Salah satu acara diskon besar yang terkenal dengan sebutan Black Friday telah menjadi sorotan. Melansir dari CNN Indonesia, setiap kali Black Friday tiba. Berbagai produk branded menghadirkan penawaran diskon yang sangat menggiurkan, mendorong banyak orang untuk melakukan pembelian impulsif.
Di Amerika, tradisi antrian panjang untuk mendapatkan diskon Black Friday sudah menjadi kebiasaan sejak pagi buta. Sementara itu, di Indonesia, pengalaman mendapatkan diskon Black Friday umumnya terjadi pada malam hari hingga dini hari.
Momen diskon besar ini sering diadakan selama perayaan lebaran, liburan sekolah, acara khusus, serta selama libur Natal dan Tahun Baru. Sebuah kesempatan bagi para konsumen untuk menikmati penawaran istimewa dan memanjakan diri mereka sendiri.
Definisi dan Konsep Black Friday
Seorang ahli marketing di The Wharton School Universitas Pennsylvania, Barbara Kahn menyebutkan bahwa konsep Black Friday sudah berubah. Awalnya Black Friday merupakan hari libur usai libur Thanksgiving Amerika yang biasanya dirayakan setiap Jumat keempat pada bulan November. Itu menjadi hari yang populer untuk berbelanja saat Natal. Apalagi banyak penjual yang menawarkan diskon dan penawaran. Banyak orang yang beranggapan bahwa Black Friday menunjukkan keuntungan.
Black Friday merujuk pada 24 September 1869 saat terjadi kepanikan finansial di Amerika Serikat. Selain itu polisi menggambarkan istilah tersebut sebagai buruknya kondisi lalu lintas di Amerika. Ditambah dengan banyaknya keributan yang terjadi di toko-toko yang diwarnai kaburnya pengutil barang dagangan.
Seiring berjalannya waktu, Black Friday mengalami pergeseran makna. Penulis How to Win at Shopping, Davida Zyla mengungkapkan bahwa sekarang ini momen belanja tersebut, selain menjadi hari menyenangkan untuk pengecer, juga mewakili sisi gelap konsumerisme. Apalagi kerumunan orang bersaing agar bisa mendapatkan barang dagangan dengan potongan harga. Hal itu pula yang membawa kekerasan dan cedera.
Wolipop melaporkan pembeli di Indonesia banyak berpartisipasi untuk mencari penawaran menarik pada momen belanja ini. Sebuah studi yang telah dibuat Picodi para tahun 2019 lalu menyebutkan pria lebih banyak belanja daripada wanita. Keduanya memang mempunyai preferensi barang masing-masing, namun pria dan wanita mengincar pakaian. Selain itu, pria lebih banyak membeli gadget beserta peralatannya, sedangkan perempuan lebih mengincar parfum dan kosmetik.
Cara Aman Belanja Saat Black Friday Nataru
Jelang Black Friday, kamu harus pintar-pintar mengatur belanja dan keuangan. Jangan sampai tergoda dengan banyaknya penawaran dan diskon yang besar-besaran. Momen liburan Natal dan Tahun Baru menjadikan Beauties ingin sesuatu yang baru, seperti pakaian, aksesoris, gadget, hingga kosmetik baru. Berikut cara-cara amannya, yakni:
1. Selalu Mengingat bahwa Belanja Barang Diskon Akhir Tahun termasuk Pengeluaran
Kamu harus ingat belanja barang diskon akhir tahun itu termasuk pengeluaran. Maka dari itu Beauties harus menentukan budget agar bisa menghindar dari belanja berlebihan
2. Memprioritaskan Barang yang Ingin Dibeli
Dari semua barang yang ingin kamu beli, pastikan membuat prioritasnya. Bila masih ada anggaran yang tersisa, Beauties boleh membeli barang yang lainnya. Jika sudah habis, harus menahan diri agar tabungan tidak terkuras.
3. Membandingkan Harga dari Toko ke Toko
Memanfaatkan diskon akhir tahun harus juga dipikir baik-baik. Tidak ada salahnya Beauties membandingkan harga barang yang sama dengan toko ataupun e-commerce lainnya.