By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Berbagai Fakta Tes Pendengaran yang Perlu Kita Ketahui
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Berbagai Fakta Tes Pendengaran yang Perlu Kita Ketahui

Nisrina
Last updated: 2023/12/18 at 8:57 AM
Nisrina
Share
9 Min Read
Berbagai Fakta Tes Pendengaran yang Perlu Kita Ketahui
Credit: Freepik
SHARE

Berbagai fakta tes pendengaran ini penting untuk kita mengetahuinya. Uji pendengaran bermanfaat dalam mengevaluasi kinerja sistem pendengaran. Pemeriksaan ini juga efektif dalam mengidentifikasi masalah pendengaran pada individu yang mungkin tidak dapat mengikuti uji pendengaran konvensional.

Contents
Berbagai Fakta Tes Pendengaran yang Perlu Kita KetahuiJenis-Jenis Tes Pendengaran 1. Auditory brainstem response (ABR)2. Audiometri nada murni3. Timpanometri4. Tes garpu tala5. Brainstem evoke response evaluation (BERA)6. Threshold equalizing noise (TEN)7. Sentence in noise (SIN)8. Speech perception test 9. Otoacoustic emissions (OAE)Jenis Gangguan yang Bisa Dideteksi dengan Tes Pendengaran1. Gangguan pendengaran konduktif2. Gangguan pendengaran sensorineural3. Gangguan pendengaran campuranWaktu yang Tepat untuk Melakukan Tes PendengaranProsedur Tes Pendengaran1. Audiometri nada murni2. Bone conduction testing3. Speech perception test 4. Auditory brainstem response (ABR)Tempat dan Biaya Melakukan Tes Pendengaran 

Selain itu, tes pendengaran dapat berguna untuk mengevaluasi gangguan pada bagian dalam telinga, terutama fokus pada koklea atau rumah siput. Pengujian ini memiliki kegunaan khusus, terutama dalam mendeteksi potensi gangguan pendengaran pada bayi yang baru lahir. Pelajari lebih lanjut mengenai berbagai jenis uji pendengaran dan prosedurnya di bawah ini!

Berbagai Fakta Tes Pendengaran yang Perlu Kita Ketahui

Jenis-Jenis Tes Pendengaran 

Ada beberapa jenis tes pendengaran dan beberapa di antaranya bisa memeriksa kualitas pendengaran orang dewasa. Lainnya bisa dokter gunakan untuk bayi, anak-anak, dan orang dewasa.  Lantas, apa saja jenis-jenis tes pendengaran? Berikut ini di antaranya:

1. Auditory brainstem response (ABR)

Tujuan ABR adalah memeriksa koneksi atau jalur antara telinga bagian dalam dan otak. Dokter akan melakukan pemeriksaan ini pada anak-anak dan orang yang tidak dapat melakukan audiometri nada murni.

Tes ABR juga dapat dokter lakukan untuk orang yang mengalami cedera otak yang memengaruhi pendengarannya. Misalnya, adanya penyumbatan di sepanjang jalur antara telinga bagian dalam dan otak.

2. Audiometri nada murni

Audiometri nada murni bertujuan menemukan volume paling tenang yang dapat kamu dengar di setiap nada. Dokter akan memberikan rangsangan melalui udara dan tulang mastoid, yaitu tulang di belakang telinga. Jalur pendengaran luar dan telinga bagian dalam akan diukur ketika rangsangan diberikan melalui udara. Sementara itu, pendengaran pada telinga bagian dalam akan diukur melalui rangsangan pada tulang. Lantas, audiometri normal berapa? Angkanya kurang dari 25 decibel hearing level  (db Hl).

3. Timpanometri

Kegunaannya mengetahui seberapa baik gendang telinga bergerak. Dokter melakukannya untuk mengetahui apakah gendang telinga seseorang pecah, ada cairan di tengah telinga, atau kotoran di liang telinga.

4. Tes garpu tala

Tujuannya untuk mendeteksi gangguan pendengaran konduktif dan sensorineural unilateral pada salah satu telinga. Dokter dapat mendeteksi di mana lokasi gangguan terjadi dan sifat gangguan pendengaran.

5. Brainstem evoke response evaluation (BERA)

Tes evaluasi respon batang otak atau BERA bertujuan mengukur saraf listrik yang membawa suara dari telinga bagian dalam ke otak. Melalui tes ini, nantinya dokter akan tahu apakah terdapat hambatan pada saraf.

6. Threshold equalizing noise (TEN)

Tes TEN bertujuan untuk mengetahui apakah ada bagian telinga yang tidak merespons rangsangan suara. Jika ada, maka bagian telinga tersebut adalah “dead zone”. Dokter akan menggunakan hasil pemeriksaan untuk menentukan alat bantu yang tepat.

7. Sentence in noise (SIN)

Tujuannya untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memahami percakapan dalam lingkungan bising. Hasil tes akan dibandingkan dengan kemampuan seseorang memahami percakapan dalam lingkungan yang tenang.

8. Speech perception test 

Tes pendengaran ini bertujuan untuk memeriksa seberapa jelas seseorang dapat mendengar ucapan. Dokter akan memintamu mendengarkan dan mengulangi kata-kata tertentu, sehingga ia tahu seberapa jelas kamu dapat mendengar dan memahami ucapan.

9. Otoacoustic emissions (OAE)

Tes pendengaran OAE berguna untuk mengevaluasi sistem pendengaran. Pemeriksaan juga mendeteksi masalah pada orang yang tidak dapat menjalani tes pendengaran konvensional. Selain itu, pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa gangguan di telinga bagian dalam, khususnya bagian koklea (rumah siput). Terutama pada bayi yang baru lahir untuk mengetahui dugaan tuli.

Jenis Gangguan yang Bisa Dideteksi dengan Tes Pendengaran

Masalah pendengaran terjadi akibat adanya kerusakan pada saraf dalam telinga, bagian otak yang mengontrol pendengaran, dan telinga itu sendiri. Jenisnya terbagi menjadi tiga, yaitu:

1. Gangguan pendengaran konduktif

Masalah pendengaran ini terjadi akibat gelombang suara tidak dapat masuk ke dalam telinga. Umumnya jenis masalah pendengaran konduktif umumnya ringan dan terjadi sementara.

2. Gangguan pendengaran sensorineural

Selanjutnya ada gangguan pendengaran sensorineural. Masalah ini terjadi ketika ada masalah pada saraf pengontrol pendengaran dan gangguan pada organ dalam telinga. Gangguan bisa terjadi dari ringan hingga berat.

3. Gangguan pendengaran campuran

Masalah ini terjadi bersamaan dengan gangguan pendengaran sensorineural. Penyebabnya mulai dari infeksi telinga tengah, kelainan bawaan, cedera, atau bagian dari proses penuaan alami.

Waktu yang Tepat untuk Melakukan Tes Pendengaran

Tes pendengaran dilakukan pada orang yang mengalami gejala masalah pendengaran. Beberapa tandanya dapat meliputi:

  • Mengidap tinnitus atau sensasi dengung pada telinga.
  • Berbicara dengan volume suara yang kencang.
  • Kesulitan memahami dan mendengar lawan bicara.
  • Sering meminta lawan bicara untuk mengulang kalimat.
  • Menonton televisi atau mendengarkan musik dengan volume suara yang tinggi.
  • Seseorang yang sering menggunakan headset atau headphone dengan volume yang keras.
  • Mendeteksi dini autisme.

Prosedur Tes Pendengaran

Tes pendengaran otoacoustic emissions umumnya hanya memerlukan waktu selama 30 menit.  Prosedurnya juga tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga tak akan membuat pasien merasa tidak nyaman. Prosedur tes pendengaran bergantung dari jenisnya. Berikut beberapa contoh prosedurnya:

1. Audiometri nada murni

Ini adalah tes pendengaran yang paling umum. Begini cara kerjanya:

  • Pasien duduk di dalam ruangan.
  • Kemudian, memakai headphone atau earphone.
  • Audiolog menggunakan mesin yang disebut audiometer. Audiometer menghasilkan suara pada frekuensi dan tingkat kenyaringan yang berbeda.
  • Pasien perlu mengangkat tangan, menekan tombol, atau berkata “ya” saat mendengar suara.

Audiolog kemudian mencatat tanggapan pasien pada audiogram. Alat ini akan memetakan pola gangguan pendengaran. Jika terdapat gangguan, alat akan menunjukkan tingkat keparahannya.

2. Bone conduction testing

Ahli audiologi menggunakan tes untuk mengetahui penumpukan kotoran atau cairan yang menghalangi telinga tengah atau luar. Selain itu, tes ini dapat mengetahui gangguan pendengaran pada sel sensorik. Cara kerjanya dengan:

  • Audiolog meletakkan alat kecil di belakang telinga atau di dahi.
  • Alat mengirimkan suara melalui perangkat. Suara-suara itu membuat tengkorak bergetar dengan sangat lembut.
  • Getaran akan melewati telinga luar dan tengah serta menuju ke telinga bagian dalam.

3. Speech perception test 

Audiolog biasanya melakukan tes ini bersamaan dengan tes nada murni. Tes ini mengevaluasi kemampuan pasien dalam mendengarkan kata-kata dan harus mengulanginya.

Begini langkah prosedurnya:

  • Seperti tes nada murni, pasien akan memakai headphone atau earphone.
  • Audiolog akan mengucapkan kata-kata dengan tingkat suara yang lembut hingga keras.
  • Pasien perlu mengulangi kata-kata yang diucapkan audiolog.
  • Audiolog akan merekam ucapan paling lembut yang dapat pasien dengar.
  • Mereka juga meminta pasien mengulangi kata-kata yang diucapkan dengan lebih keras untuk menguji pengenalan kata.

4. Auditory brainstem response (ABR)

Tes pendengaran ini memeriksa koneksi atau jalur antara telinga bagian dalam dan otak. Berbeda dengan tes nada murni, pasien tidak perlu merespons suara dan harus tetap diam selama ujian. Prosedurnya, yaitu:

  • Pasien duduk dan memakai earphone.
  • Audiolog memasang elektroda di kepala. Elektroda menempel pada kulit dan terhubung ke komputer.
  • Elektroda merekam aktivitas gelombang otak saat otak merespons suara tertentu yang diputar melalui earphone.
  • Komputer mencatat aktivitas gelombang otak.
  • Audiolog meninjau cetakan komputer untuk melihat hasil tes pasien.

Tempat dan Biaya Melakukan Tes Pendengaran 

Tes ini dapat kamu lakukan di rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan yang memiliki layanan tersebut. Besarnya kisaran biaya berbeda-beda, tergantung pada tempat dan fasilitas kesehatan yang kamu pilih. Perbedaan biaya juga tergantung pada jenis tes yang dokter pilih dan seberapa parah kondisi gangguannya. Sebagai acuan, kisaran biaya terendah yaitu sekitar Rp130.000,-. Namun, acuan biaya tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu.

Lantas, berapa biaya tes BERA? Biaya tes BERA akan bervariasi, tergantung pada fasilitas kesehatan yang kamu datangi. Angkanya berkisar Rp300.000 hingga Rp800.000, tergantung indikasi medis.

Itulah berbagai fakta tes pendengaran yang penting untuk kita ketahui. Semoga bermanfaat!

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Desember 18, 2023 Desember 18, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Ranking Teratas Zodiak Paling Peka Terhadap Orang Lain Ranking Teratas Zodiak Paling Peka Terhadap Orang Lain
Next Article Gangguan Telinga yang Paling Umum Terjadi Gangguan Telinga yang Paling Umum Terjadi
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?