By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Mengenal Ketindihan saat Tidur (Sleep Paralysis)
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Mengenal Ketindihan saat Tidur (Sleep Paralysis)

Nisrina
Last updated: 2023/12/07 at 9:19 AM
Nisrina
Share
3 Min Read
Mengenal Ketindihan saat Tidur (Sleep Paralysis)
Credit: Verywell Health
SHARE

Mengenal ketindihan saat tidur atau dalam bahasa ilmiah menyebutnya sleep paralysis. Sleep paralysis, atau ketindihan saat tidur, adalah kondisi di mana seseorang mengalami ketidakmampuan untuk bergerak atau berbicara saat terjaga atau sedang tertidur. Keadaan ini terjadi selama transisi antara tidur dan kebangunan atau sebaliknya.

Contents
Mengenal Ketindihan saat Tidur (Sleep Paralysis)Gejala Sleep ParalysisFaktor Risiko KetindihanCara Mengatasi Sleep ParalysisCara Mencegah Sleep Paralysis

Meskipun durasinya singkat, sleep paralysis dapat menimbulkan rasa ketakutan dan kebingungan yang signifikan bagi individu yang mengalaminya. Untuk memahami lebih lanjut mengenai kondisi ini, mari kita eksplorasi informasi lebih lanjut!

Mengenal Ketindihan saat Tidur (Sleep Paralysis)

Ada sejumlah faktor yang disinyalir memicu seseorang merasakan ketindihan.  Kekurangan tidur, seringnya begadang dan perubahan jadwal tidur bisa memicu terjadinya sleep paralysis. Selain itu, gangguan mental seperti tekanan dan stres juga termasuk faktor pemicunya.

Sebagian besar penelitian mengungkapkan kalau sleep paralysis sering terjadi pada individu yang mengalami gangguan mental, termasuk schizophrenia. Posisi tidur juga dapat berperan, khususnya tidur dengan posisi terlentang. Selain itu, masalah tidur seperti narkolepsi dapat mengganggu fase tidur REM, sehingga meningkatkan risiko mengalami sleep paralysis.

Gejala Sleep Paralysis

Berikut berbagai gejala ketindihan yang umumnya terjadi:

  • Tidak mampu bergerak atau berbicara.
  • Sensasi tertekan di dada atau kesulitan bernapas selama episode sleep paralysis.
  • Mengalami pengalaman visual atau auditori yang tidak biasa, seperti melihat bayangan atau mendengar suara yang sebenarnya tidak ada.
  • Meskipun terasa menakutkan, episode sleep paralysis umumnya bersifat sementara dan berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit.
  • Sensasi kesemutan atau getaran di tubuh.
  • Perasaan takut atau kecemasan yang intens.
  • Terjadi saat seseorang sedang memasuki atau keluar dari fase tidur Rapid Eye Movement (REM). Fase ini merupakan saat di mana mimpi intens terjadi dan otot-otot mengalami relaksasi total.
  • Beberapa orang dapat mengalami sleep paralysis secara berulang, dengan episode yang sama.
  • Kejadian ini dapat memengaruhi kualitas tidur dan kesejahteraan psikologis.

Faktor Risiko Ketindihan

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami sleep paralysis meliputi:

  • Sleep paralysis umumnya terjadi pada remaja dan orang dewasa muda.
  • Memiliki riwayat keluarga yang sering mengalami sleep paralysis.
  • Mengidap gangguan tidur, seperti insomnia atau sleep apnea.
  • Mengidap kecemasan dan depresi

Cara Mengatasi Sleep Paralysis

Sleep paralysis biasanya bersifat sementara dan dapat teratasi dengan beberapa cara, seperti:

  • Cobalah untuk tetap tenang selama episode. Fokuskan pernapasan dan ingatkan diri bahwa ini hanyalah kejadian sementara.
  • Gerakan jari atau kaki secara perlahan selama episode. Ini dapat membantu mengakhiri sleep paralysis lebih cepat.
  • Jaga jadwal tidur agar tetap teratur dan ciptakan lingkungan tidur yang nyaman.

Cara Mencegah Sleep Paralysis

Meskipun tidak selalu dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi risiko sleep paralysis:

  • Coba untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
  • Praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk mengelola tingkat stres.
  • Batasi konsumsi kafein dan hindari stimulan lainnya, terutama menjelang waktu tidur.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Desember 7, 2023 Desember 7, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Mengenal Manajemen Nyeri dan Manfaatnya untuk Kesehatan Mengenal Manajemen Nyeri dan Manfaatnya untuk Kesehatan
Next Article 10 Jenis Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya 10 Jenis Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?