By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Mengenal Ciri Saraf Kejepit yang Mengganggu Aktivitas
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Mengenal Ciri Saraf Kejepit yang Mengganggu Aktivitas

Nisrina
Last updated: 2024/01/08 at 9:09 AM
Nisrina
Share
4 Min Read
Mengenal Ciri Saraf Kejepit yang Mengganggu Aktivitas
Credit: Getty Images
SHARE

Mengenal ciri saraf kejepit yang mengganggu aktivitas sehari-hari ini memang penting untuk kita sadari. Saraf kejepit terjadi ketika salah satu cakram tulang rawan menonjol keluar dan mengakibatkan penjepitan pada saraf. Dalam konteks medis, keadaan ini terkenal sebagai hernia nukleus pulposus (HNP) atau herniated disc. Secara umum, kondisi ini memiliki potensi penyembuhan alami.

Contents
Mengenal Ciri Saraf Kejepit yang Mengganggu AktivitasBegini Cara MenanganinyaTips Mencegah Saraf Kejepit

Namun, jika rasa nyeri berlanjut selama berbulan-bulan, perlu kamu pertimbangkan untuk mencari pengobatan. Penanganan saraf kejepit bervariasi tergantung pada tingkat keparahan penyakit. Oleh karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri saraf kejepit yang memerlukan perawatan lebih lanjut.

Mengenal Ciri Saraf Kejepit yang Mengganggu Aktivitas

Kenyataannya, tidak semua saraf kejepit menimbulkan gejala. Bahkan, pasien baru bisa mengetahuinya saat melakukan tes pencitraan. Kalaupun gejalanya ada, ini bisa sangat bervariasi pada setiap orang, tergantung penyebabnya. Meski begitu, ada beberapa gejala yang paling umum, seperti:

  • Kaki dan bahu terasa nyeri. Intensitasnya meningkat saat batuk, bersin, ataupun bergerak dalam posisi tertentu.
  • Fungsi otot melemah sehingga menyulitkan kamu untuk bergerak, membungkuk, ataupun memindahkan barang.
  • Kesemutan dan kaku di beberapa titik tubuh. Biasanya di sekitar punggung, bahu, tangan, tungkai, dan kaki.

Nah, gejala di atas seringkali dialami oleh pengidap nyeri punggung ringan atau orang yang keseleo. Oleh sebab itu, segera temui dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat.

Begini Cara Menanganinya

Perawatan saraf kejepit disesuaikan dengan penyebabnya. Opsinya mulai dari yang perawatan yang konservatif sampai operasi. Pilihan perawatan juga mengacu pada tingkat keparahan gejala. Namun, mayoritas pengidapnya membaik lewat latihan peregangan dan penguatan tulang belakang beserta otot-otot sekitarnya. Selain latihan, hindari pula posisi-posisi yang memperparah rasa nyeri, contohnya mengangkat beban berat.

Namun, bukan berarti kamu tidak boleh bergerak bebas. Justru kamu butuh bergerak aktif supaya otot tidak semakin melemah dan sendi menjadi lebih kaku. Jika nyeri terasa tak tertahankan, tanya dokter untuk mendapatkan resep pereda nyeri. Dokter juga bisa meresepkan obat yang lebih kuat seperti obat pelemas otot, obat penahan nyeri golongan narkotika, ataupun obat sakit saraf.

Apabila gejalanya tidak mereda dalam kurun waktu enam minggu, dokter biasanya akan menyarankan operasi. Terutama saat saraf kejepit sudah memengaruhi kerja otot. Operasi bertujuan untuk mengambil cakram yang menonjol atau yang sudah rusak tanpa perlu mengangkat seluruh cakram. Jenis operasi ini disebut sebagai microdiscectomy. Dalam kasus yang sangat parah, dokter dapat mengganti cakram buatan untuk menggabungkan tulang belakang. Prosedur ini dinamakan laminectomy dan spinal fusion.

Tips Mencegah Saraf Kejepit

Tidak sulit untuk mencegah terjadinya saraf kejepit. Berikut sejumlah tips yang bisa kamu lakukan:

  • Angkat beban berat dengan teknik yang cepat. Caranya dengan menekuk lutut untuk mengangkatnya, bukan dari pinggang.
  • Olahraga secara teratur, terutama gerakan untuk peregangan.
  • Pertahankan berat badan yang ideal, tidak kelebihan atau kekurangan.
  • Perhatikan postur tubuh saat duduk dan berdiri
  • Hindari duduk dalam jangka waktu lama. Jika sudah duduk terlalu lama, berdiri dan lakukan peregangan sejenak.
  • Lakukan latihan untuk menguatkan otot punggung, kaki, dan perut

Kamu juga butuh vitamin dan suplemen untuk menjaga kesehatan otot dan sendi.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Januari 8, 2024 Januari 8, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 5 Kebiasaan Pemicu Saraf Kejepit, Wajib Diwaspadai! 5 Kebiasaan Pemicu Saraf Kejepit, Wajib Diwaspadai!
Next Article Bagaimana Cara Mengatasi Jerawat di Vagina? Bagaimana Cara Mengatasi Jerawat di Vagina?
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?