenal, tanyakan langsung kepada orang tersebut. Sebab, sangat mungkin penipu membajak atau memalsukan nomor HP atau akun email orang untuk menyebarkan malware.
3. Jaga Informasi Pribadimu

Hapus informasi pribadimu seperti email pribadi, nomor HP, nomor rekening, alamat rumah, dan sebagainya di media sosial. Begitu juga di website atau laman lain yang membutuhkan data saat register, atau di tempat-tempat lain yang rawan menjadi tempat penipuan. Selain bisa disalahgunakan, datamu juga bisa diperjualbelikan untuk menipu orang lain lagi.
4. Gunakan Software Perlindungan Online
Perangkat lunak untuk melindungi akunmu dari retasan dan penipuan perlu untuk kamu pasang di gadget-mu seperti laptop dan HP. Hal ini dapat mengamankanmu dari unduhan dan tautan berbahaya, dan dapat memblokir situs malware dan phising. Karena kamu tak akan pernah tahu, sang penipu dapat menemuimu di mana. Apakah di transaksi perbelanjaan, perbankan, atau track orderan perjalanan di aplikasi kendaraan online.
5. Ubah Password secara Berkala

Ubah password-mu di media sosial, email, dan aplikasi lainnya secara berkala. Hal ini dapat mencegah pelaku phising mengakses akunmu. Melindungi diri secara ekstra dengan mengganti kata sandi dapat mencegah penyusupan dan serangan berkalanjutan dari pelaku phising. Demikian tips yang dilansir dari Lepide.
6. Jangan Terpengaruh dengan Pop-up

Kemunculan pop-up di layar ponsel atau laptop tidak hanya menjengkelkan, tapi juga sering berkaitan dengan upaya serangan phising. Cara ini membuatmu ingin cepat-cepat menutupnya. Namun, kamu tetap harus mawas diri dan jangan pernah tergoda untuk mengklik bagian manapun dari pop-up yang muncul di layar gadget-mu ya.
7. Selalu Perbarui Browser-mu

Perbarui browser-mu secara berkala untuk memberi keamanan prima untuk akun-akun dan data pribadimu yang tersimpan di gadget-gadget-mu. Kalau bisa, gunakan pula firewall berkualitas tinggi untuk melindungimu dari penyusup atau pelaku phising. Demikian tips ketujuh yang dikutip dari OCC.
Itulah 7 cara menghindari phising yang dapat kamu waspadai. Semoga artikel ini dapat membantumu terhindar dari jebakan phising ya!
