By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Mengenal 5 Golongan Obat Sesuai Kegunaannya
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Mengenal 5 Golongan Obat Sesuai Kegunaannya

Nisrina
Last updated: 2023/12/05 at 9:35 AM
Nisrina
Share
5 Min Read
Mengenal 5 Golongan Obat Sesuai Kegunaannya
Credit: Freepik
SHARE

Mengenal 5 golongan obat sesuai kegunaannya ini penting untuk kita mengetahuinya. Klasifikasi obat umumnya terdiri dari dua golongan utama, yaitu obat bebas dan obat resep. Obat bebas dapat membelinya tanpa resep dan mengonsumsi sesuai petunjuk yang tertera pada label kemasan. Sementara itu, obat resep hanya dapat memperolehnya melalui resep dokter, dan dosis penggunaannya oleh dokter yang meresepkannya.

Contents
Mengenal 5 Golongan Obat Sesuai Kegunaannya1. Obat bebas2. Obat bebas terbatas3. Obat keras4. Obat golongan psikotropika5. Obat fitofarmaka6. Obat herbal terstandar 7. Obat tradisional 

Selain kategori obat resep dan obat bebas, terdapat juga beberapa golongan obat lain yang sebaiknya oleh masyarakat ketahui. Guna mencegah penyalahgunaan obat, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menetapkan aturan dan klasifikasi obat melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 949/Menkes/Per/IV/2000.

Mengenal 5 Golongan Obat Sesuai Kegunaannya

Penggolongan atau regulasi obat tersebut sangatlah penting, karena tidak semua obat aman untuk dikonsumsi langsung oleh masyarakat. Nah, berikut adalah beberapa golongan obat berdasarkan kegunaannya:

1. Obat bebas

Golongan obat bebas memiliki tanda lingkaran berwarna hijau dengan garis tepi hitam. Obat ini merupakan obat yang dijual bebas di pasaran dan bisa kamu dapatkan tanpa resep dokter. Di beberapa negara Barat, obat ini biasanya disebut sebagai over the counter atau OTC. Namun, penggunaannya juga tidak boleh sembarangan. Sebab, obat memiliki kandungan kimia yang dapat berdampak pada kesehatan tubuh.  Ada beberapa contoh obat bebas, mulai dari vitamin, multivitamin, parasetamol dan antasida.

2. Obat bebas terbatas

Jenis obat ini masih dapat kamu beli tanpa resep dokter, tapi kemasannya terdapat tanda peringatan. Nah, obat bebas terbatas bertanda lingkaran berwarna biru dengan garis tepi hitam. Khusus untuk obat bebas terbatas, selain simbol lingkaran biru, obat ini juga memiliki tanda peringatan untuk aturan pakainya. Sebab, penggunaannya hanya aman dengan takaran dan kemasan tertentu.

Tanda peringatannya tertulis dengan huruf putih pada dasar hitam yang terdiri dari peringatan berbeda, yaitu:

  • P.No.1: Awas! Obat keras. Baca aturan pemakaiannya.
  • P.No.2: Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan.
  • P.No.3: Awas! Obat keras. Tidak boleh kamu telan.
  • P.No.4: Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar.
  • P.No.5: Awas! Obat keras. Tidak boleh kamu telan.
  • P.No.6: Awas! Obat keras. Obat wasir, tidak boleh kamu telan.

Ada beberapa contoh obat bebas terbatas, seperti Theophylline, Tremenza, CTM dan Lactobion.

3. Obat keras

Golongan obat keras hanya bisa kamu dapatkan dan konsumsi dengan resep dokter. Golongan obat ini bertanda lingkaran merah dengan garis tepi berwarna hitam dan huruf “K” di tengah yang menyentuh garis tepi. Ada beberapa obat yang termasuk dalam golongan ini. Misalnya seperti antibiotik, obat-obatan yang mengandung hormon, hingga obat penenang. Contoh obat keras tersebut tidak bisa sembarang kamu konsumsi. Sebab, penggunaan sembarangan dapat berbahaya, meracuni tubuh, memperparah penyakit, atau menyebabkan kematian.

4. Obat golongan psikotropika

Golongan obat ini adalah obat yang paling berbahaya dan bersimbol tanda plus dengan lingkaran berwarna merah. Selain itu, obat ini hanya dapat kamu peroleh melalui resep dan tanda tangan dokter sertai nomor izin praktik dokter yang meresepkannya. Penggunaannya juga tidak boleh jika hanya menggunakan salinan resep. Sebab, narkotika atau psikotropika dapat menyebabkan ketergantungan sehingga pemakaiannya perlu dokter awasi dengan ketat. Di samping itu, obat narkotika dapat memengaruhi susunan saraf pusat dan memengaruhi perilaku serta aktivitas di titik tertentu. Contoh obat golongan narkotika adalah obat bius dan anti nyeri atau analgetik potensi kuat.

5. Obat fitofarmaka

Selain obat-obatan di atas, banyak masyarakat yang memanfaatkan obat tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Obat fitofarmaka contohnya, obat berbahan alami ini telah terbukti keamanan dan khasiatnya secara ilmiah. Melalui uji praklinik (pada hewan percobaan) dan uji klinik (pada manusia), dan bahan baku dan produk jadinya yang sudah terstandarisasi. Obat ini bertanda kristal salju berwarna hijau di lingkaran kuning dengan tepi warna hijau. Contoh obat fitofarmaka adalah obat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

6. Obat herbal terstandar 

Hampir serupa dengan fitofarmaka, obat herbal terstandarisasi (OHT) merupakan obat berbahan alam, yang telah terbukti aman dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik (pada hewan percobaan), dan bahan bakunya telah berstandar. Contoh obat herbal terstandar adalah obat masuk angin.

7. Obat tradisional 

Obat tradisional bertanda simbol atau logo tumbuhan (pohon berwarna hijau) dengan lingkaran hijau. Salah satu jenisnya adalah jamu, yaitu ramuan yang terbuat dari bahan tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut. Adapun itu, obat tradisional perlu memenuhi kriteria berikut:

  • Aman sesuai dengan persyaratan.
  • Klaim khasiat terbukti berdasarkan data empiris.
  • Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku.
  • Jenis klaim penggunaan harus berawal dengan kata- kata: ”Secara tradisional digunakan untuk”.

Itulah beberapa jenis golongan obat yang perlu kamu ketahui. Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar obat atau memiliki keluhan medis, segeralah hubungi dokter.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Desember 5, 2023 Desember 5, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Perbedaan Ruangan UGD dan IGD di Rumah Sakit Perbedaan Ruangan UGD dan IGD di Rumah Sakit
Next Article Mengenal Dunning-Kruger Effect, Penyebab hingga Mengatasinya Mengenal Dunning-Kruger Effect, Penyebab hingga Mengatasinya
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?