By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Penyebab Hujan Deras Muncul di Tengah Musim Kemarau
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Penyebab Hujan Deras Muncul di Tengah Musim Kemarau

Nisrina
Last updated: 2024/07/11 at 9:28 AM
Nisrina
Share
3 Min Read
Penyebab Hujan Deras Muncul di Tengah Musim Kemarau
Credit: Flickr
SHARE

Penyebab hujan deras muncul di tengah musim kemarau ini terungkap oleh BMKG. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa hujan deras yang terjadi di tengah musim kemarau adalah hal yang relatif normal dan bukan indikasi adanya anomali iklim.

Menurut Dwikorita, fenomena ini wajar terjadi di Indonesia karena letak geografis negara kita yang berada di antara dua benua, yaitu Australia dan Asia.

“Letak geografis Indonesia, yang ‘terapit’ oleh dua benua, membuat negara ini mengalami dua musim berbeda: musim hujan dan musim kemarau. Angin monsun barat dari Benua Asia menyebabkan musim hujan di Indonesia. Sementara musim kemarau umumnya terpengaruhi oleh angin monsun timur dari Benua Australia yang bersifat kering.” jelas Dwikorita dalam konferensi pers daring di Jakarta pada Senin (8/7/2024).

Dwikorita juga menjelaskan bahwa curah hujan di suatu daerah yang kurang dari 50 mm per dasarian. Hal ini terjadi selama minimal tiga dasarian berturut-turut masih teranggap bagian dari pola musim kemarau. Musim kemarau sendiri tidak terjadi secara bersamaan di seluruh Indonesia dan memiliki durasi yang berbeda di setiap wilayah.

Penyebab Hujan Deras Muncul di Tengah Musim Kemarau

Berdasarkan pemantauan BMKG, hingga akhir Juni 2024, sebanyak 43 persen Zona Musim di Indonesia sedang mengalami musim kemarau. Adapun puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi pada bulan Juli dan Agustus 2024, mencakup 77,27 persen wilayah zona musim.

Meskipun musim kemarau sedang terjadi di sebagian wilayah Indonesia, kata dia, tidak selalu menunjukkan kondisi iklim kering dan panas, karena keragaman iklim di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi musim. Diterangkannya, banyak faktor lain yang mempengaruhi keragaman iklim di Indonesia yaitu faktor global misalnya fenomena El Nino atau La Nina, faktor regional misalnya Madden Julian Oscillation dan menghangatnya suhu permukaan laut di sekitar Indonesia, dan faktor lokal seperti adanya angin darat-angin laut.

“Sebuah kejadian cuaca, umumnya merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor tersebut,” imbuhnya.

Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto mengatakan bahwa berdasarkan analisis cuaca terbaru dan pengamatan perkembangan kondisi cuaca dalam sepekan ke depan, masih terdapat potensi peningkatan curah hujan yang signifikan di wilayah Indonesia, meskipun telah memasuki awal musim kemarau.

Pada tanggal 8 – 10 Juli 2024, hujan ini perkiraan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa bagian barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Sementara itu, pada tanggal 11 – 14 Juli 2024, potensi hujan sedang-lebat perkiraan terjadi di wilayah Sumatera bagian utara, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

“Meski beberapa wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau, kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi di beberapa wilayah. Cuaca ekstrem tersebut meliputi hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat dengan kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, serta fenomena hujan es,” tutur Guswanto.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: detikhealth
Nisrina Juli 11, 2024 Juli 11, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Penyebab Radang Amandel dan Cara Mengobatinya, Wajib Tahu! Penyebab Radang Amandel dan Cara Mengobatinya, Wajib Tahu!
Next Article Perbedaan Makna Gelar Doktor dan Dokter, Jangan Salah! Perbedaan Makna Gelar Doktor dan Dokter, Jangan Salah!
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?