By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Mengenal Gejala Keracunan Makanan hingga Cara Menanganinya
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Mengenal Gejala Keracunan Makanan hingga Cara Menanganinya

Nisrina
Last updated: 2024/07/03 at 9:58 AM
Nisrina
Share
5 Min Read
Mengenal Gejala Keracunan Makanan hingga Cara Menanganinya
Credit: Reader's Digest
SHARE

Mengenal gejala keracunan makanan ini penting untuk kita tahu dan pahami. Kasus keracunan makanan sering terjadi di Tanah Air. Korbannya tidak hanya satu atau dua orang saja, tetapi bisa mencapai puluhan bahkan ratusan. Gejala yang dialami bervariasi, dari ringan hingga cukup berat.

Contents
Mengenal Gejala Keracunan Makanan hingga Cara MenanganinyaPenyebab Keracunan MakananGejala Keracunan MakananCara Menangani Keracunan MakananMakanan yang Dikonsumsi saat KeracunanMakanan yang Perlu Dihindari saat Keracunan

Menurut penjelasan Healthline, dampak keracunan makanan bisa sangat beragam. Pada beberapa kasus, keracunan makanan bahkan bisa mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan penyakit parah. Namun, apa sebenarnya penyebab keracunan makanan? Bagaimana gejalanya? Dan bagaimana cara menanganinya?

Mengenal Gejala Keracunan Makanan hingga Cara Menanganinya

Penyebab Keracunan Makanan

Kebanyakan keracunan makanan disebabkan oleh bakteri, parasit, atau virus. Patogen ini sebetulnya bisa ditemukan di hampir semua makanan yang dikonsumsi. Akan tetapi, panas dari proses memasak biasanya mampu membunuh patogen tersebut.

Makanan yang dimakan mentah merupakan sumber umum dari keracunan makanan. Lantaran tidak melalui proses pemasakan terlebih dahulu. Hidangan yang sudah dimasak bisa pula terkontaminasi patogen. Hal ini dapat terjadi ketika orang yang sakitlah yang menyiapkan hidangan atau jika tidak mencuci tangan sebelum memasak.

Daging, telur, dan produk susu juga cukup sering terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Air memungkinkan pula terkontaminasi dengan organisme penyebab penyakit.

1. Bakteri

Sejauh ini, bakteri adalah penyebab keracunan makanan yang paling umum. Spesies bakterinya, seperti: Escherichia coli, Listeria monocytogenes, Salmonella sp, Clostridium botulinum, Stafilokokus aureus, Shigella sp, dan Vibrio vulnificus.

2. Parasit

Keracunan makanan akibat parasit tidak sebanyak yang disebabkan bakteri. Namun, parasit yang menyebar melalui makanan juga tetap berbahaya. Parasit yang bisa mengakibatkan keracunan makanan: Toksoplasma gondii, jamur Giardia lamblia, Kriptosporidium sp, Trichinella sp, Enterobiasis sp (cacing kremi), Ascaris lumbricoides (cacing gelang), Opisthorchiidae sp (cacing pipih), dan cacing pita seperti Taenia saginata, Taenia solium, Diphyllobothrium latum.

3. Virus

Keracunan makanan dapat disebabkan oleh virus misalnya rota, astro, sapri, norovirus, dan penyebab hepatitits A.

 

Gejala Keracunan Makanan

Gejala keracunan makanan bervariasi, tergantung penyebabnya. Kemunculan gejala dapat terjadi dalam beberapa jam atau minggu setelah terinfeksi. Dan biasanya akan sembuh dalam satu minggu. Gejala umum keracunan makanan, meliputi:

  • Sakit atau kram perut
  • Diare
  • Tinja berdarah
  • Mual dan muntah
  • Demam ringan
  • Sakit kepala
  • Lemas.

Keracunan makanan bisa sampai mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan penyakit serius. Gejalanya bisa seperti:

  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Sakit kepala
  • Hilangnya gerakan pada anggota badan
  • Sulit menelan
  • Lemas
  • Kesemutan atau mati rasa pada kulit.

Apabila gejala semakin parah, maka bisa berpotensi mengancam jiwa. Jika terjadi hal seperti ini maka bisa langsung ke IGD. Tanda-tanda gejala parah, berupa:

  • Diare yang berlangsung lebih dari 3 hari
  • Demam tinggi lebih dari 38,9°C
  • Urine berdarah
  • Dehidrasi parah, termasuk mulut kering dan sedikit atau tidak buang air kecil
  • Kesulitan melihat atau berbicara.

Cara Menangani Keracunan Makanan

Penanganan keracunan makanan bergantung pada seberapa parah gejala yang dialami dan penyebabnya. Dalam kebanyakan kasus, pengobatan dengan obat tidak diperlukan. Dilansir Mayo Clinic, cara mengatasi keracunan makanan bisa dengan:

1. Mengganti Cairan

Cairan dan elektrolit menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Elektrolit ini meliputi mineral seperti natrium, kalium, dan kalsium. Setelah muntah atau diare, penting untuk mengganti cairan tubuh guna mencegah dehidrasi. Karena kondisi dehidrasi parah mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan elektrolit yang diberikan langsung lewat infus.

2. Pemberian Antibiotik

Keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri dapat ditangani dengan antibiotik. Namun, biasanya antibiotik diperuntukkan bagi pasien dengan kondisi parah atau berisiko mengalami komplikasi.

3. Pemberian Antiparasit

Jika keracunan makanan diakibatkan oleh parasit, maka obat antiparasit biasanya akan diresepkan.

4. Obat Diare

Orang yang mengalami diare tanpa darah dan tidak demam bisa mengkonsumsi loperamide untuk mengatasinya. Bismuth subsalicylate juga dapat untuk meredakan sakit perut. Obat-obatan ini tidak direkomendasikan untuk anak.

 

Makanan yang Dikonsumsi saat Keracunan

Jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi saat keracunan sebaiknya yang mudah dicerna misalnya sayuran rebus, kaldu ayam, roti, pisang, air kelapa, dan aneka jus buah encer. Konsumsi makanan padat sebaiknya ditunda terlebih dahulu hingga gejala keracunan makanan seperti diare dan muntah-muntah mereda.

 

Makanan yang Perlu Dihindari saat Keracunan

Untuk mencegah perut semakin tidak nyaman saat keracunan makanan, sebaiknya hindari makanan yang sulit dicerna. Misalnya produk susu, gorengan, serta makanan pedas, berlemak, dan tinggi gula. Kafein dan alkohol juga lebih baik ditinggalkan terlebih dahulu.

Nah, itu tadi penyebab, gejala, hingga cara menangani keracunan makanan. Kamu bisa melakukan usaha pencegahan sebelum terjadi keracunan. Jika gejala makin parah, jangan ragu segera ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: detikhealth
Nisrina Juli 3, 2024 Juli 3, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 5 Zodiak Terprediksi Paling Beruntung Sepanjang Juli 2024 5 Zodiak Terprediksi Paling Beruntung Sepanjang Juli 2024
Next Article Perbedaan Ciri Lidah Sehat dan Terinfeksi HIV, Waspadai! Perbedaan Ciri Lidah Sehat dan Terinfeksi HIV, Waspadai!
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?