Alasan orang barat lebih suka makan pakai garpu menarik untuk kita bahas. Makanan di Indonesia umumnya dikonsumsi dengan sendok atau tangan. Sendok digunakan untuk menyantap berbagai jenis makanan, mulai dari nasi dan lauk-pauk hingga makanan berkuah. Di sisi lain, budaya makan di kalangan orang Barat lebih sering melibatkan garpu sebagai alat makan. Penggunaan garpu ini bertujuan untuk mempermudah proses pengambilan makanan.
Orang Barat cenderung jarang menggunakan sendok sebagai alat makan, lebih memilih garpu dan pisau. Pilihan ini tidak hanya berlaku saat mereka mengonsumsi makanan yang memerlukan pemotongan, seperti daging steak, tetapi juga pada saat menyantap salad atau nasi, meskipun kadang-kadang dilengkapi dengan pisau. Sendok biasanya hanya digunakan ketika mereka menyantap makanan berkuah atau berbentuk cair, seperti sup dan es krim. Namun, tahukah kamu alasan di balik kecenderungan orang Barat menggunakan garpu? Mari simak bagaimana penggunaan garpu sebagai alat makan menjadi kebiasaan di kalangan mereka!
Alasan Orang Barat Lebih Suka Makan Pakai Garpu
1. Pisau Lebih Dulu Populer
Dibanding garpu, orang-orang barat zaman dahulu lebih sering menggunakan pisau dan sendok sebagai alat makan. Dulunya pisau yang digunakan terbuat dari batu, tembaga atau besi. Pisau sendiri sudah ada sejak zaman prasejarah, dimana fungsinya tidak hanya sebagai alat makan, namun juga sebagai alat senjata. Memasuki abad pertengahan barulah orang-orang Barat mengukir pisau mereka dan memberinya gagang yang terbuat dari gading atau tulang. Dahulu, pisau yang digunakan untuk makan juga memiliki ujung yang sangat tajam. Tujuannya untuk menusuk dan mengambil makanan ke mulut. Namun hal itu justru melukai mulut mereka. Sehingga pada tahun 1637, modifikasi pada pisau mulai dilakukan. Pisau yang awalnya sangat tajam dibuat menjadi lebih tumpul.

2. Awal Mulai Penggunaan Garpu
Penggunaan pisau sebagai alat makan memang lebih dulu populer dibandingkan garpu. Akan tetapi, penemuan garpu sendiri sudah ada sejak lama, bahkan lebih dulu dibandingkan pisau. Garpu sudah ditemukan sejak masa perabadan Yunani Kuno. Namun, garpu belum digunakan sebagai alat makan pada saat itu. Maka dari itu, pisau dan sendok lebih banyak digunakan sebagai alat makan. Pada tahun 1500 M, barulah budaya makan dengan garpu diperkenalkan oleh Theodora Anna Doukaina di Venica, Italia. Lalu pada tahun 1522 M, Chaterine de’Medici yakni seorang istri dari Raja Henri II, membawa perlengkapan makannya dari Florence, Italia. Dimana salah satunya adalah garpu.
3. Penggunaan Garpu Memicu Perdebatan
Meski garpu sudah dipakai di beberapa negara, namun penggunaan garpu sebagai alat makan masih menimbulkan berbagai kontroversi dan perdebatan di negara lain. Banyak dari masyarakat Barat belum menerima budaya makan menggunakan garpu ini. Contohnya seperti di Prancis, yang kala itu tetap menggunakan tangan dan pisau saat mengonsumsi makanan. Orang-orang Prancis baru menggunakan garpu setelah abad ke-16. Begitu pun dengan masyarakat di Amerika Serikat. Dimana saat garpu pertama kali diperkenalkan justru menimbulkan berbagai perdebatan di beberapa kalangan.
Garpu sendiri pertama kali diperkenalkan oleh gubernur John Winthrop di Amerika Serikat. Beliau adalah pendiri Massachusetts Bay Colony, sebuah pemukiman Inggris yang berada di pantai timur Amerika Utara. Sayangnya, kemunculan garpu sebagai alat makan yang diperkenalkan oleh Winthrop ini menimbulkan perpecahan di meja makan. Bahkan beberapa pemuka agam menyebut garpu sebagai alat jat. Karena menurut mereka, satu-satunya yang pantas digunakan untuk menyentuh “makanan dari Tuhan” adalah tangan. Sehingga pengenalan garpu sebagai alat makan yang dibawa Winthrop tidak diakui saat itu.

4. Garpu Mulai Diakui Sebagai Alat Makan
Penyebaran budaya garpu sebagai alat makan tidak berhenti sampai disitu. Budaya makan dengan garpu masih terus dilakukan, salah satunya adalah yang dilakukan oleh para bangsawan Prancis saat diundang perjamuan makan ke berbagai negara. Termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa lainnya. Saat pesta jamuan makan tersebut, para bangsawan biasanya membawa peralatan makan mereka sendiri. Dimana salah satunya adalah garpu.
Masyarakat Amerika Serikat yang melihat tata cara makan bangsawan Prancis tersebut menganggap penggunaan garpu dan pisau sebagai alat makan adalah sesuatu yang anggun dan sopan. Sebab budaya makan yang mereka tahu, jika makanan sulit diambil menggunakan sendok, maka tangan akan digunakan untuk membantu mengambil makanan. Namun, hal itu membuat tangan mereka kotor dan terlihat berantakan. Sejak saat itu, masyarakat Amerika Serikat mulai mengadopsi budaya makan menggunakan garpu yang dibawa oleh bangsawan Prancis tersebut.
5. Dipengaruhi Jenis Makanan
Sejak budaya makan dengan garpu mulai populer di Amerika Serikat, banyak masyarakat dari negara lainnya turut mengikuti budaya tersebut. Sehingga orang-orang Barat pun mulai lebih banyak menggunakan garpu dan pisau sebagai alat makan modern dibandingkan sendok. Alasannya, karena garpu dianggap lebih mudah digunakan untuk menusuk dan memasukkan makanan ke mulut. Sedangkan pisau memudahkan mereka untuk memotong makanan.
Selain itu, mereka lebih sering menggunakan garpu dan pisau karena dipengaruhi juga oleh jenis makanan yang mereka konsumsi. Orang-orang barat umumnya mengonsumsi daging, seperti steak dan ayam. Mereka menganggap menggunakaan garpu dan pisau lebih mudah untuk mengonsumsi makanan tersebut. Namun, sendok tetap digunakan sebagai alat makan oleh orang-orang Barat. Hanya saja, sendok biasanya dipakai saat mengonsumsi makanan berkuah atau berbentuk cair seperti sup dan es krim.
