By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Kebiasaan Tidak Sarapan Bisa Menyebabkan Berbagai Penyakit? Ini Penjelasannya
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Kebiasaan Tidak Sarapan Bisa Menyebabkan Berbagai Penyakit? Ini Penjelasannya

Nisrina
Last updated: 2023/10/12 at 6:04 PM
Nisrina
Share
4 Min Read
Credit: Pinterest
SHARE

Untuk mereka yang sering kali terlalu terburu-buru pada pagi hari dan melewatkan sarapan, ada hal penting yang perlu kamu ketahui. Sarapan bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi juga merupakan langkah penting untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan gizi harianmu. Selain itu, sarapan memiliki manfaat lain, seperti meningkatkan fungsi otak untuk meningkatkan daya ingat, menjaga stamina tubuh, serta mempertahankan ketahanan fisik. Bahkan, melewatkan sarapan secara rutin dapat berkontribusi pada masalah obesitas.

Tapi mengapa sarapan memiliki pengaruh sedemikian besar? Selain memenuhi kebutuhan gizi harian, sarapan juga membantu menghindari kondisi hipoglikemia, menjaga kadar gula darah tetap stabil, dan mengatasi potensi dehidrasi setelah puasa semalaman.

Terlewatnya waktu sarapan juga dapat mengubah pola makan dan menggeser ritme waktu makan. Ketika kamu melewatkan sarapan, kamu cenderung makan lebih banyak saat siang dan malam, sementara sarapan biasanya lebih mengenyangkan daripada makanan di waktu lain, membantu mengurangi rasa lapar.

Perbedaan antara waktu makan malam dan sarapan berlangsung antara 8-10 jam untuk sebagian orang. Jika kamu melewatkan sarapan, perut akan kosong untuk jangka waktu yang cukup lama. Jadi saat langsung makan siang dengan melewatkan sarapan, akhirnya yang terjadi adalah makan secara berlebihan. Dengan begitu, tidak heran bahwa kebiasaan melewatkan sarapan bisa menjadi penyebab obesitas.

Namun, jika kamu tidak melewatkan sarapan, konsumsi makanan pada siang dan malam hari akan lebih sedikit, sehingga bisa mencegah obesitas. Hal ini juga berhubungan dengan produksi hormone ghrelin yang bertugas mengatur rasa kenyang.

Sarapan sering kali dianggap rutinitas tidak wajib oleh sebagian masyarakat, sehingga sering dilewatkan. Pemicu dari perilaku tersebut tidak lain karena rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat sarapan dan risiko melewatkan sarapan.

Padahal, melewatkan sarapan sangat krusial pengaruhnya terhadap kondisi kesehatan seseorang salah satunya berkaitan dengan obesitas. Ya, melewatkan sarapan bisa menjadi penyebab obesitas. Dampak obesitas yang paling terlihat yaitu meningkatnya risiko seseorang mengidap kondisi non-communicable disease (CVD) atau penyakit tidak menular. Artinya, melewatkan sarapan tidak hanya menjadi penyebab obesitas, secara tidak langsung juga berkontribusi pada penyakit tidak menular yang menjadi momok saat ini yaitu penyakit jantung dan stroke.

Melewatkan sarapan merupakan salah satu hal terburuk yang bisa dilakukan seseorang. Hal ini juga dapat menyebabkan keasaman lambung dan sejumlah masalah kesehatan lainnya.

Beberapa orang juga melewatkan sarapan pagi dengan alasan sedang diet. Namun ternyata siklus ini juga salah kaprah. Justru melewatkan sarapan dapat mengganggu jam internal tubuh dan menyebabkan kenaikan berat badan, bahkan obesitas.

Sarapan merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan dan ketahanan tubuh. Ketika akan memulai aktivitas pada pagi hari, tubuh memerlukan energi yang cukup dari asupan sarapan. Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia mengatakan, “start your day with nutritious whole grain breakfast”.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan jumlah sampel 20-3500 orang, 20-55 persen di antaranya merupakan orang-orang yang setiap paginya tidak melakukan sarapan. Tidak semua orang yang melakukan sarapan mengonsumsi makanan yang berkualitas. Ditemukan sebanyak 45 persen orang yang melakukan kegiatan sarapan pada pagi hari mengonsumsi makanan yang kurang berkualitas.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Oktober 12, 2023 Oktober 14, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 12 Negara Ini Memiliki Lebih dari Satu Ibu Kota
Next Article Intip 5 Menu Sarapan Para Miliarder Ini
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?