By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Pemicu Gangguan Mental Borderline Personality Disorder
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Pemicu Gangguan Mental Borderline Personality Disorder

Nisrina
Last updated: 2023/11/14 at 12:05 PM
Nisrina
Share
4 Min Read
Pemicu Gangguan Mental Borderline Personality Disorder
Credit: Pinterest
SHARE

Pemicu gangguan mental Borderline Personality Disorder (BPD) ini wajib diketahui semua orang. Gangguan kepribadian sebenarnya memiliki beragam jenis, bukan cuma sebatas skizofrenia, OCD, atau narsistik saja. Ada pula yang namanya borderline personality disorder (BPD). BPD atau gangguan kepribadian ambang adalah gangguan mental yang ditandai dengan suasana hati dan citra diri yang senantiasa berubah-ubah dan perilaku yang impulsif.

Contents
Pemicu Gangguan Mental Borderline Personality DisorderKetahui Metode Pengobatannya

Pengidap borderline personality disorder memiliki cara pandang, pikir, dan perasaan yang berbeda dibandingkan dengan orang lain kebanyakan. Nah, hal inilah yang nantinya akan menimbulkan masalah di kehidupan sehari-hari. Apalagi di saat menjalin hubungan dengan orang lain, seperti hubungan dengan keluarga, teman, dan lingkungan pekerjaan. Lantas, apa sih pemicu borderline personality disorder?

Pemicu Gangguan Mental Borderline Personality Disorder

Dalam kebanyakan kasus, borderline personality disorder biasanya muncul ketika menjelang masa dewasa dan bertahan saat usia dewasa. Pengidapnya bisa merasakan gejala, seperti kondisi mood atau suasana hati yang tak stabil, gangguan pola pikir dan persepsi, perilaku impulsif, hingga tak stabil dalam menjalin hubungan yang intens. Lalu, apa sih yang menyebabkan gangguan kepribadian ini? Sayangnya, hingga saat ini penyebab BPD belum diketahui pasti. Namun, setidaknya ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu kondisi ini, seperti:

1. Lingkungan
Faktor lingkungan yang negatif, diduga juga bisa menimbulkan BPD. Contohnya, riwayat penyiksaan atau pelecehan semasa kecil atau orang tua yang mencampakkannya.

2. Kelainan pada otak
Pengidap BDP memiliki perubahan struktur pada fungsi otak, terutama pada area yang mengatur impuls dan emosi. Banyak yang menduga pengidapnya mengalami kelainan fungsi dari zat kimia otak atau neurotransmitter yang berperan dalam pengaturan emosi.

3. Ciri kepribadian tertentu
Beberapa tipe kepribadian lebih berisiko mengalami BPD, contohnya kepribadian agresif dan impulsif.

4. Genetik
Menurunkan Borderline personality disorder dapat secara genetik. Mengingat hal yang perlu, bukan berarti orang yang tak memiliki satupun faktor risiko di atas, tidak bisa mengalami BPD. Hal sebaliknya juga berlaku, bukan berarti mereka yang memiliki faktor risiko di atas akan mengalami BDP.

Ketahui Metode Pengobatannya

Gangguan kepribadian yang umumnya muncul pada periode menjelang usia dewasa ini, untungnya dapat membaik seiring bertambahnya usia. Asalnya, cara menangani tepat dan efektif. Nah, berikut beberapa terapi psikologi untuk mengatasi BPD.

1. Dialectical Behavior Therapy (DBT)

Terapi ini menggunakan pendekatan berbasis kemampuan dalam mengajari pengidap BPD mengatur emosi, mentoleransi tekanan jiwa, dan memperbaiki hubungan sosial. Melakukan DBT bisa sendiri atau di dalam sebuah grup konsultasi bersama seorang terapis.

2. Mentalization-Based Therapy (MBT)

Menitikberatkan metode berpikir sebelum bereaksi. MBT membantu pengidap BPD mengenali perasaan dan pikirannya sendiri. Caranya menghadapi dengan menciptakan perspektif alternatif dari situasi yang tengah terjadi.

3. Schema-Focused Therapy

Schema-Focused Therapy membantu penderita BPD mengenali kebutuhan yang tidak terpenuhi pada periode awal hidup, yang dapat memicu pola perilaku hidup negatif. Terapi ini akan memfokuskan pada usaha pemenuhan kebutuhan tersebut melalui cara yang lebih sehat agar terbangun pola perilaku hidup yang positif. Sama seperti terapi DBT, melakukan terapi ini dapat secara perorangan maupun di dalam grup konsultasi.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina November 14, 2023 November 14, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Emosi Labil Adalah Tanda Gangguan Kepribadian Ambang? Emosi Labil Adalah Tanda Gangguan Kepribadian Ambang?
Next Article Hubungan Fanatisme dengan Gangguan Kejiwaan Hubungan Fanatisme dengan Gangguan Kejiwaan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?