By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Asal-usul dan Nilai Filososfi Jajanan Klepon
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Asal-usul dan Nilai Filososfi Jajanan Klepon

Nisrina
Last updated: 2023/07/20 at 1:22 PM
Nisrina
Share
4 Min Read
ilustrasi klepon (foto: pinterest)
SHARE

Salah satu makanan tradisional yang masih disukai orang hingga saat ini adalah klepon. Bentuknya seperti bola kecil hijau dengan gula merah atau gula Jawa di dalamnya, dan disajikan dengan parutan kelapa. Klepon biasanya dimakan pada pagi dan sore hari karena teksturnya yang kenyal dan rasanya yang manis.

Contents
Sejarah KleponFilosofi Klepon1. Bentuk Bulat2. Warna Hijau3. Rasa Manis4. Baluran Parutan Kelapa5. Pembuatan Klepon

Selain tampilan yang unik, ternyata kue pasar satu ini juga menyimpan sejarah dan filosofi yang menarik lho!

Sejarah Klepon

Dalam buku Indisch leven in Nederland karya J. M. Meulenhoff, tertulis bahwa jajanan klepon sudah ada sejak tahun 1950-an. Konon kue ini diperkenalkan pertama kali di Negeri Kincir Angin oleh seorang imigran Indonesia yang berasal Pasuruan, Jawa Timur.

Saat itu, klepon tersedia di toko dan restoran Indonesia-Belanda dan etnis Tionghoa. Asal namanya sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti “indung telur hewan”. Kemungkinan penamaan ini merujuk pada bentuknya yang bulat dan kecil-kecil. Orang-orang Jawa biasanya menyajikan klepon bersama kue tradisional lainnya seperti getuk dan cenil.

Filosofi Klepon

Selain menggugah selera, klepon mengandung nilai-nilai kebaikan yang dapat dipelajari oleh semua orang. Mengutip buku Belajar dari Makanan Tradisional Jawa, klepon merupakan lambang kesederhanaan.

Ini dapat dilihat dari bahan-bahannya yang simpel dan mudah didapatkan, yaitu tepung ketan, garam, pandan, gula merah, air, air kapur, dan kelapa. Kesederhanaan kue tradisional ini juga tampak dari cara membuatnya yang sangat mudah dan bisa dilakukan siapa saja.

Sifat sederhana, bersahaja atau tidak berlebihan merupakan perilaku terpuji yang wajib dimiliki manusia dalam kehidupannya.

Selain itu bentuk bulat, warna hijau, dan rasa yang manis ternyata memiliki makna masing-masing lho.

1. Bentuk Bulat

Umumnya klepon berbentuk bulat tidak sempurna. Bentuk bulat ini melambangkan bahwa hidup seperti bulatan yang tidak diketahui mana ujung dan pangkalnya.

Manusia tidak pernah tahu kapan dilahirkan dan kapan meninggal dunia.

Bulatan tidak sempurna dan tidak rata menjadi simbol bahwa kehidupan manusia tidak ada yang sempurna dan tidak ada yang pasti.

2. Warna Hijau

Warna hijau berasal dari bahan pewarna alami, seperti daun suji atau daun pandan.

Warna ini melambangkan kehidupan, di mana seseorang harus menjaga hatinya agar tetap hidup.

Dengan hati yang hidup, dia akan selalu berusaha berbuat kebaikan dan menjauhi kejahatan.

3. Rasa Manis

Ketika disantap, klepon terasa manis. Rasa manis ini berasal dari isianya yang berupa gula aren atau gula Jawa.

Hal ini melambangkan pentingnya manusia memiliki kebaikan hati. Walaupun tidak terlihat dari luar, kebaikan hati dapat dirasakan.

4. Baluran Parutan Kelapa

Klepon dibalur dengan parutan kelapa yang melambangkan tahap kehidupan manusia. Kelapa dilapisi sabut dan batok yang keras.

Setelah kedua lapisan ini dikupas, masih ada lapisan lain berupa kulit ari yang berwarna kecokelatan dan kehitaman.

Di balik kulit ari terdapat daging buah kelapa, yang kemudian diparut dan dihaluskan untuk membaluri klepon.

Seperti halnya dalam hidup, kita harus melewati beberapa tahap untuk mencapai sebuah kebahagiaan.

5. Pembuatan Klepon

Tahapan dalam membuat jajanan ini juga menyimpan sebuah makna. Meski sederhana dan bahannya mudah didapatkan, namun membuatnya tidak boleh sembarangan.

Untuk membuat klepon yang lezat dibutuhkan kemampuan untuk mencampur bahan-bahan dengan takaran yang pas.

Proses pembuatan klepon melambangkan pentingnya ketepatan, ketelitian, dan kesabaran dalam melakukan berbagai pekerjaan.

 

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: orami
Nisrina Juli 20, 2023 Juli 20, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Manfaat Udang Bagi Tubuh yang Harus Kamu Ketahui
Next Article Bahaya Konsumsi Makanan Pedas Terlalu Sering Bagi Tubuh
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?