By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Kisah di Balik Pakaian Vikunya Ratusan Juta Loro Piana
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Kisah di Balik Pakaian Vikunya Ratusan Juta Loro Piana

Nisrina
Last updated: 2024/03/18 at 11:54 AM
Nisrina
Share
4 Min Read
Kisah di Balik Pakaian Vikunya Ratusan Juta Loro Piana
Credit: LVMH
SHARE

Kisah di balik pakaian vikunya ratusan juta Loro Piana ini menarik untuk kita ketahui. Loro Piana telah menjadi salah satu merek yang mendapat manfaat dari tren “quiet luxury” yang sedang naik daun. Contohnya, dalam serial Succession, salah satu pemainnya memakai topi baseball dari merek asal Italia ini, dan sepatu loafers mereka juga menjadi populer.

Contents
Kisah di Balik Pakaian Vikunya Ratusan Juta Loro PianaTanah Loro Piana di LucanasPekerja Lokal yang Tidak Membayar Berdasarkan AturanCara Pencukuran Bulu Vikunya

Sebagai merek mewah yang terkenal akan kualitasnya, Loro Piana juga menawarkan bahan eksklusif dalam produk-produk mereka. Beberapa item fashion terbuat dari serat hewan vicuña, seperti sweater, celana, dan jaket bomber, dengan harga mulai dari sekitar Rp 73 juta hingga mencapai Rp 160 juta.

Loro Piana menggunakan wol vicuña yang berasal dari Pegunungan Andes. Wol vicuña sebagai salah satu kain paling langka dan terbaik di dunia oleh BBC, sehingga harga produknya sangat tinggi. Namun, di balik kemewahan ini, ada cerita tentang komunitas pekerja lokal yang tidak membayar dengan adil. Seperti yang terlapo oleh Bloomberg. Inilah kisah para pekerja yang mencukur bulu vicuña di daerah Lucanas.

Kisah di Balik Pakaian Vikunya Ratusan Juta Loro Piana

Tanah Loro Piana di Lucanas

Loro Piana bomber jacket

Berdasarkan laporan Business of Fashion, Loro Piana tercatat membeli 2.000 hektar tanah seharga 160 juta USD di kawasan Lucanas, Peru. Mereka memiliki izin pencukuran vikunya di tanah tersebut. Mereka pun membangun pagar agar di sekitaran wilayah agar tidak ada vikunya yang kabur ataupun dihalau ilegal oleh pihak lain. Pagar tersebut juga didirikan untuk memaksimalkan reproduksi hewan sehingga populasinya bisa bertambah hingga 50% setiap tahunnya.

 

Pekerja Lokal yang Tidak Membayar Berdasarkan Aturan

Kisah di Balik Pakaian Vikunya Ratusan Juta Loro Piana

Andrea Barrientos menceritakan kepada bagaimana dirinya dan komunitas lokal Lucanas menjadi petani yang mencukur bulu vikunya customer mereka satu-satunya, Loro Piana. Sayangnya, tidak ada benefit berarti bagi komunitas lokal karena mereka hanya menerima sekitar 280 USD untuk jumlah serat yang setara. Jumlah tersebut tentu tidak cukup saat terdapat aturan komunitas yang cukup “mencekik”.

Mengutip BOF, presiden terpilih komunitas petani Peru berwenang untuk memutuskan bagaimana menggunakan dan mendistribusikan kembali sumber daya komunitas. Di wilayah Lucanas sendiri, aturan yang berlaku adalah anggota komunitas harus bekerja secara gratis dalam pengumpulan, sedangkan orang luar dapat dibayar biasanya sekitar 20 USD sehari. Sampai sekarang, pihak Loro Piana tidak merespon hal ini.

 

Cara Pencukuran Bulu Vikunya

Vicuna

Walaupun ada kekecewaan terkait upah, tak terpungkiri bahwa pekerja lokal mengagumi hewan yang sempat hampir punah tersebut, mulai dari kecepatan sampai kelincahannya. Hal itu pula yang membuat vikunya sulit menangkapnya. Penangkapan yang menyebutnya ritual ‘chaccu’ oleh para petani dengan cara membentangkan tali yang terpasang di bendera plastik melingkari area sekitar 3 mil, lalu memperkecilnya sehingga vikunya tak punya ruang lari lagi selain harus berkumpul.

Kemudian setiap vikunya akan terseleksi. Mereka yang woolnya pendek akan terlepaskan, sedangkan yang sudah cukup panjang akan mencukurnya. Umumnya proses ini berlangsung 2 hari sehingga ada vikunya yang terpaksa dikandangkan semalam tanpa makan dan minum.

Pekerja lokal menangkap vikunya setahun sekali dan mencukur bulunya setiap dua tahun. Frekuensi ini jauh yang disarankan yaitu setiap 4 tahun sekali sehingga berat wool setiap hewannya pun berkurang, dari 250 gram per hewan di tahun 1994 menjadi 150 gram saat ini.

Bagaimana menurutmu?

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: beautinesia
Nisrina Maret 18, 2024 Maret 18, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 3 Fakta 'Gelap' Coco Chanel dan Christian Dior 3 Fakta ‘Gelap’ Coco Chanel dan Christian Dior
Next Article Bulan Puasa Jadi People Pleaser, Auto Keuangan Boncos! Bulan Puasa Jadi People Pleaser, Auto Keuangan Boncos!
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?