By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Fungsi Hormon Estrogen dan Gangguan yang Bisa Terjadi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Fungsi Hormon Estrogen dan Gangguan yang Bisa Terjadi

Nisrina
Last updated: 2023/09/01 at 9:46 AM
Nisrina
Share
5 Min Read
Credit: Pinterest
SHARE

Pembahasan tentang hormon estrogen selalu berkaitan erat dengan fungsi seksual dan reproduksi pada wanita. Hormon ini dihasilkan utamanya oleh ovarium, dengan produksi kecil juga terjadi di kelenjar adrenal. Selama masa kehamilan, hormon estrogen juga diproduksi oleh plasenta. Meskipun hormon ini lebih sering dikaitkan dengan wanita, pria juga memiliki estrogen dalam jumlah kecil yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal dan testis.

Contents
Apa Itu Hormon Estrogen?Fungsi Hormon Estrogen pada Tubuh Wanita1.Mengoptimalkan perubahan fisik pada masa pubertas2.Mengatur siklus menstruasi3.Membantu proses menyusui4. Membantu proses kehamilan dan kesuburan5.Memicu munculnya gejala menopause6. Menjaga kesehatan jantung7. Mengoptimalkan kesehatan secara menyeluruhGejala Gangguan pada Hormon Estrogen1.Gangguan tidur2.Gangguan tulang3.Depresi

Apa Itu Hormon Estrogen?

Estrogen adalah salah satu jenis hormon yang diproduksi oleh tubuh. Hormon ini menjadi salah satu jenis hormon yang memiliki peran dalam kesehatan reproduksi.  Tingkat estrogen dalam tubuh wanita secara alami dapat meningkat selama kamu dalam masa subur. Namun, hormon ini dapat mengalami penurunan yang menyebabkan wanita mengalami menopause.

Nah, jumlah hormon estrogen yang terlalu tinggi atau rendah, dapat mengindikasikan adanya gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan secara medis.

Fungsi Hormon Estrogen pada Tubuh Wanita

Hormon ini sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan wanita, karena memengaruhi sistem reproduksi tubuh. Berikut fungsi hormon estrogen pada tubuh wanita:

1.Mengoptimalkan perubahan fisik pada masa pubertas

Hormon ini membuat perubahan tubuh seperti seperti pertumbuhan payudara, rambut kemaluan, dan ketiak pada tubuh wanita.

2.Mengatur siklus menstruasi

Hormon ini juga menjaga kekuatan dan ketebalan dinding vagina dan lapisan uretra, serta pelumasan vagina. Estrogen memengaruhi dan mengatur siklus menstruasi, karena hormon ini akan mengendalikan pertumbuhan lapisan rahim selama awal siklus menstruasi.  Jika sel telur wanita tidak dibuahi, kadar estrogen akan menurun tajam dan terjadilah menstruasi.

3.Membantu proses menyusui

Estrogen juga penting dalam mengontrol laktasi pada ibu yang baru melahirkan dan berbagai perubahan lain pada payudara. Ini termasuk perubahan selama remaja dan selama kehamilan.

4. Membantu proses kehamilan dan kesuburan

Jumlah estrogen akan sangat meningkat menjelang hari ovulasi. Pada saat yang sama, estrogen juga akan membantu mengencerkan cairan pada serviks. Dengan begitu, sperma dapat bertemu dengan sel telur untuk mendapatkan kehamilan.

Selain itu, jumlah estrogen yang cukup baik membuat hubungan intim yang kamu lakukan akan menjadi lebih nyaman. Hal ini membuat vagina menjadi lebih elastis sehingga mengurangi rasa tidak nyaman saat penetrasi.

5.Memicu munculnya gejala menopause

Saat kadar estrogen mulai menurun, kondisi ini juga akan memicu munculnya gejala menopause pada wanita.  Ada beberapa tanda-tanda menopause yang perlu kamu perhatikan, seperti perubahan siklus menstruasi, penurunan gairah seksual, gangguan tidur, rambut rontok, hot flashes, hingga kulit yang menjadi lebih kering.

6. Menjaga kesehatan jantung

Fungsi yang paling penting dari hormon ini adalah mampu menjaga kesehatan jantung. Hormon ini mampu menjaga jaringan kardiovaskular tetap sehat sehingga membantu tekanan darah tetap stabil.

Berikut beberapa peran estrogen bagi kesehatan jantung:

  • Mengelola trigliserida tetap rendah.
  • Meningkatkan kolesterol HDL.
  • Menurunkan kolesterol LDL.
  • Menurunkan risiko serangan jantung.
  • Mencegah munculnya plak pada arteri koroner.
  • Mencegah penyakit hipertensi.
  • Menurunkan risiko stres oksidatif pada jantung.
  • Mampu mengaktifkan gen-gen yang bermanfaat pada jaringan jantung.
  • Mencegah terjadinya fibrosis jantung.
  • Mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah.

7. Mengoptimalkan kesehatan secara menyeluruh

Selain hal-hal tersebut ada berbagai fungsi lain dari estrogen untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh, seperti:

  • Memiliki peran dalam pembekuan darah.
  • Menjaga pertumbuhan kulit dan rambut.
  • Menguatkan otot panggul.
  • Memengaruhi kondisi suasana hati.
  • Menjaga kesehatan tulang.

Jumlah normal estrogen akan berbeda pada tiap orang dan kondisi. Nah, ini adalah petunjuk kisaran normal estrogen:

  • Pada wanita sebelum menopause: 60-400 picogram per militer (pg/mL).
  • Pada wanita setelah menopause: kurang dari 130 pg/mL.
  • Pada pria: 10-130 pg/mL.
  • Anak-anak: kurang dari 25 pg/mL.

Gejala Gangguan pada Hormon Estrogen

Bagaimana jika wanita kekurangan hormon estrogen? Saat seseorang mengalami kekurangan hormon estrogen, gejala yang muncul bisa beraneka ragam dan berbeda-beda tiap orang. Hal ini dipengaruhi oleh seberapa berat rendahnya kadar estrogen pada seorang wanita.

Nah, berikut gejala gangguan yang perlu kamu waspadai:

1.Gangguan tidur

Gejala kekurangan hormon estrogen ini bisa termasuk gangguan tidur yang menyebabkan kelelahan ekstrem di siang hari, dan kesulitan untuk fokus. Gangguan tidur yang terjadi pun bisa merupakan kombinasi dari banyak hal. Contohnya akibat  jantung berdebar-debar, hot flashes, berkeringat di malam hari, dan menggigil dingin.

2.Gangguan tulang

Rendahnya estrogen dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah parah.

3.Depresi

Estrogen memiliki pengaruh yang cukup besar pada kondisi suasana hati. Hal ini karena estrogen memiliki pengaruh besar pada zat kimia otak yang dikenal sebagai serotonin. Ketika kadar estrogen rendah, artinya serotonin juga rendah. Padahal, serotonin adalah zat kimia dalam tubuh yang bisa menyeimbangkan suasana hati. Penurunan estrogen dan serotonin ini yang bisa menyebabkan seorang wanita berisiko mengalami stres hingga depresi.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina September 1, 2023 September 1, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Perbedaan Kondisi Mata Myopia dan Hyperopia
Next Article Wanita Sering Moody Apakah Gangguan Mental?
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?