By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Alasan Orang Miskin Pilih Beli Rokok Ketimbang Beras
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Alasan Orang Miskin Pilih Beli Rokok Ketimbang Beras

Nisrina
Last updated: 2023/11/09 at 3:35 PM
Nisrina
Share
4 Min Read
Alasan Orang Miskin Pilih Beli Rokok Ketimbang Beras
Credit: Interesting Engineering
SHARE

Alasan orang miskin pilih beli rokok ketimbang beras ini menarik untuk diketahui. Salah satu fakta menggelitik adalah soal pembelian rokok oleh masyarakat miskin. Mereka, yang susah payah mencari uang untuk hidup sehari-hari, lebih memilih membeli rokok dibanding makanan bergizi.

Contents
Lalu, Apa Alasan Orang Miskin Pilih Beli Rokok Ketimbang Beras?Faktor Penyebab Pembelian Rokok

Fakta ini kemudian diperkuat oleh temuan Badan Pusat Statistik. Dalam laporan BPS per Maret 2023, rokok menjadi salah satu sumbangan terbesar pada garis kemiskinan, baik di perkotaan atau pedesaan.

Lalu, Apa Alasan Orang Miskin Pilih Beli Rokok Ketimbang Beras?

Perlu diketahui, sebenarnya permasalahan seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di belahan bumi lain. Sebut salah satunya Amerika Serikat  (AS). Pada tahun 2008 perusahaan konsultan Gallup Poll melakukan survey terhadap 75.000 perokok di AS. Hasilnya menunjukkan kalau orang yang berpenghasilan kurang dari US$ 24.000 setahun lebih banyak menghisap rokok ketimbang orang berpenghasilan lebih dari US$ 90.000 setahun.

Atas permasalahan ini, Professor Standford University, Keith Humphreys, menulis kepada Washington Post beberapa penyebabnya. Menurutnya biang masalahnya adalah lingkungan. Orang-orang kaya perokok memiliki peluang lebih besar mendapat dukungan lingkungan untuk berhenti merokok. Jika berniat untuk berpaling dari tembakau, maka mereka bisa masuk dalam jaringan pertemanan yang sehat.

Sedangkan ini tak terjadi di kelompok kelas bawah. Mereka sulit menemukan lingkungan yang mendukungnya terlepas dari rokok. Akibatnya mereka terus merokok dan menjadi candu. Selanjutnya, Keith juga mengaitkan masalah ini dengan depresi. Merokok membuat tubuh manusia merasakan efek dopamin sehingga lebih bahagia, tenang, dan senang. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh orang-orang kelas bawah untuk mendapat kebahagiaan berlebih. Jadilah mereka akan terus merokok agar terlepas dari depresi.

Hal ini tidak terjadi di kelompok kelas atas. Jika mereka depresi, rokok hanya jadi salah satu alternatif penghilang. Sebab, mereka punya sumber daya untuk mendapat akses pengobatan kesehatan mental yang tidak murah.

Faktor Penyebab Pembelian Rokok

Tak hanya disebabkan oleh perilaku manusianya, kebiasaan ini juga diakibatkan oleh perusahaan rokok yang terkadang tidak bermoral. Hal ini diungkap Megan Sandel dan Renée Boynton-Jarrett dalam opininya di CNN International.

Mereka tidak menampik kalau lingkungan dan faktor ekonomi menjadi biang masalah peningkatan konsumsi rokok di kalangan orang miskin. Namun, faktor ini jangan sampai melupakan pengaruh dari perusahaan rokok itu sendiri.

Pabrik rokok menargetkan lingkungan berpenghasilan rendah dengan menyebarkan lebih banyak iklan rokok. Industri juga menargetkan secara khusus rokok kepada kaum muda di lingkungan sosial ekonomi yang rendah.

Tak hanya itu permasalahan ini juga bisa dilihat dari sisi psikologi sebagaimana dipaparkan Morgan Housel dalam The Psychology of Money (2020). Housel mengambil contoh pada kasus pembelian lotere oleh masyarakat miskin atau berpenghasilan rendah. Dalam temuan Housel diketahui mereka ternyata mengalokasikan khusus pengeluaran untuk membeli lotere sebanyak 4 kali lipat daripada masyarakat berpenghasilan tinggi.

Hal ini bisa terjadi, menurut Housel, karena mereka tak mampu membeli hal-hal yang dimiliki orang kaya. Mereka tak bisa mengakses rumah mewah, mobil bagus, liburan ke pantai, atau sekedar berkunjung ke pusat perbelanjaan. Alhasil, satu-satunya cara mendapat kemewahan yang bisa dilakukan adalah membeli lotere.

Kasus lotere ini bisa disamakan dengan kasus pembelian rokok. Jika mengacu pada kasus serupa, maka alasan orang miskin membeli rokok dari sisi psikologi karena itulah satu-satunya cara mendapat kemewahan.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: CNBC
Nisrina November 9, 2023 November 9, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Rekomendasi Lip Product Merah ala Dasiyah di 'Gadis Kretek' Rekomendasi Lip Product Merah ala Dasiyah di ‘Gadis Kretek’
Next Article 5 Miliarder Pernah Bekerja Menjadi Pegawai Biasa 5 Miliarder Pernah Bekerja Menjadi Pegawai Biasa
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?