By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Ruangriang.co.idRuangriang.co.idRuangriang.co.id
  • Beranda
  • Fashion
  • Finance
  • Food
  • Health
  • Hiburan
  • Travel
  • Work and Money
  • Zodiak
Search
© 2021 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Reading: Perbedaan Gen Z dan Milenial Saat Belanja, Kamu Setuju?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Font ResizerAa
Search
Follow US
© 2021 ruangriang.co.id. All Rights Reserved.

Perbedaan Gen Z dan Milenial Saat Belanja, Kamu Setuju?

Nisrina
Last updated: 2024/07/08 at 10:02 AM
Nisrina
Share
9 Min Read
Perbedaan Gen Z dan Milenial Saat Belanja, Kamu Setuju?
Credit: Pinterest/keira gethins
SHARE

Perbedaan gen Z dan Milenial saat belanja ini mungkin banyak dari kamu menyetujuinya. Tentunya kamu sering melihat berbagai narasi mengenai Generasi Z atau Gen Z yang saat ini sedang marak menjadi perbincangan. Tidak mengherankan, karena Gen Z sudah mulai memasuki usia produktif.

Contents
Perbedaan Gen Z dan Milenial Saat Belanja,Gen Z Selalu Riset untuk Mencari Harga TerendahGen Z Sangat Terpengaruh oleh InfluencerGen Z Nyaman Berbelanja Melalui Ponsel dan Lewat Live StreamingGen Z Adalah Pembeli Utama di Media SosialGenerasi Milenial Lebih Cenderung Menjadi Pembeli yang ImpulsifGenerasi Milenial Menyukai Kenyamanan dan KecepatanGenerasi Milenial Percaya dengan Rekomendasi Keluarga dan TemanGenerasi Milenial Lebih Berfokus ke Sustainability

Pada umumnya, narasi yang beredar tentang Gen Z lebih cenderung bersifat negatif. Gen Z sering dinilai sebagai generasi yang pemalas, menginginkan segalanya serba instan, dan tidak seperti generasi-generasi sebelumnya.

Namun, perlu diketahui bahwa setiap generasi, baik itu Boomer, Milenial, atau Gen Z, memiliki ciri khasnya masing-masing. Bahkan, Milenial dan Gen Z yang saat ini sama-sama berada di usia produktif memiliki beberapa sifat yang hampir mirip.

Hal ini mungkin karena keduanya merupakan generasi yang dekat dengan penggunaan teknologi. Meski begitu, kedua generasi tersebut tetap memiliki perbedaan cara pandang dalam menggunakan teknologi.

Seperti melansir dari The Clueless Company, Gen Z adalah early adopter dari setiap teknologi baru. Mereka antusias menggunakan teknologi seperti augmented reality (AR) dan virtual reality (VR). Sedangkan Milenial lebih menggunakan teknologi untuk memudahkan aktivitas sehari-hari dan membuat pekerjaan lebih efektif sehingga lebih hemat waktu.

Tidak dapat kita pungkiri, teknologi memiliki dampak yang signifikan terhadap pengambilan keputusan saat ingin berbelanja sesuatu, baik bagi generasi Milenial maupun Gen Z. Berikut beberapa perbedaan cara kaum Milenial dan Gen Z saat berbelanja atau menggunakan uang mereka.

Perbedaan Gen Z dan Milenial Saat Belanja,

Gen Z Selalu Riset untuk Mencari Harga Terendah

Gen Z adalah generasi yang sangat sadar saat berbelanja. Ketika berbelanja, 73% milenial tidak akan bersedia untuk mengganti barang yang mereka pilih dengan alternatif yang lebih rendah.

Kondisi tersebut bisa terjadi karena generasi Z masih tergolong muda dan mereka memiliki uang atau kekayaan lebih sedikit daripada generasi sebelumnya. Meski begitu, gen Z lebih ahli saat belanja online dan melakukan perbandingan harga antara penjual yang satu dengan yang lainnya. Hal itu mungkin disebabkan karena generasi Z adalah digital natives.

Gen Z bahkan juga selalu melakukan riset terlebih dahulu sebelum belanja. Menurut data yang dilansir dari laporan Attentive ada 47% Gen Z yang menyatakan bahwa mereka lebih suka menunggu setidaknya beberapa hari sebelum melakukan pembelian. Gen Z juga dinilai sebagai pembeli yang boros tapi lebih bijaksana dengan meluangkan waktu yang mereka miliki untuk meneliti sesuatu sebelum yakin untuk membelinya.

Gen Z Sangat Terpengaruh oleh Influencer

Perbedaan Gen Z dan Milenial Saat Belanja, Kamu Setuju?

Dibandingkan dengan kelompok usia yang lebih tua, kamu yang termasuk generasi Z ternyata cenderung tidak mempercayai perusahaan. Seperti yang melansir dari Voyado, mereka justru memilih mengikuti influencer di Instagram dan YouTube yang memiliki followers dan jangkauan tinggi.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Google menunjukkan bahwa ada 70% remaja yang berlangganan channel YouTube dan melihat kepribadian seseorang di YouTube lebih relate untuk mereka daripada selebriti konvensional pada umumnya. Hal inilah yang akan membuat mereka memutuskan membeli suatu produk atau tidak. Jadi, ada alasan mengapa marketer sekarang semakin menyadari pentingnya beralih dari digital marketing tradisional ke pemasaran menggunakan influencer.

 

Gen Z Nyaman Berbelanja Melalui Ponsel dan Lewat Live Streaming

Sekarang kamu mungkin sudah mengetahui bahwa kedua generasi ini sama-sama terhubung dengan internet dan media sosial. Sementara generasi milenial menyaksikan bagaimana perjalanan internet berkembang, gen Z telah menggunakannya sejak usia yang masih sangat muda. Setiap hari kaum milenial menghabiskan sekitar 6 jam dan 48 menit untuk online. Sementara gen Z mampu berselancar di internet selama sekitar 10,6 jam.

Baik milenial dan Gen Z memang terhubung dengan internet terutama dengan perangkat seluler. Akan tetapi ada perbedaan besar antara kedua generasi tersebut, yaitu gen Z praktis dibesarkan dengan smartphone.

Selain itu, sementara gen sebelumnya menyukai berlangganan dan keanggotaan, gen Z cenderung menyukai terlibat dengan suatu brand melalui live streaming untuk menemukan produk tertentu dan membeli barang langsung dari live streaming tersebut.

Gen Z Adalah Pembeli Utama di Media Sosial

Perbedaan Gen Z dan Milenial Saat Belanja, Kamu Setuju?

Media sosial saat ini seperti rumah kedua bagi para gen Z. Mereka tidak hanya menggunakan media sosial sebagai wadah untuk bersenang-senang, tapi juga untuk bekerja dan berbelanja.

Melansir dari laporan Shopney, ada 80% konsumen gen Z yang menggunakan Instagram dan media sosial lainnya untuk melakukan pencarian produk. Tidak hanya itu, 97% konsumen gen Z bahkan menggunakan media sosial untuk mendapatkan inspirasi produk belanja yang mereka butuhkan.

Tidak hanya itu, gen Z juga senang menjadi co-creator dari konten suatu brand dan bukan hanya menjadi konsumen belaka. Itu artinya mereka suka menjadi kolaborator dan mitra.

Hal ini bisa sangat bermanfaat untuk brand karena gen Z membantu membangun brand tersebut di samping tujuan mereka sendiri, bukan sebaliknya. Upaya tersebut terwujud lewat kebiasaan gen Z yang suka berbagi pendapat, review produk, saran, dan bagaimana mereka menyukai produk atau layanan yang disesuaikan dengan preferensi mereka.

Generasi Milenial Lebih Cenderung Menjadi Pembeli yang Impulsif

Seperti melansir dari laporan Attentive, saat berbelanja menggunakan ponsel, 56% dari semua konsumen mengatakan bahwa mereka akan melakukan pembelian dalam satu hari setelah berhasil menemukan suatu barang. Namun ternyata ada 74% milenial yang mengaku melakukan pembelian secara impulsif baik sesekali maupun sering, yang terikuti oleh gen X (69%), gen Z (63%), dan baby boomer (53%).

Menariknya, generasi milenial justru hampir sama kemungkinannya untuk melakukan pembelian secara impulsif baik saat berbelanja lewat ponsel atau ketika berada di toko. Meski begitu, generasi milenial jarang melakukannya saat belanja lewat komputer.

Kebiasaan belanja secara impulsif ini bisa terjadi karena pemasar mungkin mampu menjangkau pembeli dengan menawarkan barang yang tepat pada waktu yang tepat, baik itu saat pembeli sedang menjelajahi isi keranjang di e-commerce atau menggulir ponsel mereka.

Generasi Milenial Menyukai Kenyamanan dan Kecepatan

Perbedaan Gen Z dan Milenial Saat Belanja, Kamu Setuju?

Sekarang generasi milenial sudah memiliki power yang lebih tinggi untuk melakukan pembelian yang besar dan telah terpapar dengan gaya hidup yang lebih tinggi. Ketika berbicara soal belanja, mereka lebih menyukai kecepatan dan kenyamanan.

Baik itu belanja lewat online shop atau aplikasi, mereka lebih memilih proses checkout yang cepat dan pengalaman belanja yang bebas dari repot. Hal itu turut oleh brand manfaatkan seperti dengan menerapkan strategi pick up barang di dalam toko yang nyaman untuk mengatasi para generasi milenial menghindari biaya pengiriman sambil menerima produk mereka dengan segera.

Generasi Milenial Percaya dengan Rekomendasi Keluarga dan Teman

Konsumen dari kalangan kaum milenial cenderung percaya dengan rekomendasi dari teman dan keluarga daripada iklan dan direct marketing. Hal ini karena mereka lebih berfokus terhadap pentingnya nilai dan kualitas sehingga bergantung pada rekomendasi dan nasihat orang terdekat untuk meyakinkan mereka bahwa mereka membeli produk terbaik.

Generasi Milenial Lebih Berfokus ke Sustainability

Perbedaan Gen Z dan Milenial Saat Belanja, Kamu Setuju?

Seperti melansir dari Nasdaq, dengan adanya waktu untuk membangun kesejahteraan dan kekayaan, tidak mengherankan jika kaum milenial cenderung menghabiskan uang sedikit lebih banyak untuk produk yang menjunjung nilai sustainability atau keberlanjutan. Menurut laporan Institute for Business Study tahun 2020, 79% milenial menganggap sustainability sebagai suatu hal yang penting bagi mereka.

Seperti yang telah kamu ketahui, 10 tahun terakhir memang semakin banyak perusahaan yang fokus ke nilai keberlanjutan. Bahkan, muncul tren perusahaan skincare yang melabeli produknya dengan label ‘clean’ atau menggunakan bahan yang baik untuk lingkungan.

Perusahaan fashion juga turut membuat branding yang lebih baik dengan menyatakan mereka membayar kebutuhan hidup karyawan warehouse dan menggunakan packaging yang ternilai eco-friendly. Milenial menjunjung tinggi nilai tersebut tapi gen Z sebetulnya tidak jauh berbeda. Ada 75% gen Z yang melihat sustainability sebagai poin penting saat mereka akan berbelanja.

Itu tadi deretan perbedaan kebiasaan belanja antara generasi Z dengan generasi milenial. Kamu merasa relate nggak nih?

You Might Also Like

bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak

bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024

Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!

Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024

Kisah Menyedihkan Festival Qixi, Valentine Penduduk China

SOURCES: beautinesia
Nisrina Juli 8, 2024 Juli 6, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Share
Previous Article Bali dan Sumba Masuk Daftar Pulau Terbaik Asia Pasifik 2024 Bali dan Sumba Masuk Daftar Pulau Terbaik Asia Pasifik 2024
Next Article 11 Hidangan Khas Italia dengan Kelezatan Mendunia 11 Hidangan Khas Italia dengan Kelezatan Mendunia
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Instagram Follow
- Advertisement -

Berita Terbaru

simpeda
bank bjb Dukung dan Sukseskan Gelaran Penarikan Undian Simpeda di Kota Pontianak
Finance Agustus 9, 2024
Katadata Green Initiative Awards 2024
bank bjb Raih Katadata Green Initiative Awards 2024
Finance Agustus 9, 2024
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Usap Pantat Domba Bisa Bantu Hilangkan Stres, Tren di China!
Health Juli 31, 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Deretan Atlet Palestina yang Berjuang di Olimpiade Paris 2024
Hiburan Juli 31, 2024

Ruangriang.com merupakan portal berita masa kini yang membahas tentang lifestyle dan berita terupdate

Social Media

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Ruangriang.co.idRuangriang.co.id
Follow US
© 2020 Ruangriang.co.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?