By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: 8 Cara Jaga Kesehatan Saat Kabut Asap Karhutla yang Wajib Kamu Tahu!
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Space iklan tersedia di Ruangriang
Ad imageAd image
Health

8 Cara Jaga Kesehatan Saat Kabut Asap Karhutla yang Wajib Kamu Tahu!

Dimas Aditya
Last updated: 2026/10/19 at 1:42 PM
Dimas Aditya
Share
7 Min Read
Pengendara motor memakai masker N95 di jalan kota yang diselimuti kabut asap karhutla, ilustrasi cara jaga kesehatan saat kabut asap
Memakai masker N95 saat beraktivitas di luar jadi salah satu cara jaga kesehatan saat kabut asap karhutla. (Ilustrasi)
SHARE

Langit kelabu, bau asap yang menyengat, dan tenggorokan yang terasa gatal sedang jadi keseharian banyak warga di Sumatra dan Kalimantan, sehingga tahu cara jaga kesehatan saat kabut asap jadi hal yang wajib. Kementerian Kesehatan mencatat ada 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) per 12 Oktober 2026 di tujuh provinsi yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dan sekitar 22,5 persen di antaranya dialami anak usia 0-5 tahun.

Contents
Kenapa Asap Karhutla Berbahaya?8 Cara Jaga Kesehatan Saat Kabut Asap1. Pantau Kualitas Udara Sebelum Keluar Rumah2. Biarkan Kelompok Rentan Tetap di Rumah3. Pilih Masker yang Tepat dan Pakai dengan Rapat4. Lindungi Mata dan Kulit Juga5. Langsung Bersih-Bersih Setelah Pulang6. Lindungi Bayi dan Balita dengan Cara yang Benar7. Jangan Tunggu Parah untuk ke Puskesmas8. Jaga Daya Tahan Tubuh dan Kesehatan MentalBantuan yang Sedang Disiapkan PemerintahPenutup

Kalau kamu tinggal di daerah terdampak atau punya keluarga di sana, tenang dulu. Ada beberapa langkah sederhana yang dianjurkan Kemenkes supaya kamu dan orang tersayang tetap terlindungi. Yuk, simak satu per satu!

Kenapa Asap Karhutla Berbahaya?

Menurut Kemenkes, asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 dan berbagai zat berbahaya lain. Partikel super kecil ini bisa memicu ISPA, batuk, dan sesak napas, bahkan memperburuk asma. Dampaknya juga tidak hanya ke paru-paru, tapi bisa membuat mata dan kulit iritasi serta memperparah penyakit kronis.

Ada kelompok yang perlu perhatian ekstra, yaitu bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang yang punya penyakit paru atau pernapasan kronis. Untuk ibu hamil, paparan asap memang patut diwaspadai, sama seperti bahaya asap kendaraan bermotor bagi kesehatan ibu hamil.

- Advertisement -
Space iklan tersedia di RuangriangSpace iklan tersedia di Ruangriang

8 Cara Jaga Kesehatan Saat Kabut Asap

1. Pantau Kualitas Udara Sebelum Keluar Rumah

Biasakan cek indikator kualitas udara di wilayahmu sebelum beraktivitas. Kemenkes menganjurkan untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan, terutama saat kualitas udara menurun atau masuk kategori tidak sehat. Kalau urusannya bisa ditunda atau dikerjakan dari rumah, lebih baik begitu.

2. Biarkan Kelompok Rentan Tetap di Rumah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara khusus mengimbau kelompok rentan dan meminta bayi, balita, ibu hamil, dan lansia untuk tidak keluar rumah kecuali benar-benar mendesak. Caranya, bagi tugas di keluarga. Biarkan anggota keluarga yang lebih sehat dan tidak termasuk kelompok rentan yang pergi belanja atau mengurus kebutuhan harian.

3. Pilih Masker yang Tepat dan Pakai dengan Rapat

Kalau terpaksa keluar, jangan lupa masker. Pilihan terbaik adalah respirator jenis N95 atau KN95 yang terpasang rapat di wajah, karena membantu menyaring partikel halus. Kalau tidak punya, Kemenkes menyarankan memakai masker medis atau masker kain secara berlapis. Intinya, tetap pakai masker apa pun yang kamu punya daripada tidak sama sekali.

Tangan merapatkan klip hidung masker N95 di dalam rumah dengan penyaring udara, cara jaga kesehatan saat kabut asap
Pastikan masker N95 terpasang rapat dan nyalakan penyaring udara di rumah sebagai cara jaga kesehatan saat kabut asap. (Ilustrasi)

4. Lindungi Mata dan Kulit Juga

Baca juga: 7 Cara Menangani Gejala Awal Flu, Yuk Catat!

Asap bukan cuma musuh hidung dan paru-paru. Pakai kacamata untuk mengurangi iritasi mata, dan kenakan baju berlengan panjang supaya kulit tidak banyak bersentuhan langsung dengan partikel asap dan debu.

5. Langsung Bersih-Bersih Setelah Pulang

Begitu sampai di rumah, segera bersihkan tubuh dengan air bersih untuk meluruhkan partikel yang menempel. Satu catatan penting: jangan menggosok kulit terlalu keras, ya. Ganti juga pakaianmu supaya sisa asap tidak terbawa ke seluruh ruangan.

6. Lindungi Bayi dan Balita dengan Cara yang Benar

Untuk si kecil, Kemenkes menekankan bahwa perlindungan terbaik adalah mengurangi paparan asap, bukan mengandalkan masker. Usahakan mereka berada di ruangan yang udaranya lebih bersih. Perhatikan juga tanda bahaya seperti sesak napas, napas cepat, atau sulit menyusu dan minum. Kalau muncul, segera bawa ke fasilitas kesehatan. Satu lagi, penggunaan nebulizer sebaiknya hanya sesuai indikasi dan petunjuk tenaga medis, bukan dilakukan sembarangan di rumah.

7. Jangan Tunggu Parah untuk ke Puskesmas

Batuk berulang (apalagi kalau sampai jadi batuk tak henti di malam hari), mata perih, atau kulit gatal yang tidak kunjung hilang adalah sinyal untuk segera periksa. Menkes Budi mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu sampai kondisinya memburuk. Kabar baiknya, puskesmas di wilayah terdampak sudah disiapkan dengan stok obat. Kemenkes juga menginstruksikan seluruh puskesmas di daerah terdampak membuka layanan rumah oksigen dan memastikan obat untuk ISPA serta diare tersedia. Selain itu, ada layanan Posyandu yang menjangkau ke rumah-rumah untuk anak, ibu hamil, dan lansia.

8. Jaga Daya Tahan Tubuh dan Kesehatan Mental

Selain menjaga kondisi fisik tetap fit, jangan lupakan kesehatan jiwa. Kemenkes menyebut kabut asap yang berkepanjangan bisa memicu stres dan kecemasan karena sekolah, pekerjaan, dan kegiatan sosial jadi terganggu. Coba pertahankan rutinitas harian, ajak anak beraktivitas seru di dalam ruangan, dan perhatikan kalau ada perubahan perilaku, gangguan tidur, atau pola makan. Kalau keluhan terus berlanjut dan mengganggu keseharian, jangan ragu konsultasi ke tenaga kesehatan.

Bantuan yang Sedang Disiapkan Pemerintah

Dalam rapat koordinasi pada Sabtu, 17 Oktober 2026, Menkes menginstruksikan pengiriman tambahan 500 ribu masker untuk setiap provinsi terdampak, lengkap dengan oxygen concentrator dan obat-obatan sesuai kebutuhan daerah. Tujuh provinsi yang jadi fokus adalah Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Pemerintah daerah juga didorong menyiapkan ruang aman dari asap yang dilengkapi penyaring udara, terutama untuk bayi, balita, dan ibu hamil. Kalau rumahmu sulit terlindung dari asap, coba cari tahu ke dinas kesehatan atau puskesmas setempat apakah fasilitas seperti ini sudah tersedia di dekatmu.

Penutup

Kabut asap memang belum bisa dihentikan dalam sekejap, tapi kamu tetap bisa mengurangi risikonya lewat langkah-langkah kecil: di rumah saja kalau tidak perlu, pakai masker yang tepat, lindungi si kecil, dan segera periksa kalau ada keluhan. Jangan lupa bagikan info ini ke keluarga dan teman yang tinggal di daerah terdampak, ya. Untuk informasi lebih lanjut, kamu juga bisa menghubungi Halo Kemenkes di nomor 1500-567. Tetap sehat, dan jaga satu sama lain!

You Might Also Like

Cara SADARI di Rumah, 6 Langkah Gampang Cek Payudara! Yuk Coba

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

5 Tanda Jerawat Kamu Mau Sembuh, Jangan Sering Dipegang!

Pantangan Mencampur 3 Buah Ini dengan Susu, Berbahaya!

7 Makanan Laut Paling Sehat yang Wajib Kamu Konsumsi!

TAGGED: ISPA, kabut asap, karhutla, masker N95, tips kesehatan
Dimas Aditya Oktober 19, 2026 Oktober 19, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article simpeda bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Next Article Layar perdagangan saham penuh grafik merah di lobi gedung perkantoran, ilustrasi IHSG anjlok akibat sentimen MSCI IHSG Anjlok ke Bawah 5.000, Ini Gara-gara Rencana MSCI
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
Space iklan tersedia di Ruangriang
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Aturan bagasi kereta api: koper oranye, koper kecil ungu, dan tote bag di dalam kabin kereta dengan kursi pink dan jendela berpemandangan bukit hijau
7 Aturan Bagasi Kereta Api dari KAI Biar Gak Boncos, Yuk Catat!
Travel Oktober 20, 2026
Resep QQ ball ala Taiwan: segelas susu dingin dengan bola ubi warna oranye, ungu, dan kuning, sirup gula aren, es batu, semangkuk QQ ball, dan ubi jalar di meja .
Resep QQ Ball Viral ala Taiwan, Kenyal dan Gampang! Yuk Catat!
Food Oktober 19, 2026
Ilustrasi aturan paylater: ponsel berisi checklist cicilan, tas belanja, kartu pembayaran, celengan, koin, dan kalender pengingat jatuh tempo dengan nuansa pink
5 Aturan Paylater Terbaru dari OJK Sebelum 11.11, Biar Gak Boncos!
Finance Oktober 19, 2026
Ilustrasi editorial IVE Looks Can Kill: siluet group girl-hero di panggung neon ungu-pink tanpa wajah identifiable
IVE Rilis Looks Can Kill Hari Ini, Sudah Dengerin Belum?
Hiburan Oktober 19, 2026

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?