By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: 7 Tradisi Menyambut Ramadan yang Populer di Indonesia
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

7 Tradisi Menyambut Ramadan yang Populer di Indonesia

Nisrina
Last updated: 2024/03/05 at 4:04 PM
Nisrina
Share
6 Min Read
7 Tradisi Menyambut Ramadan yang Populer di Indonesia
Credit: ANTARA
SHARE

7 tradisi menyambut Ramadan yang populer di Indonesia ini mungkin sudah tidak asing bagi kamu. Umat Islam di seluruh dunia bersiap-siap menyambut bulan Ramadan dengan penuh kegembiraan. Di Indonesia, terdapat sejumlah tradisi yang telah menjadi populer dan masyarakat terapkan untuk menyambut bulan Ramadan. Bagi masyarakat Indonesia, Ramadan merupakan bulan yang sangat ternantikan, khususnya bagi mereka yang beragama Islam. Selain terkenal sebagai bulan berpuasa, suasana Ramadan juga selalu ternanti setiap tahunnya.

Contents
7 Tradisi Menyambut Ramadan yang Populer di Indonesia1. Nyorog, Betawi2. Padusan, Jawa3. Meugang, Aceh4. Munggahan, Jawa Barat5. Nyadran, Jawa6. Malamang, Sumatera7. Suru Maca, Sulawesi Selatan

Tradisi-tradisi seperti salat tarawih berjemaah, buka puasa bersama, dan momen ngabuburit bersama orang-orang tersayang menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan di Indonesia. Kehadirannya yang hanya sekali dalam setahun selalu meresapi dengan meriah oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, Indonesia yang kaya akan keragaman suku bangsa juga memperkaya tradisi-tradisi khas dalam menyambut bulan suci ini di berbagai daerah.

Apa sajakah tradisi populer yang masyarakat Indonesia lakukan untuk menyambut Ramadan? Mari kita simak bersama!

7 Tradisi Menyambut Ramadan yang Populer di Indonesia

1. Nyorog, Betawi

7 Tradisi Menyambut Ramadan yang Populer di Indonesia

Nyorog merupakan tradisi menyambut bulan suci yang sangat lekat dengan masyarakat Betawi di Jakarta. Melansir berbagai sumber, tradisi ini dilakukan dengan berbagi bingkisan makanan ke sanak saudara dan keluarga yang tinggal berjauhan. Bingkisan makanan yang terkirim biasanya berupa kue atau berbagai bahan makanan mentah, mulai dari gula, susu kopi, beras, ikan bandeng, dan daging kerbau.

Tradisi ini dilakukan sebagai tanda penghormatan dari orang yang lebih muda ke orang yang lebih tua. Biasanya dilakukan oleh pasangan yang baru menikah ke orang tua masing-masing. Berbagai sumber literasi menyebut, nyorog berasal dari tradisi sedekah bumi dan baritan. Keduanya merupakan upacara adat yang menjadi refleksi terhadap interaksi manusia, lingkungan, dan kepercayaan terhadap sang pencipta.

 

2. Padusan, Jawa

7 Tradisi Menyambut Ramadan yang Populer di Indonesia

Tradisi menyambut Ramadan yang populer di Indonesia selanjutnya adalah Padusan. Tradisi ini berasal dari kata ‘adus’ yang dalam bahasa Jawa berarti mandi. Padusan memiliki makna untuk menyucikan diri dalam menyambut datangnya bulan suci. Mengutip laman resmi Republik Indonesia, tradisi ini dilakukan secara turun temurun dengan cara berendam atau mandi di sumur-sumur atau sumber mata air. Tujuannya agar dapat menjalani ibadah puasa Ramadan dalam kondisi suci.

Tak hanya itu, padusan juga menjadi medium introspeksi diri dari berbagai kesalahan yang telah dilakukan di masa lalu. Untuk itu, pada dasarnya padusan disarankan dilakukan di tempat yang sepi. Beberapa sumber mata air alami di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta kerap menjadi lokasi ritual padusan.

 

3. Meugang, Aceh

7 Tradisi Menyambut Ramadan yang Populer di Indonesia

Aceh terkenal sebagai daerah yang mayoritas penduduknya Muslim. Karena itu, sudah pasti Aceh memiliki berbagai tradisi dalam menyambut Ramadan. Salah satu yang paling terkenal adalah tradisi meugang. Mengutip laman Pemkot Banda Aceh, tradisi ini disebut telah muncul bersamaan dengan penyebaran agama Islam di Aceh, yakni sekitar abad ke-14.

Melakukan tradisi ini dengan hidangan daging sapi atau kerbau. Menjelang meugang, biasanya masyarakat Aceh berbondong-bondong memenuhi pasar untuk mencari daging sapi. Meugang biasanya dilakukan tiga kali dalam setahun. Di antaranya dua hari sebelum bulan Ramadan, dua hari jelang Idulfitri, dan dua hari jelang Iduladha.

 

4. Munggahan, Jawa Barat

Munggahan menjadi tradisi menyambut bulan Ramadan bagi masyarakat Sunda. Melakukan kegiatan ini biasanya 1-2 hari jelang Ramadan. Tradisi ini biasanya dengan berkumpul bersama keluarga dan kerabat, makan bersama, dan saling bermaafan.

Munggahan sendiri berasal dari kata ‘unggah’ yang berarti ‘naik’. Munggahan bermakna naik ke bulan yang suci, atau yang lebih tinggi derajatnya dibandingkan bulan-bulan lainnya. Tradisi ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT serta membersihkan diri dari hal-hal buruk yang telah dilakukan selama setahun sebelumnya.

5. Nyadran, Jawa

Nyadran adalah ritual masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah, dalam menyambut Ramadan. Asal nyadran dari bahasa Sanskerta ‘sraddha’ yang berarti keyakinan. Kegiatan ini merupakan kegiatan dengan membersihkan makam leluhur, tabur bunga, dan kenduri. Namun, tak seperti tradisi lainnya yang dilakukan beberapa hari jelang Ramadan, Nyadran dilakukan pada setiap hari ke-10 bulan Rajab atau saat datangnya bulan Syaban. Usai berziarah dan mengirimkan doa, masyarakat menggelar kenduri atau makan bersama di sepanjang jalan di atas pelepah daun pisang.

 

6. Malamang, Sumatera

Tradisi menyambut Ramadan di Indonesia selanjutnya adalah malamang yang menjadi salah satu ciri khas masyarakat Sumatera Barat. Malamang sendiri berarti memasang lemang, yang terbuat dari beras ketan putih dan santan yang masuk ke dalam bambu. Selain untuk menyambut bulan Ramadan, lemang juga menjadi simbol diselenggarakannya Maulid Nabi. Berbagai sumber menyebutkan bahwa tradisi ini dari Syekh Burhanuddin, pembawa ajaran Islam di Minangkabau.

 

7. Suru Maca, Sulawesi Selatan

Suru maca merupakan tradisi yang umat Muslim di Sulawesi Selatan lakukan, utamanya suku Bugis-Makassar, dalam menyambut datangnya bulan Ramadan. Mengutip laman Kemenag, suru maca sendiri berarti membaca doa bersama untuk dikirimkan pada leluhur yang telah meninggalkan kehidupan lebih dulu. Dalam kesempatan yang sama, berbagai masakan khas Bugis juga tersedia untuk disantap bersama.

Itulah 7 tradisi menyambut Ramadan yang populer di Indonesia. Di daerahmu ada tradisi apa lagi?

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: CNN
Nisrina Maret 5, 2024 Maret 5, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 6 Tanda Tidak Cocok dengan Pekerjaanmu Sekarang, Wajib Tahu! 6 Tanda Tidak Cocok dengan Pekerjaanmu Sekarang, Wajib Tahu!
Next Article Nepal Keluarkan Aturan Baru untuk Pendaki Gunung Everest Nepal Keluarkan Aturan Baru untuk Pendaki Gunung Everest
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?