By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Mengenal Manfaat, Tujuan dan Prosedur Cek Darah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Mengenal Manfaat, Tujuan dan Prosedur Cek Darah

Nisrina
Last updated: 2023/07/31 at 10:11 AM
Nisrina
Share
7 Min Read
ilustrasi pengambilan dara untuk dicek (foto: pinterest)
SHARE

Cek darah adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah pada bagian tertentu tubuh atau dengan menusuk salah satu jari dengan alat khusus. Tempat yang paling sering dipilih untuk pengambilan sampel darah adalah pembuluh darah pada siku bagian dalam.

Contents
Tujuan Cek Darah          Manfaat Cek DarahKapan Harus Melakukan Cek Darah?Jenis-Jenis Cek darah1. Hitung darah lengkap2. Panel metabolisme dasar (BMP)3. Panel metabolisme komprehensif4. Panel lipid5. Panel tiroid5. Biomarker jantung6. Tes infeksi menular seksual (IMS)7. Panel koagulasi8. Tes serum DHEA-sulfat9. Uji protein C-reaktif (CRP)Prosedur Cek Darah1. Sebelum prosedur2. Selama prosedur3. Setelah prosedur

Sesuai dengan kebutuhan, pemeriksaan darah dapat mencakup pemeriksaan sel darah merah, putih, hemoglobin, trombosit, dan lainnya.

Tujuan Cek Darah          

Pemeriksaan ini biasanya dokter rekomendasikan untuk tujuan berikut:

  • Menilai kondisi kesehatan seseorang secara umum
  • Memeriksa apakah kamu memiliki infeksi.
  • Melihat seberapa baik organ tertentu, seperti hati dan ginjal, bekerja.
  • Memeriksa kondisi genetik tertentu.
  • Membantu mendiagnosa penyakit seperti kanker, diabetes, penyakit jantung koroner, dan HIV/AIDS.
  • Mencari tahu apakah obat yang dikonsumsi efektif membuat kondisi menjadi lebih baik.
  • Mendiagnosis gangguan perdarahan atau pembekuan.
  • Mencari tahu apakah sistem kekebalan kamu mengalami masalah melawan infeksi.
  • Mendiagnosis anemia, seperti anemia defisiensi besi, anemia pernisiosa, anemia aplastik, atau anemia hemolitik.
  • Menemukan variasi hemoglobin seperti hemoglobin S, C, atau E, yang umum terjadi pada orang berlatar belakang Afrika, Mediterania, atau Asia Tenggara.
  • Memantau kondisi kesehatan dan penyakit kronis.
  • Menemukan masalah kesehatan pada tahap awal.

Manfaat Cek Darah

Ada banyak manfaat dari melakukan cek darah, antara lain:

  • Mencari tahu status risiko kamu untuk mengalami penyakit dan kondisi tertentu.
  • Memeriksa keberhasilan pengobatan.
  • Mendiagnosis dini beberapa kondisi sebelum gejala atau komplikasi berkembang.
  • Mengidentifikasi efek samping pengobatan.
  • Memantau status dan perkembangan penyakit kronis.

Dengan rutin melakukan tes darah, kamu bisa bersikap proaktif terhadap masalah kesehatan dan lebih peduli dengan kesehatan tubuh. Kamu juga bisa menggunakan tes darah untuk memahami perubahan yang terjadi dalam darah dari waktu ke waktu.

Kapan Harus Melakukan Cek Darah?

Tidak harus menunggu tubuh terinfeksi penyakit, melakukan pemeriksaan darah harus atas kesadaran diri terhadap kondisi kesehatan tubuh. Pemeriksaan darah bisa secara rutin, setidaknya setiap satu atau dua bulan sekali, tetapi ada pula yang melakukannya setiap satu tahun sekali.

Namun, dokter harus segera melakukan cek darah dan tetap melakukan pemantauan secara rutin, jika pengidap memiliki riwayat penyakit diabetes melitus, jantung, hipertensi, kanker, atau penyakit yang berhubungan dengan darah lainnya.

Selain itu, pemeriksaan darah juga harus segera kamu lakukan jika mengalami demam tinggi yang tak kunjung mereda selama tiga hari berturut-turut, diare dan muntah, demensia untuk para lanjut usia, serta sakit kepala yang tak kunjung mereda.

Ibu hamil juga harus melakukan cek darah secara rutin untuk mengecek kondisi kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan, juga mendeteksi adanya penyakit yang bisa berdampak pada kehamilan ibu. Tak terkecuali pada pasangan yang melangsungkan pernikahan, atau pre-marital check-up.

Jenis-Jenis Cek darah

Ada beberapa jenis cek darah yang umum dilakukan:

1. Hitung darah lengkap

Untuk memeriksa kadar 10 komponen berbeda dari setiap sel utama dalam darah, yaitu sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit. Komponen penting yang diukur melalui tes ini termasuk jumlah sel darah merah, hemoglobin, dan hematokrit.

2. Panel metabolisme dasar (BMP)

Tes darah jenis ini biasanya untuk memeriksa kadar delapan senyawa dalam darah. Di antaranya, kalsium, glukosa, sodium, kalium, bikarbonat, klorida, nitrogen urea darah (BUN), kreatinin.

3. Panel metabolisme komprehensif

Pemeriksaan ini mencakup semua pengukuran BMP, serta protein dan zat tambahan yang terkait dengan fungsi hati, seperti:

  • Albumin.
  • Protein total.
  • Alkaline phosphatase (ALP), enzim yang banyak ada di tulang dan hati yang terlibat dalam beberapa proses tubuh.
  • Alanine aminotransferase (ALT), enzim yang ada di hati.
  • Aspartate aminotransferase (AST), enzim yang ada di hati dan jaringan lain dalam tubuh.
  • Bilirubin, merupakan limbah akibat pemecahan sel darah merah yang akan organ hati saring.

4. Panel lipid

Tes darah jenis ini untuk memeriksa kadar dua jenis kolesterol. Antara lain high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol “baik” dan low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol “jahat”.

5. Panel tiroid

Pemeriksaan ini untuk mengetahui seberapa baik tiroid memproduksi dan bereaksi terhadap hormon tertentu, seperti:

  • Triiodothyronine (T3), yang mengatur detak jantung dan suhu tubuh bersama dengan T4.
  • Tiroksin (T4), bersama T3 mengatur metabolisme dan pertumbuhan.
  • Hormon perangsang tiroid (TSH), membantu mengatur kadar hormon yang kelenjar tiroid keluarkan.

5. Biomarker jantung

Prosedur ini untuk mengetahui tingkat enzim. Tingkat enzim yang tidak normal dapat menunjukkan banyak kondisi. Sebab, enzim adalah protein yang membantu tubuh menyelesaikan proses kimia tertentu, seperti memecah makanan dan membekukan darah. Mereka juga digunakan di seluruh tubuh untuk banyak fungsi vital.

6. Tes infeksi menular seksual (IMS)

Prosedur tes darah dapat menemukan dan mendiagnosa banyak jenis IMS. Di antaranya, klamidia, gonore, herpes, human immunodeficiency virus, dan sipilis.

7. Panel koagulasi

Pemeriksaan ini untuk mengukur seberapa baik pembekuan darah dan berapa lama darah membutuhkan waktu untuk membeku. Contohnya, uji waktu protrombin (PT) dan uji aktivitas fibrinogen.

8. Tes serum DHEA-sulfat

Hormon dehydroepiandrosterone (DHEA) berasal dari kelenjar adrenal. Tes ini untuk mengukur apakah hormon tersebut terlalu tinggi atau rendah.

9. Uji protein C-reaktif (CRP)

Tes ini untuk mengukur tingkat CRP tubuh. Protein C-reaktif dibuat oleh hati ketika jaringan di tubuh ada yang meradang. Tingkat CRP yang tinggi menunjukkan adanya peradangan dari berbagai penyebab, salah satunya infeksi bakteri atau virus.

Prosedur Cek Darah

Berikut hal-hal yang akan terjadi sebelum, selama, dan setelah prosedur cek darah:

1. Sebelum prosedur

Untuk sebagian besar jenis cek darah, tidak ada persiapan khusus yang kamu perlukan. Namun, untuk beberapa tes, pasien perlu berpuasa selama kurang lebih 12 jam sebelum jadwal pemeriksaan darah.

2. Selama prosedur

Ketika pemeriksaan, darah akan petugas medis ambil dengan teknik venipunktur atau melalui pembuluh darah vena dengan media jarum suntik kecil.

Tenaga kesehatan menggunakan tourniquet atau pengikat lengan untuk mengikat bagian lengan atas. Tujuannya adalah agar aliran darah pada bagian ini terhambat dan membuat pembuluh vena terlihat menonjol, sehingga pengambilan sampel darah akan lebih mudah. Setelah pembuluh vena diidentifikasi, petugas membersihkan area tersebut dengan alkohol dan melakukan pengambilan sampel darah dengan jarum.

3. Setelah prosedur

Setelahnya, area bekas pengambilan darah akan petugas medis tutup dengan kasa dan plester. Prosedur cek darah ini biasanya hanya berlangsung selama 5-10 menit, dan bisa lebih singkat apabila pembuluh darah vena mudah untuk dokter temukan. Biasanya, hasil pemeriksaan ini akan selesai dalam waktu tujuh hari.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Juli 31, 2023 Juli 31, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Kenali Jenis-jenis Cek Lab dan Manfaatnya
Next Article 9 Manfaat Minyak Kemiri
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?