Hal yang jadi pertimbangan sebelum membeli mobil mewah penting untuk kita ketahui. Baru-baru ini, komedian Sule menjual seluruh koleksi mobil mewahnya. Keputusan untuk menjual sederet mobil tersebut sempat dikaitkan dengan pernikahan mewah putranya, Rizky Febian. Namun, Sule dengan tegas membantah kabar tersebut. Dalam podcastnya bersama Atta Halilintar, ia menjelaskan bahwa dirinya tidak ikut campur dalam membiayai pernikahan sang anak.
“Iya, kadang-kadang kita nggak bisa mengontrol opini orang. Padahal, saya sudah lama menjual mobil mewah itu, tapi jadi dikaitkan lagi dengan pernikahan Iky, seolah-olah habis uangnya dan macam-macam,” kata Sule dalam sebuah acara di salah satu stasiun televisi, seperti mengutip dati InsertLive.
Alasan Sule Menjual Sederet Mobil Mewahnya…

Adapun, alasan utama yang membuat komedian ternama ini menjual sederet mobil mewahnya adalah karena merasa mobil-mobilnya itu tidak mendatangkan manfaat.
“Ya cuma mobil mewah itu saya jual karena ternyata memang tak ada manfaatnya. Porsche Rp3 miliar, Mustang Rp2,8 miliar, McLaren Rp4 miliar ya nggak ada gunanya cuma untuk sombong aja terus upload selebihnya nggak ada,” ungkap Sule.
Selain harga, ia pun mengatakan kalau biaya kepemilikan mobil tidak murah. Yakni dari sisi perawatan atau pajak tahun, Sule merasa terbebani.
“Ya, itu dulu beli karena penasaran saja bukan karena dendam mungkin karena ya mumpung ada duitnya aja tapi rugilah tetap karena pertama pajak. Contoh Mustang itu Rp40 juta, Alphard Rp13 juta, Porsche Rp40 juta belum bensin Bandung-Jakarta bisa sampai Rp1,5 juta belum asuransinya ya ternyata repot,” bebernya.
Nah, belajar dari kasus Sule, terlepas dari mewah atau tidaknya sebuah mobil, ternyata ada sejumlah biaya yang perlu kamu bayarkan secara rutin. Salah-salah dalam mengatur keuangan, hal ini bisa bikin kamu boncos!
Sebelum membeli mobil, ini dia sederet biaya yang perlu kamu tahu, yang akan menjadi pengeluaran rutin.
Hal yang Jadi Pertimbangan Sebelum Membeli Mobil Mewah

Biaya operasional
Adapun komponen yang menjadi biaya operasional mobil antara lain adalah biaya BBM, cuci mobil, dan servis ringan setiap beberapa kilometer. Makin sering kamu menggunakan mobil dan makin besar kapasitas mesin mobil, semakin besar pula pengeluaran untuk membeli BBM.
Tak heran jika dalam sebulan, bisa saja menghabiskan 20% dari penghasilan bulanan untuk hal yang berkaitan dengan biaya operasional hanya dari segi BBM belum termasuk servis. Jika dalam satu bulan harus melakukan servis, maka jelas sekali bahwa akan terjadi pembengkakan pengeluaran bulanan. Sudahkah kamu mengantisipasi hal ini?
Dana cadangan kepemilikan mobil
Tidak mungkin bagi pemilik mobil untuk tidak mengganti beberapa komponen mobil yang sudah habis masa pakainya. Biasanya, hal ini dilakukan bersamaan dengan servis ringan. Berapa besar dana cadangan yang kamu miliki tentunya bergantung dengan jenis maupun merek kendaraan yang kamu miliki.
Pajak tahunan
Besarnya pajak juga bergantung pada tahun pembuatan mobil, kapasitas mesin, dan tipe mobil yang kamu miliki. Ketika tidak mempersiapkan uang perpanjang pajak tahunan mobil, maka besar kemungkinan kamu menggunakan dana darurat untuk pengeluaran yang satu ini.
Asuransi mobil
Satu-satunya produk yang bisa melindungi secara finansial jika mobil kamu hilang atau rusak karena kecelakaan adalah dengan memiliki asuransi mobil. Kepemilikan asuransi mobil ini sejatinya bukanlah sebuah keharusan jika kamu membeli mobil secara tunai (cash). Namun hal ini setidaknya bisa mengurangi pengeluaranmu jika sewaktu-waktu kamu mengalami musibah yang tidak diinginkan ke depan.
Premi asuransi dibayar tahunan, dan besarannya pun tergantung dari tipe, lokasi, serta usia mobil. Patut diketahui juga bahwasannya, asuransi mobil tidak akan menanggung biaya perbaikan 100%. Kamu tentu akan terkena biaya own risk (OR) yang umumnya sebesar Rp 300 ribuan.
Itulah beberapa hal yang jadi pertimbangan sebelum kamu membeli mobil mewah. Semoga bermanfaat!
