By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Penyebab dan Dampak Rasisme yang Harus Kamu Ketahui!
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Penyebab dan Dampak Rasisme yang Harus Kamu Ketahui!

Nisrina
Last updated: 2023/10/24 at 9:03 AM
Nisrina
Share
5 Min Read
Credit: Pinterest
SHARE

Rasisme merupakan bentuk prasangka yang didasari pada asumsi bahwa satu kelompok ras (biasanya merujuk pada kelompok sendiri) memiliki karakteristik superior, sementara kelompok ras lain dianggap lebih rendah. Rasisme sering kali termanifestasi dalam bentuk penindasan sistemik terhadap kelompok ras tertentu dan dapat muncul dalam berbagai bentuk. Dalam beberapa situasi, tindakan rasisme bahkan dapat berisiko memunculkan kekerasan. Apa penyebab dan dampak dari rasisme terhadap kesehatan mental? Ini penjeleasannya.

Contents
Penyebab Rasisme 1. Keserakahan dan kepentingan pribadi2. Representasi media3. Rasisme ilmiahDampak Rasisme pada Kesehatan Mental1. Stres Psikologis yang berkepanjangan2. Penurunan kesejahteraan emosional3. Risiko gangguan mental 4. Tantangan dalam akses ke perawatan kesehatan mental5. Dampak pada kualitas hidup secara keseluruhan

Penyebab Rasisme 

Rasisme adalah praktik diskriminasi terhadap orang berdasarkan ras atau latar belakang etnisnya. Sedangkan rasis adalah orang yang melakukan tindakan rasisme. Menurut Human Rights Careers ada beberapa penyebab rasisme, di antaranya adalah:

1. Keserakahan dan kepentingan pribadi

Banyak akademis percaya bahwa keyakinan rasis dikembangkan untuk membenarkan kepentingan pribadi. Contohnya, tindakan yang dilakukan investor Eropa pada zaman dulu terhadap masyarakat melalui perdagangan budak Transatlantik. Tujuannya, untuk mendukung industri tembakau, gula, dan kapas secara besar-besaran di Amerika.

2. Representasi media

Cara media mewakili orang-orang dari berbagai ras dalam buku, TV, film, dan musik, berdampak besar pada cara masyarakat memandang suatu ras. Disadari atau tidak, media juga membentuk budaya dan menanamkan keyakinan rasis pada generasi muda dan mereka yang baru mengenal suatu negara.

3. Rasisme ilmiah

Pada tahun 1776, ilmuwan Jerman Johann Fredrich Blumenbach mengklasifikasikan manusia menjadi lima kelompok, menempatkan “Kaukasia” atau “ras kulit putih” di urutan teratas. Pada pertengahan tahun 1800-an, Samuel George Morton mengemukakan bahwa ukuran otak berhubungan dengan kecerdasan. Dia menyimpulkan bahwa orang kulit putih memiliki tengkorak yang lebih besar dan karena itu lebih unggul secara intelektual.  Rasisme ilmiah semakin kuat seiring berjalannya waktu.

Dampak Rasisme pada Kesehatan Mental

Rasis tidak hanya memicu ketidakberdayaan dan kebencian, lebih jauh dari itu ada dampak jangka panjangnya, seperti:

1. Stres Psikologis yang berkepanjangan

Rasisme dapat menyebabkan stres berkepanjangan pada individu yang menjadi sasaran diskriminasi atau bias rasial. Perasaan takut, cemas, dan marah yang berkelanjutan dapat mengganggu keseimbangan mental dan emosional seseorang.

Menurut jurnal ilmiah berjudul The Mental Health Impact of COVID-19 Racial and Ethnic Discrimination Against Asian American and Pacific Islanders yang dipublikasikan di Frontiers Media, diskriminasi ras/etnis terkait COVID-19 dikaitkan dengan peluang lebih besar untuk mengalami depresi sedang atau berat, kecemasan sedang hingga berat.

Rasisme terhadap warga Asia-Amerika Kepulauan Pasifik (AAPI) bukanlah fenomena baru di Amerika Serikat. Namun, laporan mengenai diskriminasi dan kejahatan rasial terhadap komunitas ini semakin meningkat selama pandemi COVID-19. Sekitar 40 persen orang dewasa Amerika keturunan Asia melaporkan bahwa orang lain tampak merasa tidak nyaman berada di dekat mereka sejak awal pandemi. Dan ini menyebabkan kecemasan, depresi, dan merasa diri tidak berharga.

2. Penurunan kesejahteraan emosional

Orang yang sering mengalami rasisme mungkin mengalami penurunan kesejahteraan emosional. Mereka dapat merasa terisolasi, tidak dihargai, dan bahkan meragukan harga diri mereka sendiri. Hal ini dapat berdampak pada depresi, kecemasan, dan gangguan suasana hati.

3. Risiko gangguan mental 

Rasisme dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan gangguan kesehatan mental, seperti PTSD (Post Traumatic Stress Disorder), kecanduan, dan gangguan makan. Ini disebabkan oleh beban stres kronis dan ketidaksetaraan yang dialami oleh orang yang menjadi sasaran rasisme.

4. Tantangan dalam akses ke perawatan kesehatan mental

Orang yang mengalami rasisme juga dapat menghadapi tantangan dalam mengakses perawatan kesehatan mental yang tepat. Stigma sosial, keterbatasan akses, dan kurangnya pemahaman tentang pengalaman mereka oleh profesional kesehatan mental, dapat menghambat pencarian bantuan sehingga memperparah kondisi kesehatannya.

5. Dampak pada kualitas hidup secara keseluruhan

Dampak rasisme pada kesehatan mental tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Rasisme membatasi peluang dan hak individu untuk mencapai potensi mereka dan hidup dengan damai, bahagia, dan seimbang.

Penting untuk menyadari bahwa rasisme adalah masalah kesehatan mental yang serius. Dalam upaya mendorong kesehatan mental yang sehat dan inklusif, penting bagi masyarakat untuk berkomitmen pada penghapusan rasisme dan memastikan bahwa setiap orang merasa didengar, dihargai, dan aman.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina Oktober 24, 2023 Oktober 24, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article 5 Zodiak Ini Terlihat Baik Namun Mudah Merasa Iri Dengki
Next Article Sering Disamakan, Ini Perbedaan Xenophobia dan Rasisme
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?