By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Cara Penularan Penyakit Tuberkulosis yang Sering Terabaikan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Cara Penularan Penyakit Tuberkulosis yang Sering Terabaikan

Nisrina
Last updated: 2024/01/17 at 9:22 AM
Nisrina
Share
3 Min Read
Cara Penularan Penyakit Tuberkulosis yang Sering Terabaikan
Credit: Reader's Digest
SHARE

Cara penularan penyakit tuberkulosis atau TBC ini sering orang abaikan. Penyebaran penyakit tuberkulosis umumnya terjadi melalui udara, terutama ketika penderita mengeluarkan lendir atau dahak saat batuk atau bersin. Pada saat itu, bakteri penyebab tuberkulosis ikut terlepas ke udara melalui lendir tersebut.

Contents
Cara Penularan Penyakit TuberkulosisFase Infeksi Setelah Terjadi Penularan Tuberkulosis1. Fase Laten2. Fase Aktif

Selanjutnya, udara yang mengandung bakteri dapat masuk ke dalam tubuh orang lain melalui pernapasan. Bakteri penyebab tuberkulosis ini terkenal sebagai Mycobacterium tuberculosis. Meskipun biasanya menyerang paru-paru, bakteri ini juga bisa menyerang organ tubuh lainnya, seperti tulang belakang, kelenjar getah bening, kulit, ginjal, dan selaput otak.

Cara Penularan Penyakit Tuberkulosis

Perlu kita ketahui bahwa penularan penyakit tuberkulosis tidak terjadi melalui kontak fisik, seperti berjabat tangan atau menyentuh benda yang terkontaminasi bakteri penyebabnya. Umumnya, penularan penyakit tuberkulosis terjadi dalam ruangan di mana percikan dahak berada dalam waktu yang lama. Itulah sebabnya, orang-orang yang berisiko tinggi terkena penularan tuberkulosis adalah mereka yang sering bertemu atau berdiam di tempat yang sama dengan pengidap tuberkulosis. Misalnya, keluarga, teman sekantor, atau teman sekelas.

Meski begitu, pada dasarnya penularan penyakit tuberkulosis tidak semudah yang dibayangkan. Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung bakteri penyebab tuberkulosis akan langsung mengidap penyakit ini. Pada kebanyakan kasus, bakteri penyebab tuberkulosis yang terhirup akan berdiam di paru-paru tanpa menimbulkan gejala atau menginfeksi orang lain. Bakteri biasanya tetap ada di dalam tubuh sambil menunggu saat yang tepat untuk menginfeksi, yaitu ketika daya tahan tubuh sedang lemah atau menurun.

Fase Infeksi Setelah Terjadi Penularan Tuberkulosis

Seperti dikatakan tadi, setelah menghirup bakteri penyebab tuberkulosis, biasanya seseorang tidak akan langsung sakit. Ada setidaknya dua fase infeksi yang terjadi setelah penularan penyakit tuberkulosis, yaitu:

1. Fase Laten

Fase ini terjadi ketika tubuh sudah didiami oleh bakteri penyebab tuberkulosis, tapi sistem kekebalan tubuh sedang baik, sehingga sel darah putih masih bisa melawan bakteri. Hal ini membuat bakteri tidak bisa menyerang dan tubuh tidak terinfeksi tuberkulosis. Tertandai dengan tidak adanya gejala yang muncul dan tidak bisanya menulari orang lain. Meski begitu, bakteri yang sudah masuk dan bersarang dapat aktif dan menyerang kembali sewaktu-waktu. Terutama saat sistem kekebalan tubuh sedang lemah. Jadi, jika saat fase laten ini tidak dilakukan pengobatan, risiko untuk mengalami infeksi tuberkulosis akan tetap tinggi.

2. Fase Aktif

Fase aktif terjadi ketika seseorang sudah mengidap penyakit tuberkulosis. Pada fase ini, bakteri tuberkulosis yang ada dalam tubuh telah aktif, sehingga pengidapnya mengalami gejala-gejala penyakit tuberkulosis. Selain itu, ia juga bisa menularkan penyakit ini pada orang lain. Jadi, pengidap tuberkulosis aktif disarankan untuk selalu mengenakan masker, menutup mulut ketika batuk atau bersin, dan tidak meludah sembarangan.

Itulah dua fase infeksi tuberkulosis yang bisa terjadi setelah penularan. Jika kamu mengalami beberapa gejala tuberkulosis, seperti batuk lebih dari tiga minggu, batuk berdarah, demam, keringat dingin di malam hari, dan berat badan turun drastis.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Januari 17, 2024 Januari 17, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Faktor Risiko Alami TBC di Usia Muda Faktor Risiko Alami TBC di Usia Muda
Next Article Cara Ampuh Mencegah Biang Keringat Tidak Timbul pada Tubuh Cara Ampuh Mencegah Biang Keringat Tidak Timbul pada Tubuh
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?