By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: 5 Kalimat Toksik Ini Bisa Merusak Mental Anak Secara Perlahan!
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Space iklan tersedia di Ruangriang
Ad imageAd image

5 Kalimat Toksik Ini Bisa Merusak Mental Anak Secara Perlahan!

Nisrina
Last updated: 2023/10/19 at 5:18 PM
Nisrina
Share
4 Min Read
Credit: Freepik
SHARE

Menjadi seorang orangtua adalah sebuah tugas yang penuh tantangan. Persiapan yang matang diperlukan, dan peran orangtua tidak hanya terbatas pada perawatan dasar dan pemenuhan kebutuhan anak, tetapi juga melibatkan pendidikan dan bimbingan yang tepat agar anak dapat mengembangkan diri dan mengambil keputusan yang baik di masa depan.

Contents
“Saat aku se-usiamu, aku…”“Kamu tidak akan pernah bisa melakukannya…”“Aku mengorbankan hidupku untukmu…”“Seharusnya kamu…”“Kakak dan adikmu jauh lebih baik darimu. Belajarlah dari mereka…”

Penting untuk menyadari bahwa cara orangtua mengasuh anak dapat memiliki dampak signifikan pada pola perilaku dan perkembangan anak. Oleh karena itu, penting untuk menghindari perilaku dan kata-kata toksik yang dapat merusak kesejahteraan mental anak secara perlahan. Berikut beberapa contoh kalimat toksik yang perlu dihindari oleh orangtua.

“Saat aku se-usiamu, aku…”

Penyebab Ibu dan Anak Perempuan Sering Bertengkar/Foto: Freepik.com/peoplecreations

Kalimat “Saat aku se-usiamu, aku…” adalah kalimat ‘perbandingan’. Dimana orangtua membandingkan dirinya dulu, dengan keadaan saat ini. Entah itu membahas soal fisik, prestasi, atau lainnya. Namun, kalimat sesederhana tersebut bisa membuat rusaknya mental anak. Sebab, ia seolah dipaksa untuk menyamakan dirinya saat ini, dengan orangtuanya dulu. Padahal, banyak yang berbeda di antara saat ini dan masa lalu. Seorang anak akan memikirkan jika orangtuanya adalah pesaing dan saat tak sesuai dengan keinginan orangtuanya, hal ini bisa membuatnya jadi kurang percaya diri.

“Kamu tidak akan pernah bisa melakukannya…”

Asian little girl sad feel and touchy.

Melihat anak sedang berusaha dengan apa yang dikerjakan, sudah seharusnya sebagai orangtua untuk mendampingi dan membimbingnya, selama itu adalah hal positif. Sayangnya, masih sering kali orangtua ‘membunuh’ mimpi anaknya di awal perjalanan. Seperti kalimat “Kamu tidak akan pernah bisa melakukan”, yang artinya orangtua tidak memberikan kepercayaan pada anak untuk berjalan dan mengetahui lebih jauh kemampuan hebatnya. Kalimat di atas bisa membuat sang anak jadi diam di tempat. Sebab, sejak awal orangtuanya saja sudah tidak yakin. Jika terus terjadi dalam tumbuh kembang anak, kalimat tersebut tak hanya bisa membuatnya diam di tempat saja, tapi juga menurunkan kepercayaan dirinya untuk maju.

“Aku mengorbankan hidupku untukmu…”

Ilustrasi anak sedih

Menjadi orangtua memang pengorbanan. Namun, bukan berarti nantinya bisa melimpah kekecewaan hingga tanggung jawab penuh pada anak. Seperti kalimat di atas “Aku mengorbankan hidupku untukmu”, seolah membuat kehadiran sang anak tidaklah diharapkan, mengganggu, dan justru menjadi beban orangtuanya saja. Kalimat tersebut jika terus diucapkan pada anak, akan membuatnya merasa jika ia adalah beban yang harus menanggung beban orangtuanya.

“Seharusnya kamu…”

Anak perempuan menangis dengan menghadap tembok sambil memeluk bonekanya.

Sebagai orangtua, memberikan arahan yang baik pada anak memanglah sangat diperlukan. Namun, jangan sampai arahan tersebut berubah jadi perintah untuk mendikte anak melakukan sesuai keinginanmu sendiri. Kalimat “Seharusnya kamu…”, seolah membuat anak jadi tidak bisa memilih menentukan apa yang memang disukainya. Ia dipaksa untuk mengikuti, apa yang menurutmu benar, padahal belum tentu yang dirasakannya sama. Anak pun jadi tidak bisa memilih, mana yang baik untuk dirinya sendiri, karena terbiasa didikte sesuai keinginan orangtuanya.

“Kakak dan adikmu jauh lebih baik darimu. Belajarlah dari mereka…”

Foto:pinterest/francesvidakovic

Setiap anak memiliki karakternya masing-masing. Jika dalam serumah ada satu atau dua anak, atau bahkan lebih, tentu mereka sangatlah berbeda-beda. Menyamakan antar saudara hanya akan membuatnya jadi tidak lebih baik. Pembanding mereka pun adalah saudaranya sendiri. Yang seharusnya bisa saling bekerja sama untuk bisa saling membantu jadi versi terbaik sesuai karakternya, malah bisa saja menimbulkan konflik karena menganggap anggota saudaranya sendiri adalah pesaing.

Sobat Riang, itu dia deretan kalimat toksik yang bisa merusak mental anak secara perlahan. Jangan sampai terucap lagi ya!

You Might Also Like

7 Aturan Bagasi Kereta Api dari KAI Biar Gak Boncos, Yuk Catat!

Resep QQ Ball Viral ala Taiwan, Kenyal dan Gampang! Yuk Catat!

5 Aturan Paylater Terbaru dari OJK Sebelum 11.11, Biar Gak Boncos!

IVE Rilis Looks Can Kill Hari Ini, Sudah Dengerin Belum?

7 Ide Outfit Cuaca Panas Biar Tetap Adem dan Kece, Yuk Catat!

SOURCES: beautinesia
Nisrina Oktober 19, 2023 Oktober 21, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 5 Rekomendasi Film tentang Fashion Designer
Next Article Fakta Unik Tentang Tunangan yang Jarang Disadari
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
Space iklan tersedia di Ruangriang
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Aturan bagasi kereta api: koper oranye, koper kecil ungu, dan tote bag di dalam kabin kereta dengan kursi pink dan jendela berpemandangan bukit hijau
7 Aturan Bagasi Kereta Api dari KAI Biar Gak Boncos, Yuk Catat!
Travel Oktober 20, 2026
Resep QQ ball ala Taiwan: segelas susu dingin dengan bola ubi warna oranye, ungu, dan kuning, sirup gula aren, es batu, semangkuk QQ ball, dan ubi jalar di meja .
Resep QQ Ball Viral ala Taiwan, Kenyal dan Gampang! Yuk Catat!
Food Oktober 19, 2026
Ilustrasi aturan paylater: ponsel berisi checklist cicilan, tas belanja, kartu pembayaran, celengan, koin, dan kalender pengingat jatuh tempo dengan nuansa pink
5 Aturan Paylater Terbaru dari OJK Sebelum 11.11, Biar Gak Boncos!
Finance Oktober 19, 2026
Ilustrasi editorial IVE Looks Can Kill: siluet group girl-hero di panggung neon ungu-pink tanpa wajah identifiable
IVE Rilis Looks Can Kill Hari Ini, Sudah Dengerin Belum?
Hiburan Oktober 19, 2026

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?