Fakta di balik minuman isotonik memang jarang orang yang mengetahuinya. Setelah berolahraga dan merasa haus, kebanyakan orang mungkin akan memilih untuk minum minuman isotonik, banyak yang meyakini minuman ini dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang. Selain itu, ketika beraktivitas di luar dan cuaca sedang panas, memilih minuman isotonik karena memberikan sensasi kesegaran.
Tapi, sebenarnya, apa saja kandungan yang terdapat dalam minuman isotonik? Apakah aman jika mengonsumsi minuman tersebut secara rutin? Mari kita kenali fakta-fakta di balik minuman isotonik untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
Fakta di Balik Minuman Isotonik
1. Berbeda dengan Minuman Berenergi
Minuman isotonik termasuk jenis sport drink atau minuman olahraga yang memiliki kandungan bermanfaat untuk tubuh, yaitu karbohidrat, mineral, dan elektrolit. Sementara itu, minuman berenergi lebih banyak mengandung zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh, seperti kafein, taurin, guarana, keratin, dan zat adiktif lainnya yang bermanfaat untuk menstimulasi kerja tubuh.
2. Serupa dengan Cairan Tubuh
Minuman isotonik memiliki konsentrasi gula dan garam serta kepekatan yang serupa dengan cairan dalam tubuh. Itulah sebabnya jika minuman ini terbilang dapat menggantikan cairan tubuh, sah-sah saja. Terutama jika diminum ketika tubuh mengalami dehidrasi ringan, seperti setelah berolahraga berat.
3. Membuat Tubuh Bertenaga
Menurut US National Library of Medicine, National Institute of Health, minuman isotonik mengandung elektrolit dan karbohidrat sebesar 6-8 persen, yang sangat efektif untuk membuat tubuh bertenaga. Itulah sebabnya minuman isotonik kerap menjadi pilihan terbaik pada saat berolahraga dan banyak dikonsumsi oleh para atlet.
4. Cepat Diserap Tubuh
Karena dirancang untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar melalui keringat dengan cepat, minuman isotonik cepat diserap tubuh.
Tidak Baik Jika Mengonsumsi Setiap Hari
Meskipun baik mengonsumsinya untuk menggantikan cairan tubuh, kamu tidak menganjurkan untuk mengonsumsi minuman isotonik setiap hari. Hal ini karena kandungan gula dan sodiumnya yang cukup tinggi, sehingga terlalu banyak mengonsumsi minuman isotonik dapat menyebabkan kenaikan berat badan, dan peningkatan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.
Minuman isotonik juga dapat memperberat kinerja ginjal. Jika kamu mengonsumsi minuman ini tanpa aktivitas fisik seperti olahraga, manfaat minuman isotonik bisa terbilang akan menjadi sia-sia dan membuat tubuh membuang zat-zat yang tidak memerlukannya. Oleh karena itu, air putih tetap minuman yang paling baik mengonsumsinya untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.
Minuman isotonik akan memberikan manfaat optimal jika mengonsumsinya pada saat yang tepat, seperti:
1. Dehidrasi
Tak hanya atlet saja yang berisiko mengalami dehidrasi, orang yang sedang mengalami muntah-muntah dan diare pun berpotensi kekurangan cairan. Nah, di saat inilah minuman isotonik dapat membantu gantikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang, sehingga tubuh tetap terhidrasi.
2. Aktif berolahraga
Kamu yang rutin berolahraga setiap harinya, seperti minimal 90 menit dalam sehari, sangat cocok untuk mengonsumsi minuman isotonik. Untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, minumlah cairan isotonik 10-15 menit sebelum memulai latihan, sebanyak 200-250 milimeter.
3. Bekerja berat
Kamu yang memiliki pekerjaan berat, yang sebagian besar melakukannya di luar ruangan, atau kamu yang banyak melakukan aktivitas fisik berat, minumlah minuman isotonik setiap 10 menit sekali atau setiap kali merasa haus.
Aturan Mengonsumsi Minuman Isotonik
Ada beberapa aturan dalam mengonsumsi minuman isotonik, agar tetap aman bagi kesehatan tubuh. Berikut di antaranya:
- Bagi pengidap diabetes, gagal ginjal, penyakit jantung, dan gangguan lambung, menyarankan untuk membicarakan kepada dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi minuman isotonik.
- Perhatikan terlebih dulu label kemasan sebelum membeli minuman isotonik. Sebab, beberapa merk minuman isotonik mengandung kafein yang jika mengonsumsi terlalu banyak, dapat memicu serangan jantung.
- Pertimbangkan atau selingi konsumsi minuman isotonik dengan yang alami, seperti membuat sendiri minuman isotonik dari larutan gula dan garam. Kamu juga bisa memiliki air kelapa, yang telah lama terkenal sebagai isotonik alami, dan tak kalah khasiatnya dengan minuman isotonik kemasan.
