By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Berbagai Kompilasi Kehamilan yang Wajib Wanita Ketahui
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Berbagai Kompilasi Kehamilan yang Wajib Wanita Ketahui

Nisrina
Last updated: 2024/01/02 at 9:12 AM
Nisrina
Share
7 Min Read
Berbagai Kompilasi Kehamilan yang Wajib Wanita Ketahui
Credit: sciencedaily
SHARE

Berbagai kompilasi kehamilan ini wajib bagi para calon ibu dan pasangan untuk mengetahuinya. Komplikasi kehamilan merupakan gangguan kesehatan yang terjadi selama masa kehamilan. Gangguan kesehatan tersebut dapat melibatkan gangguan pada kesehatan ibu, kesehatan bayi atau bahkan keduanya.

Contents
Berbagai Kompilasi Kehamilan yang Wajib Wanita Ketahui1. Anemia2. Tekanan Darah Tinggi3. Diabetes Gestasional3. Preeklamsia4. Persalinan Prematur5. Keguguran6. Infeksi7. Mual dan Muntah Terus Menerus Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Komplikasi Kehamilan?Cara Mencegah Komplikasi Kehamilan

Beberapa wanita hamil memiliki masalah kesehatan yang muncul semaka kehamilan, sedangkan ada juga beberapa wanita yang memiliki masalah kesehatan sebelum hamil yang bisa berujung pada komplikasi selama kehamilan. Oleh karena itu, penting bagi wanita untuk mendapatkan perawatan kesehatan sebelum dan selama kehamilan untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan.

Berbagai Kompilasi Kehamilan yang Wajib Wanita Ketahui

Berikut adalah komplikasi paling umum yang wanita alami selama kehamilan:

1. Anemia

Anemia merupakan kondisi ketika tubuh memiliki jumlah sel darah merah sehat yang lebih rendah dari jumlah normal. Wanita hamil yang mengalami anemia mungkin akan merasa lelah dan lemah. Namun, kondisi tersebut bisa mengatasinya dengan mengobati penyebabnya, serta terbantu dengan mengonsumsi suplemen zat besi dan asam folat.

2. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi terjadi ketika arteri yang membawa darah dari jantung ke organ dan plasenta menyempit. Kondisi tersebut bisa menempatkan ibu dan bayinya pada risiko berbagai masalah kesehatan. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya banyak komplikasi kehamilan lain, seperti preeklamsia, solusio plasenta, dan diabetes gestasional. Wanita hamil dengan tekanan darah tinggi juga berisiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi sebelum waktunya atau persalinan prematur, melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah, dan kematian bayi.

Oleh karena itu, penting untuk membicarakan masalah tekanan darah dengan dokter kandungan ibu sebelum hamil, sehingga tindakan penanganan dan kontrol yang tepat terhadap tekanan darah ibu bisa sebelum kehamilan. Mengonsumsi obat untuk tekanan darah tinggi penting untuk melakukannya sebelum, selama, dan setelah kehamilan.

3. Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional terjadi ketika seorang wanita yang tidak mengidap diabetes sebelum kehamilan, mengembangkan kondisi tersebut selama kehamilan. Perubahan hormon akibat kehamilan menyebabkan tubuh tidak menghasilkan cukup insulin untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, atau tidak menggunakannya secara normal. Akibatnya, glukosa bisa menumpuk di darah dan menyebabkan diabetes selama kehamilan. Menerapkan pola makan yang sehat dan mengikuti rencana perawatan oleh dokter kandungan anjurkan adalah cara terbaik untuk mengurangi atau mencegah masalah yang terkait dengan diabetes selama kehamilan. Pasalnya, bila tidak terkontrol, diabetes gestasional bisa menyebabkan preeklamsia dan melahirkan bayi yang besar yang meningkatkan risiko kelahiran sesar.

3. Preeklamsia

Preeklamsia adalah komplikasi serius yang dapat mengakibatkan kelahiran prematur hingga mengancam keselamatan jiwa. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa wanita yang berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya, seperti wanita yang berusia 35 tahun ke atas, memiliki riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya, memiliki kondisi medis tertentu (diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit ginjal), hamil dua atau lebih anak.

4. Persalinan Prematur

Persalinan prematur terjadi ketika seorang wanita melahirkan sebelum minggu ke-37 kehamilan. Hal tersebut terjadi sebelum organ bayi, seperti paru-paru dan otak, selesai berkembang. Obat-obatan tertentu bisa menghentikan persalinan. Dokter biasanya juga menganjurkan ibu untuk beristirahat total di tempat tidur agar bayi tidak lahir terlalu dini.

5. Keguguran

Keguguran adalah kematian janin yang terjadi selama 20 minggu pertama kehamilan. Menurut American Pregnancy Association (APA), hampir sebanyak 20 persen kehamilan di antara wanita sehat akan berakhir dengan keguguran. Terkadang, hal ini bisa terjadi bahkan sebelum seorang wanita menyadari kehamilannya. Dalam kebanyakan kasus, keguguran tidak bisa tercegah.

Kehilangan kehamilan setelah minggu ke-20 kehamilan menyebutnya lahir mati. Sering kali penyebabnya tidak diketahui. Masalah yang bisa menyebabkan bayi lahir mati, antara lain adanya masalah dengan plasenta, masalah kesehatan kronis pada ibu, dan infeksi.

6. Infeksi

Selama kehamilan, bayi dalam perut ibu terlindungi dari banyak penyakit, seperti flu biasa atau sakit perut. Namun, ada beberapa infeksi yang dapat membahayakan ibu, bayi, atau keduanya. Misalnya seperti infeksi HIV, virus hepatitis, penyakit menular seksual dan tuberkulosis. Beberapa infeksi tersebut dapat berdampak negatif pada kehamilan dan mungkin memberikan konsekuensi serius bagi ibu, hasil kehamilannya dan bayinya.

Oleh sebab itu, penting bagi ibu hamil untuk melakukan skrining dan mengobati infeksi tersebut sedini mungkin dan mendapatkan vaksinasi terhadap virus. Contohnya seperti hepatitis B dan human papillomavirus, agar dapat mencegah dampak buruk pada kehamilan.

7. Mual dan Muntah Terus Menerus 

Meskipun mual dan muntah adalah hal yang normal selama kehamilan, terutama pada trimester pertama, beberapa wanita mengalami gejala yang lebih parah hingga trimester ketiga. Penyebab bentuk yang lebih parah dari masalah ini, yang terkenal sebagai hiperemesis gravidarum. Wanita dengan hiperemesis gravidarum mengalami mual yang tidak kunjung hilang, penurunan berat badan, nafsu makan berkurang, dehidrasi, dan rasa ingin pingsan.

Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Komplikasi Kehamilan?

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko wanita mengalami komplikasi selama kehamilan, antara lain:

  • Hamil pada usia 35 tahun atau lebih.
  • Mengalami kehamilan di usia muda.
  • Mengalami gangguan makan, seperti anoreksia.
  • Merokok.
  • Menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Minum alkohol.
  • Memiliki riwayat keguguran atau kelahiran prematur.
  • Hamil lebih dari satu bayi.
  • Mengidap kondisi medis tertentu, seperti diabetes, kanker, tekanan darah tinggi, infeksi, penyakit menular seksual, dan lain-lain.

Cara Mencegah Komplikasi Kehamilan

Tidak semua komplikasi kehamilan bisa dicegah, namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risikonya, antara lain:

  • Bicarakan pada dokter ketika berencana hamil agar dokter bisa membantu kamu mempersiapkan diri. Beritahu dokter bila kamu memiliki kondisi medis tertentu.
  • Konsumsi makanan sehat dengan memperbanyak buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan serat.
  • Minum vitamin prenatal setiap hari.
  • Berhenti merokok, sekaligus hindari minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.
  • Mengelola stres dengan baik.

Itulah berbagai kompilasi kehamilan yang bisa terjadi pada ibu hamil. Tetap jaga kesehatan, semoga bermanfaat!

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Januari 2, 2024 Januari 2, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Mengenal Apgar Score, Metode Menilai Kondisi Bayi Baru Lahir Mengenal Apgar Score, Metode Menilai Kondisi Bayi Baru Lahir
Next Article Cara Diagnosis Mirror Syndrome Selama Kehamilan Cara Diagnosis Mirror Syndrome Selama Kehamilan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?