By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Perbedaan Fobia dan Trauma yang Harus Diketahui
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Perbedaan Fobia dan Trauma yang Harus Diketahui

Nisrina
Last updated: 2023/09/14 at 6:47 PM
Nisrina
Share
4 Min Read
Credit: Pinterest
SHARE

Fobia dan trauma adalah dua kondisi psikologis yang seringkali sulit untuk dibedakan, sehingga seringkali disamakan oleh orang-orang. Namun, apa sebenarnya perbedaan antara fobia dan trauma?

Contents
Perbedaan Fobia dan Trauma Penanganan Fobia dan Trauma1. Menemukan Bantuan yang Tepat 2. Terhubung dengan Orang Lain3. Olahraga 4. Menulis Jurnal 

Fobia adalah reaksi dari rasa takut yang terakumulasi dan tidak proporsional, sedangkan trauma adalah gangguan pada sistem saraf yang awalnya disebabkan oleh rasa takut. Ketakutan pada dasarnya adalah emosi, dan bisa menjadi kronis bila dipicu oleh trauma tertentu ataupun suatu bentuk fobia. Nah, informasi lengkapnya mengenai perbedaan fobia dan trauma bisa dibaca di sini!

Perbedaan Fobia dan Trauma 

Fobia dapat dilihat sebagai gejala atau sebagai konsekuensi jangka panjang dari PTSD. Bahkan jika PTSD hilang, fobia dapat tetap ada sebagai reaksi terhadap stimulus yang mencerminkan bahaya.

Banyak jenis fobia yang tidak rasional disebabkan karena ingatan tentang apa yang menyebabkan rasa takut pada awalnya tidak tersimpan sepenuhnya. Itu sebabnya fobia didefinisikan sebagai irasional karena tampaknya muncul entah dari mana. Akan tetapi, ini selalu datang dari beberapa pengalaman negatif sebelumnya, baik yang traumatis atau sangat menakutkan.

Ketika seseorang memiliki fobia, mereka sering berencana untuk menghindari hal-hal yang mereka anggap berbahaya. Ini dapat menghambat kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari dan terkadang memicu serangan panik. Misalnya, jika seseorang memiliki fobia laba-laba, bahkan memikirkan laba-laba saja dapat membuatnya gemetar dan berkeringat.

Trauma adalah cedera utuh yang tidak selektif seperti halnya fobia. Trauma bersifat maladaptif karena memengaruhi begitu banyak proses fungsi sistem. Seperti halnya fobia, trauma juga memiliki ikatan negatif dari kenangan buruk di amigdala kanan. Akan tetapi, berbeda dengan fobia,  trauma memengaruhi bagian lain dari otak.

Fobia sebenarnya juga bisa menjadi gejala trauma. Selain itu, fobia juga dapat menjadi bagian dari konsekuensi lain dari PTSD atau dapat muncul sendiri tanpa PTSD.

Penanganan Fobia dan Trauma

Penanganan fobia dan trauma kurang lebih sama. Pertama dan terpenting adalah mengetahui penyebab fobia dan trauma itu sendiri. Kemudian, pengidapnya harus memiliki keinginan untuk sembuh.

Nah, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

1. Menemukan Bantuan yang Tepat 

Kamu dapat mencari terapis spesialis trauma untuk mendapatkan bantuan terkait kondisi yang kamu alami. Selain itu, alangkah lebih baik lagi bila kamu bergabung dengan kelompok pendukung yang juga mengalami masalah sama.

2. Terhubung dengan Orang Lain

Berbicara dengan orang lain terkait trauma merupakan langkah yang tepat untuk dilakukan. Keterhubungan dengan orang lain adalah kunci kebahagiaan sebagai manusia, dan mengasingkan diri saat menghadapi trauma dapat menyebabkan hasil negatif seperti depresi.

3. Olahraga 

Olahraga telah terbukti memperbaiki gejala PTSD. Selain secara langsung membantu menyembuhkan pengidap trauma, olahraga juga memberi tubuh zat kimia yang sangat dibutuhkan seperti endorfin.

Jika kamu tidak suka berolahraga, jangan memaksakannya. Kegiatan seperti berjalan-jalan, atau lakukanlah sesuatu yang menyenangkan seperti bersepeda atau bermain sepatu roda, mengikuti video yoga, atau tergabung dengan aktivitas sosial.

4. Menulis Jurnal 

Menulis jurnal adalah cara umum untuk mengelola stres dan melewati peristiwa yang kompleks. Merasakan perasaan dan menerimanya, adalah kunci penyembuhan dari trauma. Kamu mungkin memiliki beberapa perasaan sulit di sepanjang jalan, seperti kemarahan, dan itu tidak masalah.

Ingat, sangatlah wajar untuk memiliki berbagai macam emosi, dan tidak ada salahnya jika beberapa di antaranya baru bagimu.

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: halodoc
Nisrina September 14, 2023 September 16, 2023
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Mengenal Mocktail Coffee, Minuman Unik yang Viral
Next Article 5 Dampak Buruk Terlalu Lama Menguncir Rambut
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?