Prosedur bedah atau operasi seringkali diperlukan sebagai langkah mengatasi berbagai kondisi medis. Contohnya, seperti operasi persalinan caesar, bedah plastik, operasi jantung, dan operasi saraf. Untuk mengurangi ketidaknyamanan serta rasa sakit selama proses bedah, dokter umumnya menggunakan anestesi sebelum tindakan dimulai.
Anestesi adalah praktik pemberian obat-obatan untuk mencegah sensasi nyeri selama prosedur operasi. Untuk memahami lebih lanjut mengenai tujuan dan manfaat anestesi, mari kita eksplorasi lebih lanjut!
Tujuan dan Manfaat Anestesi
Anestesi bekerja dengan memblokir sinyal sensorik dari saraf dari lokasi prosedur tindakan ke pusat yang berada pada bagian otak. Anestesi memiliki berbagai jenis yang berbeda tentunya dengan cara bekerja yang berbeda pula.
Beberapa jenis anestesi membuat bagian tubuh tertentu mati rasa. Sedangkan, jenis lain bisa membuat kamu tertidur untuk menjalankan prosedur bedah yang lebih besar.
Jika dilakukan dengan tepat, maka prosedur dapat memiliki tujuan dan manfaat, seperti:
- Memungkinkan untuk melakukan prosedur yang terlalu menyakitkan.
- Menurunkan tingkat stres selama prosedur berlangsung.
- Membuat tim medis dapat mengontrol sistem pernapasan dan tekanan darah selama kamu menjalankan prosedur tertentu.
- Membuat prosedur medis dapat segera dilakukan dalam kondisi darurat.
- Pemulihan anestesi tidak membutuhkan waktu yang lama setelah prosedur selesai.
- Prosedur tindakan ini bisa dilakukan berulang asalkan dengan prosedur yang tepat.
Biasanya, tindakan ini akan diberikan oleh dokter spesialis anestesi sebelum tindakan kecil maupun besar dilakukan. Ada beberapa prosedur yang membutuhkan tindakan anestesi, seperti:
- Prosedur medis yang membutuhkan waktu cukup panjang.
- Tindakan yang dapat menyebabkan kehilangan darah cukup banyak.
- Terpapar dengan suhu yang dingin.
- Tindakan medis yang dapat memengaruhi sistem pernapasan, seperti operasi bagian dada dan perut bagian atas.
Persiapan Melakukan Anestesi
Sebelum mendapatkan anestesi, pastikan dokter yang menangani mengetahui riwayat kesehatan secara menyeluruh. Jangan lupa informasikan pada dokter jika kamu pernah mengalami alergi obat-obatan tertentu. Penggunaan obat medis dan herbal pun perlu diinformasikan pada dokter sedetail mungkin untuk mencegah efek samping. Begitu juga dengan suplemen atau vitamin yang kamu konsumsi.
Selain itu, pastikan juga untuk melakukan beberapa persiapan lain, seperti:
- Hindari makanan dan minuman selama minimal delapan jam sebelum prosedur berlangsung. Kamu juga bisa menyesuaikan pantangan ini dengan saran dari dokter yang menangani kondisi kamu.
- Hindari merokok untuk meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru. Minimal hindari merokok selama dua minggu sebelum tindakan berlangsung.
Pastikan persiapan dan prosedur pengobatan yang akan kamu lakukan dapat berjalan dengan baik. Jangan khawatir, tindakan ini juga akan langsung diberikan oleh dokter ahli anestesi sehingga dosis yang diberikan akan sesuai dengan kebutuhan.
Tergantung pada jenisnya yang diberikan, obat dapat diberikan melalui selang pernapasan hingga infus. Selama proses ini berlangsung, dokter ahli anestesi dan perawat akan memantau sistem pernapasan, detak jantung, suhu tubuh, tekanan darah, dan kadar oksigen pada darah.
Biasanya, setelah tindakan medis yang dibutuhkan selesai, kamu akan mendapatkan perawatan pada ruang pemulihan. Perawatan di rumah sakit masih dibutuhkan jika kamu baru saja mendapatkan tindakan medis berupa pembedahan yang terbilang invasif.
Namun, jika tindakan medis minor, kamu bisa langsung menjalani perawatan di rumah. Nah, itulah tujuan dan manfaat anestesi yang dilakukan sebelum prosedur bedah.
