By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Benarkah Seragam Hogwarts Terinspirasi dari Jubah di Portugal?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Benarkah Seragam Hogwarts Terinspirasi dari Jubah di Portugal?

Nisrina
Last updated: 2024/07/08 at 10:36 AM
Nisrina
Share
5 Min Read
Benarkah Seragam Hogwarts Terinspirasi dari Jubah di Portugal?
Credit: PInterest
SHARE

Benarkah seragam Hogwarts terinspirasi dari jubah mahasiswa di Portugal? Sudah lebih dari 25 tahun sejak novel pertama Harry Potter terbit, tetapi kisah penyihir cilik ini masih tetap membekas di hati banyak penggemarnya di seluruh dunia.

Contents
Benarkah Seragam Hogwarts Terinspirasi dari Jubah di Portugal?Sejarah Jubah Mahasiswa di Porto

Para Potterhead, sebutan untuk penggemar berat Harry Potter, yang dulunya mungkin kesulitan untuk menghidupi hobinya. Kini telah dewasa dan bebas menjelajahi jejak-jejak dunia sihir karya J.K. Rowling. Mulai dari mengunjungi Wizarding World Harry Potter di Jepang dan Amerika Serikat. Hingga mampir ke Peron 9 3/4 di Stasiun King’s Cross London yang menjadi lokasi syuting film Harry Potter.

Namun, ada satu tempat lagi yang penuh dengan nuansa Harry Potter tapi mungkin belum banyak disadari orang, yaitu Porto, kota terbesar kedua dan tertua di Portugal. Beberapa pelancong mengaku terkejut saat mengunjungi Porto karena mereka sering melihat muda-mudi yang berpakaian seperti murid Hogwarts. Bagaimana bisa?

Simak penjelasan selengkapnya di sini!

Benarkah Seragam Hogwarts Terinspirasi dari Jubah di Portugal?

Sejarah Jubah Mahasiswa di Porto

Di serial fantasi Harry Potter, para murid di sekolah sihir Hogwarts mengenakan jubah hitam saat belajar di kelas. Pakaian luar yang tebal dan panjang seperti ini jarang ditemui pada seragam sekolah kebanyakan.

Namun di dunia non-sihir, para mahasiswa di Porto rupanya sudah bertahun-tahun mengenakan jubah sebagai seragam kebanggaan. Mereka pun disebut-sebut sebagai pionir tren dan sumber inspirasi J.K. Rowling ketika memilih pakaian untuk karakter penyihir ciliknya.

Meskipun Rowling tidak pernah secara eksplisit mengungkapkan inspirasinya untuk jubah tersebut, ia diketahui menulis buku pertamanya yang berjudul Harry Potter dan Batu Bertuah ketika tinggal di Porto, Portugal pada tahun 1990-an. Pemandu wisata sering kali menyebut tentang mahasiswa berjubah, yang kemungkinan Rowling lihat tengah berjalan dari dan ke kelas masing-masing.

Benarkah Seragam Hogwarts Terinspirasi dari Jubah di Portugal?

Melansir Mental Floss, tampilan jubah mahasiswa tersebut bermula dari Universitas Coimbra, universitas pertama Portugal yang didirikan pada tahun 1290 di Lisbon. Kala itu, kegiatan belajar mengajar adalah kegiatan keagamaan sehingga kampus-kampus abad pertengahan dipenuhi oleh para pendeta.

Sebenarnya saat itu tidak ada seragam pelajar, tetapi percampuran laki-laki dari ordo agama yang berbeda memang menghasilkan tampilan yang seragam, yakni setelan pakaian yang gelap. Lama kelamaan, pakaian itu pun dikira sebagai seragam pelajar sipil.

Hingga tahun 1850, mahasiswa Universitas Coimbra yang semuanya laki-laki masih mengenakan jubah selutut di atas celana pendek dan kaus kaki selutut. Jubah panjang menutupi seluruh pakaian, memberikan tampilan yang jelas-jelas klerikal kepada para siswa yang jelas-jelas sipil.

Pada paruh kedua abad ke-19, semangat progresif pada zaman itu menggantikan celana pendek kuno dengan setelan jas tiga potong yang praktis. Terdiri dari jas hitam, rompi, dan celana khusus—hingga lahirlah seragam standar universitas yang disebut traje.

Jubah tua yang kuno itu tampak mulai ketinggalan zaman, namun para mahasiswa merasa terlanjur menyatu dengan tampilan lama sehingga mereka terus memakainya di atas jas baru. Otoritas sekolah membiarkan jubah lama tetap ada, menyapu lantai bebatuan di Coimbra seiring langkah para mahasiswa.

Mahasiswa/i Orfeão Universitário do Porto tahun 1955-56

Ketika universitas kedua dan ketiga di Portugal didirikan pada tahun 1911, di kota Lisbon dan Porto, para mahasiswa bergegas untuk mengadopsi kombinasi jas dan jubah yang sama-sama populer.

Sementara itu, anak perempuan baru mendapatkan seragam standar pada tahun 1945, ketika Orfeão Universitário do Porto–sebuah asosiasi mahasiswa di Universitas Porto yang saat itu masih muda–menerima anggota perempuan pertama ke dalam daftarnya. Sebelumnya, perempuan tidak mengenakan pakaian sekolah tertentu, meskipun terkadang mereka disuruh mengenakan pakaian serba hitam agar tidak menonjol.

Anggota Orfeão diharapkan menampilkan nyanyian dan tarian tradisional Portugis dengan seragam lengkap. Para gadis memanfaatkan kesempatan itu untuk mengenakan traje versi alternatif mereka sendiri.

Mereka menemukan inspirasinya dalam kepraktisan seragam militer wanita dan memilih rok trapeze selutut dan jaket kotak tiga kancing. Jubah tersebut, tentu saja, merupakan sentuhan terakhir yang dengan cepat diterapkan di sekolah lain.

Benarkah Seragam Hogwarts Terinspirasi dari Jubah di Portugal?

Saat ini, terdapat lebih dari 300.000 mahasiswa di Portugal, sebagian besar dari mereka secara rutin mengenakan traje ke kelas. Hal ini tidak lagi bersifat wajib seperti dulu. Namun, jubah ini langgeng karena biasa terpakai untuk acara seremonial seperti pada masa ospek atau yang dikenal praxe dan juga pada saat wisuda.

Mengenakan seragam bersejarah ini berarti merangkul dan menunjukkan identitas seseorang sebagai pelajar—walaupun sering kali disalahartikan sebagai cosplayer Harry Potter.

Intinya, jubah tersebut mencerminkan perjalanan akademis setiap siswa di Portugal. Mulai dari minggu pertama sebagai mahasiswa baru yang dengan cemas mengantisipasi tugas praktik. Lalu selama belajar dengan tekun di kelas dan membangun persahabatan, hingga menjadi lulusan yang siap menghadapi dunia.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: beautinesia
Nisrina Juli 8, 2024 Juli 8, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 10 Julukan Unik untuk Visual Idol K-Pop yang Mengagumkan 10 Julukan Unik untuk Visual Idol K-Pop yang Mengagumkan
Next Article Intip Jersey Tim Indonesia untuk Olimpiade Paris 2024 Intip Jersey Tim Indonesia untuk Olimpiade Paris 2024
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?