Menurut laporan dari Healthline, lebih dari 17 persen orang melakukan phubbing terhadap orang lain setidaknya empat kali sehari. Penelitian yang terpublikasi dalam Psychological Reports mengungkapkan bahwa phubbing merupakan bentuk ketidakpedulian terhadap orang lain demi fokus pada ponsel.
Hal ini kemungkinan mencerminkan pola psikologis yang lebih dalam, termasuk citra tubuh, kepercayaan diri, dan status hubungan seseorang. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kita cenderung memilih ponsel daripada terlibat dalam koneksi antarmanusia yang terbuka, yang membuat phubbing sulit menghentikannya!
Alasan Phubbing Sulit Dihentikan
1. Tidak Merasa Nyaman dengan Diri Sendiri
Melansir dari Forbes, dari data yang dikumpulkan sebanyak 282 orang dewasa menunjukkan banyak individu yang melakukan phubbing memiliki citra tubuh yang buruk. Banyak orang terobsesi untuk tampil menarik sehingga membuat seseorang fokus pada apresiasi dan sangat menantikan validasi lewat komentar di media sosial. Kondisi ini dapat menggambarkan betapa dalamnya media sosial memengaruhi persepsi dan interaksi diri.
2. Tidak Percaya dengan Kemampuan Mereka
Seseorang yang phubbing cenderung kurang percaya diri. Hal ini dapat menyebabkan ketergantungan yang berlebih pada ponsel sebagai cara untuk melepaskan diri dari tantangan yang memerlukan keterampilan dan upaya nyata. Hal ini bukan hanya menghambat kemampuannya di dunia nyata tetapi juga mengikis rasa kemampuan dan pencapaian seseorang, sehingga semakin memperkuat ketergantungan dan validasi digital.
3.Berpotensi Merusak Hubungan
Terlalu lama sendiri tanpa pasangan dapat meningkatkan kecenderungan phubbing. Kondisi ini terjadi karena orang yang lama melajang mencoba meningkatkan penggunaan telepon, mencari koneksi, dan validasi melalui media sosial. Namun, hal ini bisa mengganggu interaksi dengan orang lain di sekitarnya. Phubbing juga bisa mengganggu hubungan bagi pasangan suami istri.
Menurut penelitian 2017 yang diterbitkan dalam Personality and Individual Differences, pasangan suami istri yang melakukan phubbing cenderung mengalami penurunan kepuasan pernikahan. Hal ini bisa menyebabkan depresi.