Mengenal polutan memang penting apalagi bagi kamu yang tinggal di daerah perindustrian. Polutan merupakan unsur, molekul, dan partikel yang memiliki potensi untuk menyebabkan polusi. Lingkungan dalam berbagai aspeknya, termasuk udara, air, dan tanah, dapat mengalami pencemaran ketika terpapar oleh polutan, yang pada akhirnya dapat menimbulkan ancaman terhadap kesehatan manusia, tanaman, dan hewan.
Polutan dapat memasuki lingkungan melalui berbagai jalur, dan dampaknya akan bervariasi tergantung pada jenis polutan dan lokasi tertentu yang terkontaminasi. Oleh karena itu, penting untuk lebih memahami berbagai jenis polutan agar kita dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Mengenal Polutan
Polutan adalah berbagai zat yang dapat memicu pencemaran lingkungan. Bukan hanya berdampak pada makhluk hidup saja, tetapi paparan polutan terus menerus juga dapat menyebabkan gangguan hingga kerusakan pada ekosistem.
Namun, yang perlu diingat bahwa zat berbahaya ini adalah hal yang berbeda dengan polusi. Polusi merupakan proses masuknya bahan-bahan berbahaya ke dalam lingkungan. Sedangkan bahan berbahaya tersebut dikenal dengan istilah polutan.
Polutan juga bisa berasal dari alam, seperti abu vulkanik dari gunung berapi. Akan tetapi, zat berbahaya ini juga bisa dihasilkan dari aktivitas manusia, seperti sampah, asap kendaraan, limbah pabrik, hingga penggunaan zat-zat kimia dalam proses pertanian.
Jenis-Jenis Polutan
Polutan sendiri bisa mencemari lingkungan dengan berbagai cara sesuai dengan jenisnya. Masing-masing polutan pun bisa menyebabkan gangguan yang berbeda-beda pada ekosistem dan makhluk hidup.
Berikut jenisnya yang berisiko bisa mencemari lingkungan:
1. Nitrogen oksida
Nitrogen oksida sejenis gas beracun dan sangat reaktif ketika bahan bakar mengalami proses pembakaran pada suhu yang sangat tinggi. Gas ini umumnya berwarna coklat dan dikeluarkan oleh kendaraan serta sumber industri. Contohnya seperti pembangkit listrik, tempat pembakaran semen, hingga penggerak turbin.
Nitrogen oksida juga memiliki masalah reaksi kimia pada atmosfer dengan senyawa organik yang mudah menguap. Reaksi ini dapat menghasilkan kabut asap pada musim panas.
2. Sulfur oksida
Sulfur oksida mengandung sulfur dan oksigen. Zat berbahaya ini tidak berwarna, tetapi memiliki bau yang khas jika berada dalam jumlah yang tinggi. Gunung berapi dapat menyumbang zat berbahaya ini pada lingkungan secara alami. Selain itu, pembangkit listrik berbahan batu bara dan kendaraan juga bisa menyumbang sulfur oksida pada ekosistem.
3. Materi partikulat
Materi partikulat dikenal juga sebagai polusi partikel atau PM. Istilah ini mengacu pada campuran partikel padat dan tetesan cairan yang dapat ditemukan pada udara. Beberapa materi partikulat, seperti debu, asap, kotoran, dan abu batubara beberapa jenis dengan ukuran besar sehingga dapat dilihat oleh mata. Materi partikulat juga bisa berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat oleh mikroskop, seperti arsenik, berilium, timbal, mangan, dan nikel.
Dampak Polutan pada Kesehatan Tubuh
1. Asma
Paparan zat berbahaya ini, khususnya materi partikulat yang berukuran sangat kecil atau halus, dapat menyebabkan penyakit asma. Polutan dapat memiliki sifat iritan yang bisa membuat saluran pernapasan menjadi iritasi.
Jika terhirup terus menerus, kondisi ini dapat memicu penyempitan pada saluran pernapasan yang menyebabkan penyakit asma.
2. ISPA
Ada berbagai jenis ISPA yang berisiko dialami oleh seseorang yang terpapar zat berbahaya ini terus menerus. Misalnya seperti sinusitis dan influenza.
3. Penyakit dan gangguan paru
Dalam jangka panjang, polutan dapat menyebabkan penyakit dan gangguan paru. Kerusakan yang terjadi pada paru dapat menyebabkan gangguan fungsi paru.
4. Penyakit kardiovaskular
Paparan polutan dalam jangka panjang dapat meningkatkan penyakit kardiovaskular sebesar 12-14 persen. Selain itu, zat berbahaya ini juga dapat menyebabkan peningkatan 3 persen risiko terkait dengan serangan jantung, stroke, hingga kematian jantung mendadak.
5. Gangguan tumbuh kembang anak
Bukan hanya pada orang dewasa, polutan juga dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak, salah satunya adalah stunting. Terjadi peningkatan 19 persen risiko stunting pada anak balita akibat paparan polutan dalam jangka panjang. Untuk itu pastikan kamu menjaga lingkungan dengan baik agar cemaran polutan tidak semakin memburuk.
Itulah beberapa informasi untuk mengenal polutan dari jenis hingga dampaknya. Semoga bermanfaat!
