By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: 7 Mitos tentang Partisipasi Perempuan di Dunia Kerja
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

7 Mitos tentang Partisipasi Perempuan di Dunia Kerja

Nisrina
Last updated: 2024/03/01 at 7:18 PM
Nisrina
Share
5 Min Read
7 Mitos tentang Partisipasi Perempuan di Dunia Kerja
Credit: Freepik
SHARE

7 mitos tentang partisipasi perempuan di dunia kerja ini sering kali menjadi perbincangan. Partisipasi perempuan di dunia kerja dewasa ini memperlihatkan peningkatan yang signifikan. Meskipun begitu, ketidaksetaraan masih sering terjadi, baik dalam hal pendapatan maupun adanya bias gender.

Contents
7 Mitos tentang Partisipasi Perempuan di Dunia KerjaBerinvestasi pada Perempuan Tidak Membuahkan Hasil ApapunIsu Ketidaksetaraan Gender Tidak Lagi Relevan di Negara MajuAlokasi Pendapatan Perempuan Tidak Jauh Berbeda dengan Pendapatan PriaPerempuan Bekerja Lebih Sedikit daripada PriaKetidaksetaraan Berakhir Ketika Pendapatan Perempuan MeningkatTidak Perlu Kelompok Perempuan untuk Pembangunan EkonomiKebijakan Ramah Keluarga dan Berbasis Gender Tidak Layak Menjadi Investasi

Meski kontribusi perempuan di dunia kerja memiliki dampak positif pada perekonomian. Namun masih ada beberapa mitos yang melabeli perempuan terkait partisipasinya di dunia kerja. Berikut adalah beberapa mitos tersebut menurut Women Deliver.

7 Mitos tentang Partisipasi Perempuan di Dunia Kerja

Berinvestasi pada Perempuan Tidak Membuahkan Hasil Apapun

7 Mitos tentang Partisipasi Perempuan di Dunia Kerja

Kenyataannya, riset yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute menunjukkan apabila porsi perempuan berpartisipasi di dunia kerja setara dengan pria, PDB global pada tahun 2025 akan bertambah sebesar 26 persen atau sejumlah 28 triliun USD. Jadi, memberi kesempatan setara pada perempuan di dunia kerja justru akan meningkatkan PDB global.

 

Isu Ketidaksetaraan Gender Tidak Lagi Relevan di Negara Maju

7 Mitos tentang Partisipasi Perempuan di Dunia Kerja

Meski saat ini kesempatan dan partisipasi perempuan di berbagai sektor sudah semakin baik, tak dipungkiri ketidaksetaraan masih saja terjadi. Contohnya di Amerika Serikat, hanya ada 66 perempuan untuk setiap 100 pria pada posisi pemimpin atau manajerial, dan hampir dua kali lipat perempuan melakukan pekerjaan perawat tidak berbayar dibandingkan pria. Sedangkan di Eropa, melansir dari European Parliament, kesenjangan gaji antara perempuan dan pria masih menjadi masalah utama kedua (43 persen) terkait ketidaksetaraan gender. Hal ini menandakan bahwa mencapai kesetaraan gender adalah pekerjaan bagi setiap negara.

Alokasi Pendapatan Perempuan Tidak Jauh Berbeda dengan Pendapatan Pria

7 Mitos tentang Partisipasi Perempuan di Dunia Kerja

Berdasarkan survey dari HerMoney dan Alliance for Lifetime Income di tahun 2022 pada lebih dari 1.000 perempuan. Sebanyak 94 persen dari mereka turut berkontribusi dalam mengatur keuangan rumah tangga, investasi, dan rencana pensiun. Bahkan, lebih dari setengah perempuan tersebut memegang peran primer untuk kondisi finansial dan investasinya. Artinya, pendapatan perempuan akan menginvestasikan juga pada keluarga dan komunitasnya.

Perempuan Bekerja Lebih Sedikit daripada Pria

Faktanya, perempuan bukan bekerja lebih sedikit ketimbang pria, namun pekerjaan mereka kerap kali tidak terbayar dan tidak terdaftar. Menurut laporan dari McKinsey Global Institute, di beberapa negara seperti Asia Timur, Timur Tengah, dan Afrika Utara, perempuan menanggung hampir 90 persen pekerjaan perawatan yang tidak berbayar. Hal inilah yang sebaiknya menjadi perhatian ke depannya.

Ketidaksetaraan Berakhir Ketika Pendapatan Perempuan Meningkat

Bukan sekedar peningkatan pendapatan, namun bagaimana kontrol perempuan terhadap pendapatan itulah yang membantu tercapainya pemberdayaan ekonomi. Contohnya pada program Brazil’s Bolsa Familia yang memberikan bantuan tunai langsung pada perempuan kepala rumah tangga. Hasil dari program tersebut adalah pengurangan ketidaksetaraan hingga 25 persen dan 16 persen penurunan kemiskinan ekstrim di Brazil.

 

Tidak Perlu Kelompok Perempuan untuk Pembangunan Ekonomi

Realitanya, kelompok-kelompok perempuan seperti koperasi, kelompok petani, asosiasi bisnis dan serikat pekerja sering kali menjadi satu-satunya jalan untuk mencapai pembangunan ekonomi keberlanjutan bagi perempuan di seluruh dunia. Hadirnya kelompok perempuan dapat membantu tiap perempuan untuk memaksimalkan sumber daya, mengelola risiko, berinovasi dan bereksperimen, membangun keterampilan dan kapasitas, mengajari dan belajar satu sama lain, hingga mendapatkan informasi penting terkait informasi pasar hingga kecukupan nutrisi, perencanaan keluarga, dan kesehatan reproduksi.

Kebijakan Ramah Keluarga dan Berbasis Gender Tidak Layak Menjadi Investasi

Mengutip dari UNICEF, kebijakan yang ramah keluarga dan berbasis gender memberikan banyak sekali manfaat, mulai dari sektor pemberian asi pada ibu bekerja, bisnis, manfaat pada anak, perawatan anak dan keluarga yang bekerja, cuti berbayar pada orang tua, dan pemberdayaan ekonomi pada perempuan.

Hal ini diperkuat dengan data yang terhimpun oleh Reward and Employee Benefits Association. Menemukan bahwa hampir 6 dari 10 perusahaan (59 persen) menyatakan bahwa kebijakan ramah keluarga sangat penting bagi strategi talenta mereka selama 3 tahun. Selain itu, hampir dua pertiga pemberi kerja (65 persen) menawarkan tunjangan ramah keluarga karena sejalan dengan visi misi perusahaan.

Keseluruhan data ini menunjukkan fakta bahwa memberikan kesempatan yang setara pada perempuan di dunia kerja sangat bermanfaat bagi kesejahteraan keluarga dan pertumbuhan ekonomi. Jadi, jangan ragu untuk memulai kariermu sendiri, ya!

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: beautinesia
Nisrina Maret 1, 2024 Maret 3, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 3 Fenomena Aneh di Langit Dunia yang Pernah Terjadi 3 Fenomena Aneh di Langit Dunia yang Pernah Terjadi
Next Article Ramalan Zodiak 4 Maret: Leo Muncul Peluang-Peluang Baru Ramalan Zodiak 4 Maret: Leo Muncul Peluang-Peluang Baru
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?