By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Beauty Privilege, Bentuk Diskriminasi yang Menyerang Perempuan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Beauty Privilege, Bentuk Diskriminasi yang Menyerang Perempuan

Nisrina
Last updated: 2023/11/01 at 3:33 PM
Nisrina
Share
5 Min Read
Beauty Privilege, Bentuk Diskriminasi yang Menyerang Perempuan
Credit: Youngoldman
SHARE

Beauty Privilege merupakan salah satu bentuk diskriminasi bagi perempuan dengan standar yang membebani. Ketika kamu sedang mencari peluang pekerjaan, baik melalui media sosial, aplikasi pencari kerja, grup WhatsApp, atau situs resmi perusahaan yang kamu targetkan, mungkin kamu pernah menemukan syarat lamaran yang menyebutkan “berpenampilan menarik” atau “good looking.” Ya, syarat semacam itu memang sering muncul dalam berbagai lowongan pekerjaan. Sebenarnya, hal ini merupakan salah satu bentuk keistimewaan berdasarkan penampilan, yang dikenal dengan istilah “beauty privilege.”

Contents
Standar Kecantikan EurocentricRasismePandangan Buruk terhadap Perempuan Bertubuh BesarLebih Sering Terjadi pada PerempuanPengaruh Media SosialMempengaruhi Kesehatan Mental

Beauty privilege adalah konsep yang digunakan untuk menggambarkan keuntungan atau keistimewaan yang diperoleh oleh seseorang karena kecantikan atau ketampanannya. Istilah ini merujuk pada praktik penerimaan yang lebih memihak kepada individu yang memiliki penampilan yang menarik, sehingga kemampuan dan kualifikasi mereka seringkali tidak menjadi prioritas utama. Pertanyaannya adalah, dari mana asal mula fenomena beauty privilege ini muncul dan mengakar dalam masyarakat? Mari kita eksplorasi lebih lanjut dalam ulasan berikut.

Standar Kecantikan Eurocentric

Selain adanya anggapan bahwa penampilan tidak selalu dianggap sebagai salah satu keberagaman yang harus dihormati dan dapat menghadirkan peluang untuk diskriminasi, dilansir dari An Injustice, standar kecantikan ini dibuat dengan standar perempuan Eropa yang rata-rata berhidung kecil atau mancung, berambut lurus, dan berkulit putih. Sedangkan orang yang tidak berkulit putih biasanya dianggap kurang cantik dan rawan ditindas.

Rasisme

Menyambung ke poin pertama, standar kecantikan Eurocentric ini merupakan dampak penjajahan Eropa yang melahirkan paham rasisme dan kebencian pada warna kulit dan kecantikan tertentu, Beauties. Orang Asia yang rata-rata bermata kecil atau sipit biasanya memperoleh perilaku buruk di lingkungan atau negara yang mengadopsi standar ini mentah-mentah.

Akibatnya, tekanan sosial dan rasisme tidak terhindarkan, justru dapat mempengaruhi penerimaan seseorang terhadap dirinya sendiri, membuat orang merasa terhakimi, dan mendapat perlakuan yang tidak pantas.

Pandangan Buruk terhadap Perempuan Bertubuh Besar

Beauty Privilege, Bentuk Diskriminasi yang Menyerang Perempuan
Masih berkaitan dengan poin pertama, dilansir dari The Daily Texan, tubuh besar dianggap merusak kecantikan. Hal ini berdampak pada seorang perempuan apabila menerima perilaku tidak pantas dari orang-orang di sekitarnya, karena membuatnya berpikir bahwa jika saja tubuhnya kurus, maka akan banyak orang yang mau berteman dengannya dan dia lebih bisa diterima dengan layak.

Lebih Sering Terjadi pada Perempuan

Beauty Privilege, Bentuk Diskriminasi yang Menyerang Perempuan
Jahatnya, standar penampilan menarik cenderung hanya dilimpahkan pada perempuan, meskipun ada pula kaum pria yang mengalami dampak dari beauty privilege ini. Di sisi lain, iklan produk pemutih dan pelangsing rata-rata ditargetkan untuk perempuan sehingga memunculkan pikiran bahwa kondisi tubuh yang dimiliki sejak lahir perlu ‘diubah’ sesuai standar yang berkembang di masyarakat secara global.

Pengaruh Media Sosial

Beauty Privilege, Bentuk Diskriminasi yang Menyerang Perempuan

Dilansir dari The Daily Wildcat, media sosial memberi tekanan mental kepada perempuan untuk menjadi kurus agar terlihat cantik. Hal ini didukung pula oleh kekurangpahaman perempuan tentang konsep tubuh yang normal itu seperti apa.

Sehingga, penting bagi perempuan untuk mencari pemahaman yang mampu membuat mereka mengerti bahwa kecantikan adalah menjadi diri sendiri dan menerima diri sendiri, memahami bahwa konsep kecantikan itu beragam. Dan yang terpenting, mencintai diri sendiri dan menerima diri sendiri juga harus ditanamkan dalam pikiran.

Mempengaruhi Kesehatan Mental

Dilansir dari Stylist, sikap diskriminatif dapat menimbulkan rasa malu, rendah diri, dan depresi pada perempuan yang merasa dirinya berpenampilan kurang menarik atau memiliki kekurangan fisik. Sebab, perilaku dari pihak perusahaan yang mencari karyawati baru, mungkin secara tidak sadar memilih untuk tidak mempertimbangkan secara serius bakat dari mereka yang wajah atau tubuhnya dianggap tidak cukup menarik.

Padahal, harga diri, kepercayaan diri, dan profesionalisme adalah hal yang lebih penting dijadikan pedoman dalam mencari karyawati baru atau memberikan promosi pada karyawati berdasarkan kinerja yang dapat dinilai secara objektif.

Beauty privilege sendiri kerap menjadi sorotan di kalangan masyarakat. Namun belakangan ini, beberapa perusahaan sudah mulai mengganti istilah ‘berpenampilan menarik’ dengan kata ‘percaya diri tampil di depan kamera’. Menurutmu, sudah cukup sopan saat dibaca dan benar-benar diwujudkan saat mencari karyawan baru belum

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: beautinesia
Nisrina November 1, 2023 November 1, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Tips Memadukan Warna Makeup dan Pakaian Tips Memadukan Warna Makeup dan Pakaian
Next Article Prospek Pekerjaan Menjanjikan bagi Sarjana Ilmu Komunikasi Prospek Pekerjaan Menjanjikan bagi Sarjana Ilmu Komunikasi
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?