By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Benarkah Vaginismus Disebabkan Oleh Faktor Usia?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Benarkah Vaginismus Disebabkan Oleh Faktor Usia?

Nisrina
Last updated: 2023/09/12 at 9:09 AM
Nisrina
Share
4 Min Read
SHARE

Vaginismus dapat berdampak signifikan pada kehidupan seksual wanita. Kondisi ini merupakan gangguan seksual di mana otot-otot di sekitar vagina secara involunter mengencang saat terjadi penetrasi. Meskipun vaginismus tidak memengaruhi hasrat seksual, namun dapat menghambat hubungan intim yang sehat. Hal ini dikarenakan vaginismus dapat menyebabkan ketidaknyamanan, rasa sakit, kesulitan, dan ketidakpuasan saat berhubungan seksual dengan pasangan.

Contents
Benarkah Vaginismus Disebabkan Oleh Faktor Usia?Bagaimana Mengobatinya?

Vaginismus dapat hadir dalam dua bentuk, yaitu primer dan sekunder. Vaginismus primer terjadi sepanjang hidup seseorang, sedangkan vaginismus sekunder berkembang setelah sebelumnya tidak ada masalah seksual. Gejala vaginismus dapat bervariasi dalam tingkat keparahan. Secara umum, vaginismus ditandai oleh sensasi sakit saat penetrasi (dispareunia).

Namun, penting untuk diingat bahwa faktor yang memicu vaginismus dapat berbeda-beda untuk setiap individu. Vaginismus tidak disebabkan oleh faktor usia semata. Faktor-faktor seperti kecemasan, trauma seksual, ketidaknyamanan dengan tubuh, masalah emosional, atau bahkan tekanan dalam hubungan dapat memainkan peran dalam munculnya vaginismus. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan atau terapis seksual untuk evaluasi dan penanganan yang tepat jika Anda mengalami masalah ini.

Benarkah Vaginismus Disebabkan Oleh Faktor Usia?

Vaginismus terbagi menjadi dua tipe, yaitu primer dan sekunder. Vaginismus primer adalah kondisi seumur hidup, sedangkan sekunder disebabkan oleh kondisi tertentu termasuk usia. Pada vaginismus sekunder, kondisi ini bisa berasal dari peristiwa tertentu, seperti infeksi, menopause, peristiwa traumatis, perkembangan kondisi medis, masalah hubungan, pembedahan, atau persalinan. Jadi, wanita yang mendekati usia menopause punya risiko mengalami vaginismus.

Vaginismus juga bisa disebabkan oleh faktor fisik dan non-fisik. Pada beberapa kasus, vaginismus dapat terjadi karena kombinasi faktor fisik dan non-fisik. Penyebab fisik dapat meliputi:

  • Kondisi medis.
  • Persalinan.
  • Perubahan yang terkait usia.
  • Rasa tidak nyaman sementara.
  • Trauma pada pelvis.
  •  Pernah mengalami kekerasan seksual
  • Efek samping pengobatan.

Sementara itu, penyebab non-fisik dapat meliputi:

  • Ketakutan atau antisipasi terhadap rasa sakit saat berhubungan, ketakutan akan terjadinya robekan, atau takut akan hamil.
  • Gelisah atau stres.
  • Isu pada pasangan, seperti kekerasan, menjauh secara emosional, ketidakpercayaan, kecemasan terhadap perasaan menderita, atau kehilangan kendali.
  • Kejadian traumatis, seperti perkosaan atau sejarah kekerasan.
  • Pengalaman masa kecil, seperti kesalahan cara didik atau paparan terhadap gambar seksual.

Bagaimana Mengobatinya?

Pilihan pengobatan untuk vaginismus dapat bervariasi, tergantung pada penyebab rasa sakit yang dialami. Namun, kondisi ini biasanya bisa disembuhkan dengan mudah, seperti dengan terapi relaksasi vagina, terapi emosional, hingga operasi.

Jika vaginismus disebabkan oleh infeksi atau kondisi medis tertentu, pengobatan biasanya akan difokuskan untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya. Pada kasus vaginismus yang terjadi pada wanita yang sudah memasuki masa menopause, biasanya disebabkan oleh kurangnya pelumas, imbas rendahnya produksi hormon estrogen.

Jika itu penyebabnya, dokter biasanya akan meresepkan estrogen topikal yang dioleskan langsung pada vagina. Selain itu, latihan Kegel juga dapat meringankan rasa sakit secara perlahan dan membantu mengatasi vaginismus. Latihan ini bertujuan untuk membantu pengidap terbiasa dengan objek yang masuk ke dalam vagina.

Metode pengobatan lainnya yang bisa dilakukan adalah operasi untuk memperlebar vagina. Prosedur ini biasanya perlu dilakukan pada situasi tertentu. Misalnya saat operasi sebelumnya menyebabkan jaringan luka yang membatasi vagina, seperti episiotomi saat persalinan. Pada kasus ini, operasi kecil dapat membantu mengangkat jaringan luka, dengan memotong jaringan luka dengan hati-hati dan menjahit dengan jahitan kecil.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina September 12, 2023 September 12, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 5 Penyebab Terjadinya Vaginitis dan Cara Mencegahnya
Next Article 5 Cara Mencegah Hipertensi di Usia Muda
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?