By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Alasan Anak Jadi Pelaku Bullying
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Alasan Anak Jadi Pelaku Bullying

Nisrina
Last updated: 2023/12/08 at 9:05 AM
Nisrina
Share
3 Min Read
Alasan Anak Jadi Pelaku Bullying
Credit: iMOM
SHARE

Alasan anak menjadi pelaku bullying ini penting untuk kita ketahui agar mengevaluasi cara mendidiknya. Bullying adalah tindakan agresif yang seseorang lakukan dengan maksud mengintimidasi korban. Perilaku ini termotivasi oleh niat untuk menyakiti dan cenderung berlangsung secara berulang.

Contents
5 Alasan Anak Jadi Pelaku Bullying1. Mengalami Masalah di Rumah2. Alasan Kesenangan3. Ingin Meraih Popularitas 4. Ajang Balas Dendam5. Ingin Mendapatkan Kekuasaan

Perundungan dapat terjadi karena seseorang memiliki keinginan untuk mengendalikan orang lain. Memiliki temperamen yang sulit terkendali, hanya memperhatikan keinginan pribadi, dan kesulitan memahami sudut pandang orang lain (kurang empati). Seringkali, perundungan melibatkan perilaku seperti memerintah adik kelas secara sewenang-wenang dengan klaim sebagai senior, melakukan pemerasan, atau merendahkan secara fisik seseorang yang menganggap tidak sempurna.

5 Alasan Anak Jadi Pelaku Bullying

Melansir dari Kata Data, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 2.982 kasus bullying anak pada 2021. Sebanyak 1.138 di antaranya dilaporkan sebagai kasus kekerasan psikis atau fisik. Bullying menjadi masalah serius. Anak yang gemar melakukannya biasanya memiliki motif atau alasan. Antara lain:

1. Mengalami Masalah di Rumah

Anak yang sering menyaksikan keributan kedua orang tua berisiko jadi pelaku bullying. Ini juga membuat anak kurang kasih sayang dan perhatian. Alhasil, anak melakukan bullying untuk menarik perhatian orang di sekitarnya. Selain itu, karakter orang tua yang mendidik tanpa larangan (permisif) membuat anak jadi berlaku seenaknya. Ini bisa menjadi kekuatan Si Pelaku bullying untuk mendapatkan kekuasaan.

2. Alasan Kesenangan

Anak pelaku bullying kurang mendapatkan perhatian dan pengawasan orang tua. Ini juga berdampak pada kurangnya rasa empati sehingga senang menyakiti orang lain. Bullying cenderung anak lakukan sebagai pelampiasan guna mendapatkan perhatian. Mirisnya, bullying terkadang menjadi ajang untuk sekadar cari hiburan semata. Pelaku semakin puas dengan sikap rendah diri dan rasa takut korban. Incaran pelaku biasanya memiliki bentuk fisik, ras atau agama yang tidak sama.

3. Ingin Meraih Popularitas 

Terkadang, perundungan anak lakukan agar orang lain menganggapnya ‘keren’ dan kemudian teman lainnya akan segan. Mereka menganggap ini bisa meningkatkan status sosial guna mendapatkan popularitas. Anak yang populer karena keburukan ini cenderung menindas anak yang terlihat ‘cupu’. Tindakan yang ia lakukan memang bertujuan untuk menyakiti orang lain lewat kata-kata atau fisik.

4. Ajang Balas Dendam

Balas dendam kerap korban bullying lakukan. Tapi, targetnya bukan Si Pelaku, melainkan orang lain yang mereka anggap lebih lemah. Korban menganggap tindakan ini lumrah, karena mereka juga pernah merasa dibully. Setelah balas dendam ini selesai, akan muncul perasaan lega dan puas. Meski umumnya target bukan Si Pelaku, tapi tidak menutup kemungkinan balas dendam dilakukan pada mereka.

5. Ingin Mendapatkan Kekuasaan

Anak pelaku bullying melakukan aksinya karena ingin tampak menonjol dan berkuasa di lingkungan sekolahnya. Ini bisa terjadi karena anak tidak memiliki kontribusi dalam hidupnya. Akhirnya, mereka berusaha mendapatkan melalui cara yang salah. Pola asuh yang tepat membentuk kepribadian baik dalam dirinya. Pun sebaliknya, orang tua juga perlu menanamkan empati dan simpati dengan memberikan kasih sayang dan perhatian pada anak.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Desember 8, 2023 Desember 8, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Berbagai Jenis Bullying yang Perlu Kita Ketahui Bersama Berbagai Jenis Bullying yang Perlu Kita Ketahui Bersama
Next Article Kondisi Ini Sebabkan Penebalan Dinding Rahim Kondisi Ini Sebabkan Penebalan Dinding Rahim
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?