By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Ini yang Terjadi di Otak Manusia saat Memutuskan Bunuh Diri
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Ini yang Terjadi di Otak Manusia saat Memutuskan Bunuh Diri

Nisrina
Last updated: 2024/05/30 at 8:49 AM
Nisrina
Share
4 Min Read
Ini yang Terjadi di Otak Manusia saat Memutuskan Bunuh Diri
Credit: Pinterest
SHARE

Ini yang terjadi di otak manusia saat memutuskan mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Nyatanya, tidak sedikit orang yang memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa setiap tahun ada sekitar 800.000 orang yang melakukan bunuh diri. Angka tersebut menempatkan bunuh diri sebagai salah satu penyebab kematian terbanyak kedua di dunia.

Ada beragam alasan yang melatarbelakangi keputusan bunuh diri seseorang. Namun tahukah kamu, ternyata keputusan untuk mengakhiri hidup berkaitan dengan kondisi otak.

Manusia memiliki dua jaringan otak yang dapat memicu dan meningkatkan keinginan untuk bunuh diri. Hal ini terungkap melalui sebuah penelitian jangka panjang yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Cambridge.

Ini yang Terjadi di Otak Manusia saat Memutuskan Bunuh Diri

Sebuah penelitian dilakukan oleh dr Anne Laura Van Harmelen bersama timnya dari Universitas Cambridge, terkait keinginan bunuh diri pada seseorang. Dalam penelitian tersebut, tim mengamati perubahan struktur dan fungsi otak dari 12.000 orang peserta yang terlibat. Peneliti kemudian menemukan bahwa manusia memiliki dua jaringan otak yang bisa meningkatkan keinginan untuk bunuh diri.

Jaringan pertama disebut dengan prefrontal cortex ventral dan lateral. Jaringan ini menghubungkan area otak frontal atau bagian depan serta bertugas dalam mengatur emosi.  Ada beragam faktor yang bisa menyebabkan terjadinya perubahan pada jaringan tersebut. Saat terjadi perubahan, akan tercipta pikiran negatif yang berlebihan.

Sementara jaringan kedua memiliki fungsi menghubungkan korteks prefrontal dorsal dan sistem gyrus frontal inferior. Jaringan ini berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan serta mengendalikan perilaku seseorang. Perubahan yang terjadi pada bagian ini, terutama yang bersifat negatif bisa meningkatkan atau memicu keinginan seseorang untuk melakukan bunuh diri.

Saat ada perubahan pada kedua jaringan ini, seseorang menjadi rentan berpikiran negatif dan berujung pada bunuh diri. Peneliti berharap temuan ini kedepannya bisa bermanfaat untuk membantu menekan angka bunuh diri di dunia.

Saat ini, bunuh diri menjadi penyebab kematian nomor dua, di mana yang paling sering dilakukan oleh usia muda antara usia 15–24 tahun. Organisasi kesehatan dunia (WHO) bahkan mengatakan bahwa ada satu orang yang meninggal karena bunuh diri setiap 40 detik.

Baru-baru ini, Korea Selatan disebut sebagai salah satu negara yang mengalami peningkatan angka bunuh diri. Dalam tahun 2019 saja, tercatat ada 4 artis Korea yang memutuskan bunuh diri. Kasus bunuh diri artis ini dikaitkan dengan kondisi depresi. Suicide awareness voices of education (SAVE) mencatat bahwa depresi menjadi penyebab tersering seseorang bunuh diri.

Laki-laki disebut memiliki risiko hingga 4 kali lebih tinggi untuk melakukan bunuh diri dibanding perempuan. Namun, risiko depresi malah ditemukan lebih tinggi pada perempuan.

SAVE menyebut bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi, yaitu 2 kali lipat lebih besar dibandingkan laki-laki. Keinginan untuk bunuh diri pun cenderung lebih tinggi pada perempuan.  Sayangnya, hingga kini kesadaran untuk mencegah perilaku bunuh diri belum banyak tumbuh.

Penelitian yang menyebut bahwa ada jaringan otak terkait keinginan bunuh diri diharapkan bisa membantu menurunkan angka kasus ini. Peneliti berharap penemuan ini bisa membantu tim medis dalam mengidentifikasi lebih awal serta mencegah terjadinya bunuh diri.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Mei 30, 2024 Mei 30, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 4 Zodiak Perlu Memprioritaskan Kesehatan Mentalnya Sendiri 4 Zodiak Perlu Memprioritaskan Kesehatan Mentalnya Sendiri
Next Article 7 Hal Penyebab Sakit Tulang Belikat, Wajib Tahu! 7 Hal Penyebab Sakit Tulang Belikat, Wajib Tahu!
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?