By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Deretan Fakta Kontaminasi Obat Demam di Sungai Citarum
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Deretan Fakta Kontaminasi Obat Demam di Sungai Citarum

Nisrina
Last updated: 2024/07/10 at 8:51 AM
Nisrina
Share
3 Min Read
Deretan Fakta Kontaminasi Obat Demam di Sungai Citarum
Credit: Kompas/Bagus Puji Panuntun
SHARE

Deretan fakta kontaminasi obat demam di Sungai Citarum ini penting untuk kita tahu darimana asalnya. Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan adanya kontaminasi bahan aktif obat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Hulu, Jawa Barat. Temuan ini berasal dari penelitian oleh Kelompok Riset Ekotoksikologi Perairan Darat, Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN.

Contents
Deretan Fakta Kontaminasi Obat Demam di Sungai Citarum1. Penggunaan paracetamol dan amoxicillin di DAS Citarum2. Sumber kontaminasi obat3. Dampak cemaran paracetamol dan bahan aktif obat lain

Metodologi penelitian ini melibatkan perhitungan konsentrasi active pharmaceutical ingredients (APIs) yang terkonsumsi, frekuensi penggunaan obat, jumlah obat serta durasi masa sakit responden dalam setahun.

Berikut adalah fakta-fakta temuan kontaminasi bahan aktif obat di Sungai Citarum, mengutip dari laman BRIN.

Deretan Fakta Kontaminasi Obat Demam di Sungai Citarum

1. Penggunaan paracetamol dan amoxicillin di DAS Citarum

Peneliti Kelompok Riset Ekotoksikologi Perairan Darat, Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN Rosetyati Retno Utami terlebih dahulu melakukan survei untuk melihat penggunaan obat skala rumah tangga. Dia dan tim lalu mengelompokkan 2 jenis obat-obatan yakni obat berbahan dasar kimia dan obat berbahan herbal.

“Hasilnya untuk bahan kimia aktif dapat dilihat bahwa ternyata paracetamol dan amoxilin menjadi APIs dengan penggunaan paling besar di DAS Citarum Hulu” beber Rosetyati.

Penggunaan Paracetamol menjadi posisi tertinggi dengan jumlah 460 ton pertahun, amoxilin 336 ton pertahun. Cemaran antibiotik juga ditemukan tinggi di sungai Citarum, namun tidak disebutkan besarkan kontaminasinya.

 

2. Sumber kontaminasi obat

Kepala Plt. Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Luki Subehi, menyampaikan sumber-sumber kontaminasi bahan aktif obat di Sungai Citarum karena beberapa faktor. Pertama, kegiatan peternakan yang menggunakan obat-obatan dan hormon pada hewan. Kedua, bahan aktif obat dari limbah rumah tangga.

Ada juga kemungkinan pencemaran disebabkan oleh sistem pengelolaan limbah obat di industri dan rumah sakit yang mungkin terjadi kebocoran, mengakibatkan obat masuk ke ekosistem akuatik.

“Ini bisa mencakup pembuangan ke dalam toilet, sampah, atau metode lainnya,” beber Luki.

 

3. Dampak cemaran paracetamol dan bahan aktif obat lain

Menanggapi temuan tersebut, Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada Prof Zullies Ikawati mengatakan risiko dari kontaminasi bahan aktif, seperti paracetamol dan amoxilin, mungkin saja ada. Apa saja dampak yang muncul, akan terpengaruh oleh seberapa besar konsentrasi cemaran di perairan.

“Untuk parasetamol, jika sangat kecil mungkin belum akan memberikan efek signifikan terhadap lingkungan biota perairan maupun orang yang mengkonsumsi air sungai tersebut (bila ada). Tetapi untuk antibiotik, perlu perhatian lebih, karena antibiotik ini dapat membunuh mikroorganisme yang ada di perairan tersebut, walaupun tetap tergantung dari dosisnya,” ujar Prof Zullies kepada detikcom, Senin (8/7/2024).

danya paparan antibiotik dapat menyebabkan musnahnya bakteri-bakteri baik yang mungkin perlu oleh lingkungan. Misalnya seperti bakteri untuk pembusukan dan lain sebagainya. Di sisi lain, paparan antibiotik ini dapat memicu terjadinya mutasi bakteri. Hal itu bisa membuat bakteri resisten terhadap obat antibiotik.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: detikhealth
Nisrina Juli 10, 2024 Juli 10, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Tips Jalin Hubungan dengan Cancer yang Terkenal Moody Tips Jalin Hubungan dengan Cancer yang Terkenal Moody
Next Article Thailand Akan Cabut Status 'Bebas' Konsumsi Ganja Tahun Depan Thailand Akan Cabut Status ‘Bebas’ Konsumsi Ganja Tahun Depan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?